
rey terbangun dari tidur nya, ia merasakan sesuatu yang aneh, antara lapar, haus dan entah apa, mencium kening sang istri rey turun dari tempat tidur nya, membuka pintu perlahan, ia tak mau rena terganggu..
waktu menujukan pukul 01:20, beberapa lampu di lantai bawah sudah padam, menandakan para penghuni sudah terlelap.
rey membuka kulkas, tengok sana sini, entah apa yang ia cari, hingga ia menemukan buah mangga, ia meraih nya, membawa nya ke meja makan, mengupas nya dengan hati hati, air liur nya hampir menetes melihat mangga muda yang baru bersemu merah itu,..
ini pertama kali rey melakukan ini, entah apa yang ia rasa, memotong daging si buah mangga, meletakan nya ke piring, rey menggigit nya
ia mengernyit, betapa asam mangga itu, namun rey menyukai nya, mencari kotak yang bernama gula rey menemukan nya,
ia cocol mangga itu dengan gula, rey menikmati nya, buah mangga habis separuh, ia sudah puas, rey meninggalkan buah itu begitu saja ia berniat kembali lagi ke kamar, rey melanjutkan tidur nya, setelah ia puas dengan si buah mangga..
pagi datang,
Bi asih heran, siapa yang makan mangga? dan kapan? ia tidak mendengar suara apa pun dari arah dapur se malam,
bergegas membuat sarapan, Bi asih bergelut dengan pikiran nya sendiri tentang si mangga.
rey dan rena melaksanakan shalat subuh bersama seperti biasa nya, rey merasakan perut nya tak nyaman, apa pengaruh mangga tadi malam??
"sayang kenapa? (rena melihat suami nya melamun)
"perut ga enak banget’
rena menyentuh kening suami nya, ia tidak demam pikir rena
" mau aku balur pake kayu putih ya perut nya?? (rey mengangguk ia pasrah, badan nya sedikit lemas. ia berbaring di sofa, rena datang dengan kayu putih nya, mengungkap kaus rumahan yang suami nya kenakan, ia mengusap lembut bagian perut hingga dada suami nya rey merasa nyaman...
__ADS_1
"nyaman sekali sayang" (rena tersenyum.)
"punggung nya mau ga? "
"boleh kalau kamu memaksa (mereka tertawa, mana ada rena memaksa)
di usap lagi punggung suami nya yang panjang x lebar itu, rey sangat menikmati nya, rena memberikan sedikit pijatan di sana
" sayang kamu pintar sekali memijat“
"iya sayang, aku sering pijat mamah dulu“
rena bernostalgia sedikit,
" pantas saja, jari mu sudah tidak kaku lagi"
adegan pijat pijatan berakhir, rey merasa lebih baik, mereka turun memulai sarapan nya,
padahal ini sandwich kesukaan nya,
" sayang kamu sakit nak?? (momi khawatir rey sdikit terlihat pucat )
rena menghampiri suami nya, melihat di kening suami nya sudah di genangi keringat, rena mngusap nya dengan tisu,
"sayang aku mual "
(rey menahan mulut nya ia bangkit, pergi ke kamar mandi terdekat,, mengeluarkan isi perut nya, rey lemas)
__ADS_1
"sayang, kamu masuk angin seperti nya, (memijat tengkuk suami nya, rena cemas)
momi berinisiatif menelpon dr. dona rey di pastikan sakit
merasa sudah lebih baik, rey bangkit memeluk istri nya..
" kita duduk di sofa ya, ( ajak rena, rey menurut, ia rebahan di sana)
rena memijat kepala suami nya pelan, rey merasa nyaman, ia tertidur
"momi telpon dr dona sayang, momi khawatir"
"iya mi, tadi sudah selesai shalat rey mengeluh ga enak perut, rena balur pake kayu putih badan nya.
dokter dona datang, ia langsung memeriksa keadaan rey yang masih rebahan di sofa...
*****
assalamu'alaikum readers tersayang dimanapun kalian berada, menjelang tamat rey dan rena, aku mau promo novel ke dua ku Annisa insyaallah akan up tiap hari jika tidak ada halangan.
sebelum nya terimakasih sudah mengikuti sejauh ini rey dan rena,
dan semoga menghibur next novel ku,
mohon maaf dulu ah, kalo masih ada kata/kalimat yang kurang pantas, penempatan adegan yang kurang cocok bahkan tanda baca yg kurang jelas,
tetap like komen, dan jika berkenan, jadikan novel ku sebagai favorite ya,
__ADS_1
terimakasih happy Reading