Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 19


__ADS_3

Rey sedikit menarik dagu istri nya agar rena melihat nya, rena menggeleng, ia belum mau menatap mata rey, bagaimana pun dia bersalah,


"bunda... " (lembut rey berbisik)


"apa" (judes.. rena menjawab nya singkat)


"ahahaaa ( rey malah tertawa)


lihat aku (pintannya)"


"ga mau.. "


"ga mau lihat tapi kamu meluk aku terus"


"kamu yang minta tadi rey"


rey gemas pada istri nya,


namun rena menatap nya juga,


"mana yg sakit?? " (tanya rena, mata nya sudah berkaca lagi)


"ga ada yang sakit, aku sehat, sore ini kita pulang"


"jangan becanda rey"


rey menatap mata istri nya lebih dalam,


"kalo aku ga selamat gimana? mungkin jasad aku aja yang kamu peluk saat ini"


bukan hanya melirik, rena bangun menatap mata suami nya, ia benar benar mencubit perut suami nya sesuai janji


"aduhhh bunda beneran ini sakit"


"aku bilang kan kamu ga boleh nakal, ternyata kamu lebih dari nakal kamu badung (rey tertawa mendengar itu) "


"aku badung cuma sama kamu"


"hey ( momi protes,mereka ga tau tempat kalo sudah ngobrol), tau kamu sehat begini momi ga akan datang, istri kamu syok banget tau, untung kandungan nya ga apa apa"


"mih kaki rey sakit ini liat ga bisa di gerakin, dokter bilang lima bulan penyembuhan nya, iya kan frans?? β€œ


" saya ga tau tuan saya baru datang"


rey kalah, ia mendapat tatapan sinis dari istri nya,


"mana pacar mu?? atau mungkin istri mu?? "


"sayang jangan bilang begitu"


"iya lah, jangan mau enak nya saja, giliran sakit begini aku yang di panggil" ( ketus, rena benar benar berbeda, selain hormon kehamilan nya, rena juga pasti marah soal foto itu)


rey menunduk, lalu melirik frans dan anto, yang di lirik tau arti nya itu..


"nyonya saya keluar dulu" (kata frans)


"ya frans, sebentar lagi saya mau ke rumah lama, tolong antar ya"


"siap nyonya"

__ADS_1


momi mendekat pada putra nya,.


"momi akan pulang, kabari jika ada apa apa"


"rena juga ikut pulang mih.. "


rey menoleh cepat


"sayang... (rey memelas) masa aku di sini sendiri"


"aku masih marah rey"


rey diam,


"tau begini kenapa Allah selametin aku"


sekarang rena yang diam,


"panggil saja pacar mu"


rey mendesah, momi menghindar, rena sedang tidak baik baik saja,


"maaf oke, apa yang harus aku lakukan supaya kamu maafin aku sayang"


rey mengulurkan tangan pada sang istri,


rena menerima nya, mendekat lagi pada suami nya,


*sayang kamu menggemaskan sekali kalo marah begini, kalo aku sehat akan aku gigit kamu ( rey bergumam dalam hati nya),


"aku sakit rena, aku butuh kamu, dia bukan siapa siapa, kamu percaya itu?? untuk apa aku menikahi mu kalo aku senang gonta ganti perempuan"


"kenapa? "


"aku sayang sama kamu"


rey tersenyum, seolah kelopak bunga yang wangi, menyiram kepala nya,


"kamu percaya sama yang aku bilang?? "


rena mengangguk,


"tapi aku masih kesal"


"sini peluk aku lagi, biar kesal mu cepat hilang"


modus. momi menggelengkan kepala nya, seperti nya mereka harus di tinggal kan, sungguh kasihan anto yang hanya menonton itu..


"anto pulang lah, kamu istirahat di rumah,


ini adegan dewasa kamu ga pantes nonton"


anto tertawa, nyonya besar bisa juga becanda begitu,


"baik nyonya"


"kamu bisa jalan? atau harus aku dorong pakai kursi roda?? "


"bisa nyonya,, saya bisa jalan, (jelas anto sungkan, siapa yang menawarkan jasa itu pada nya), tuan saya ikut pulang"

__ADS_1


"ya, istirahat lah.. "


anto dan momi keluar,


frans mengantar nya ke rumah lama, yang kemarin rey tinggali,


frans punya misi,


"sayang aku lapar" (ucap rey)


"aku juga... tadi mana sempat sarapan"


rena memeluk kepala suami nya, menyimpan nya di dada,


"aku takut rey"


"takut apa? "


"frans menunjukkan foto mobil mu saat kecelakaan, mobil itu rusak parah di bagian depan, aku ga bisa bayangin gimana kondisi kamu"


"Allah masih ngasih aku kesempatan buat jelasin semua masalah ini sama kamu rena" (rey mempererat pelukan nya) dia sekretaris dari rekan kerja ku, entah apa maksud nya mengambil foto itu, aku, anto, yuniar, dan rekan kerja ku juga sekretaris nya itu, kita makan siang bersama"


"kenapa jam tangan mu bisa ia pakai?? "


"aku membuka nya, menunggu makanan datang aku shalat zuhur, aku menitipkan pada anto, entah begitu saja terjadi"


"lalu foto yang baru?? " ( tanya rena)


"yang mana ( rey tau, tapi ia menggoda istri nya, foto itu memang sedikit memperlihatkan kedekatan rey dan ana)


" kamu tau itu kan?? "


rey tertawa, mengangkat wajah nya menatap sang istri,


"kamu tau, aku datang ke kantor nya, aku memaki nya, dan menampar nya dengan tangan ku, dia mencoba menggoda ku dengan menyentuh dasi ku rena, entah siapa yang mengambil foto"


rena menelusup kan jari nya di rambut rey, memandangi rambut itu,


"rena... "


"hmmmmm"


"bagaimana cara nya menampar menggunakan bibir?? "


rena seketika menghentikan gerakan jari nya,


"kamu mau tau?? "


rey mengangguk, wajah nya berbinar..


"dasar mesum.. " (rena menampar rey, tapi dengan gerakan yang lembut)


"ahahaa, ayo lakukan padaku"


"apa? (tanya rena??)


" menampar dengan bibir?? "


seketika wajah nya merona malu, rey memang paling bisa membuat nya begitu...

__ADS_1


#hayooo ada yang bisa nampar pake mulut??? πŸ˜…πŸ˜…


__ADS_2