Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
punya adek bayi


__ADS_3

acara demi acara terus berlanjut, banyak permainan yang seru membuat suasana begitu ceria,


matahari telah lelah menjalankan tugas nya, kini telah di gantikan oleh sang bulan..


permainan telah usai,, waktu menunjukan pukul 8malam..


anak laki laki memainkan gitar, yang memiliki bakat bernyanyi menunjukan kebolehan nya,


api unggun telah menyala, membuat suasana menjadi hangat,


shanum, Rifa, bersama teman teman nya seru bercerita ini itu,


sedangkan akmal di sebrang sana menatap nya diam diam...


Riko nyengir melihat teman nya itu selalu menatap shanum


"tembak lah mal, lo ga gentleman"


"engga ko, cukup gw liat wajah nya aja udh seneng, gw ga mau pacarin dia, setelah lulus, gw harus jadi orang yang layak buat dapetin dia"


"tar di samber orang, secara dia cantik"


"kalo shanum jodoh aku, InshaAllah ga akan kemana ko"


"hmmm, iya deuh pa ustadz, lo takut ama bokap lo? "


"hehee, gw ga pernah takut sama bokap, gw takut sama Allah, gimana pun pacaran itu ga boleh"


"iya deuh... semoga lo dan shanum berjodoh amiiiin ya Allah" Riko berkata dengan nada sedikit kencang,


membuat orang orang menoleh,, yang mendengar kata itu langsung bersorak, dan aneh nya.. yang tidak mendengar pun entah kenapa ikut bersorak,


hal itu membuat shanum menoleh ke arah akmal,


dan yang di lirik menjadi gelagapan karna sedang menatap nya..


malam semakin larut, akmal dan yang lain nya masih di luar..


sedangkan para perempuan sudah beristirahat di tenda masing masing...


jrennngggg, (suara gitar di petik)


"shanum..... shanum..... " Riko bernyanyi ala ala lagi syahdu dari bang h. rhoma iramaπŸ˜„ menggoda akmal

__ADS_1


"ko, gila lo ya... " akmal protes.. membuat semua tertawa.. kini semua tau bahwa akmal menyukai shanum.


"shanum, shanum"


lagi lagi Riko menggoda, kini akmal berhasil melempar nya dengan sendok. semua tertawa.


shanum yang belum tidur di kamar mendengar nama nya di sebut sebut


namun ia diam, melirik pada Rifa yang serius dengan Handset nya, Rifa pasti ga denger...


centeng, satu pesan masuk ke HP nya, ayah nya mengirimkan foto bersama sang bunda dengan mesra


"ahhhhh... tau gitu shan ikut ayah bunda aja main, di sini dingin banget yah"


shanum mengirimkan pesan


"nanti kita liburan lagi InshaAllah kalo kak Nino sudah pulang sayang"


"ayah janji? "


"InshaAllah"


"baik lah, jadi sekarang sedang apa?? " tanya shanum penasaran


"iyuhhhhh"


"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚"


membaca kata "pacaran" yang ayah nya bilang, shanum langsung bergidik, HP ia simpan di sebelah nya,


"kenapa lo? "


"bunda ama ayah lagi pacaran"


"what? dari mana tau?? β€œ


" tuh, ayah kirim foto mereka, mesra banget"


"ahahaaaa, hayo lho, kayanya bakal punya ade lo shan"


shanum terdiam,


"apa iya? β€œ tanya nya pada Rifa

__ADS_1


" yaah, ga tau juga sih"


"tapi aku beneran mau punya adek"


" yaah minta lha sama ayah Rey"


shanum yang polos meraih HP nya lagi


"ayah.. apa aku mau punya adek bayi β€œ (terkirim)


Rey yang sedang menikmati cemilan di depan TV dengan rena tertawa sedikit kencang,


" ich ayah apa an sih"


"ni anak kamu nanya"


"apa?? " rena penasaran, melihat pesan yang Rey Terima dari putri nya membuat Rena pun tertawa.


"dasar shanum, dia masih polos yah"


Rey iseng, membalas pesan putri nya


"dari mana shanum tau kalo pacaran itu bakal ngasih ade"


"kata Rifa"


"🀣🀣🀣🀣🀣" Rey membalas pesan putri nya.


"ich ayah malah ketawa" celetuk shanum


"emang ada apa? " tanya Rifa polos


"tadi aku tanya apa aku bakal punya ade, secara ayah sama bunda pacaran kan? "


"lo bener nanya gitu shan? β€œ


" kan kamu yang nyuruh fa, "


"gusti.... (Rifa menepuk jidat nya)


terus apa lagi? β€œ


" ayah naya tau dari siapa?, aku bilang aja dari kamu, memang bener kan fa? β€œ

__ADS_1


"shanummmmm, " Rifa gemas pada nyonya kecil nya itu,, harus d taro d mana muka nya kalo ketemu tuan Rey,, Rifa takut kalo tuan Rey berfikir yang enggak enggak tentang dia karna omongan itu.


__ADS_2