
Hans geram, July tidak sedikitpun merespon kiriman video nya, padahal ia berharap July dan Nino akan bertengkar,
besok mereka akan menikah, Hans sudah 5hari ini tinggal di Indonesia untuk July, tanpa ia tau Frans telah mengetahui kedatangan nya, ia telah menyebar data Hans terutama di pusat kota,
manager sebuah hotel memberi tau Frans bahwa ia menerima tamu dengan ciri ciri yang Frans berikan..
July melakukan serangkaian perawatan untuk pernikahan, lulur, spa, uap wajah,
team perias yang Rena percayakan bekerja semaksimal mungkin,
shanum malah ikut ikutan calon kakak ipar nya melakukan perawatan, mereka sangat akrab sekali.
"sejauh ini Hans hanya memberi pesan biasa, itu pun tidak July respon" ada nada bangga di sana karna wanita nya tidak terpancing oleh godaan jin macam Hans,
" syukur lah, Hans di hotel hanya sendiri. tapi kita tidak tau teman teman nya, karna kita tidak mengantongi identitas lain selain Hans dan adik perempuan nya itu" ucap Edo
mereka sedang menunggu July dan shanum perawatan,
"bagaimana penjagaan di hotel om? “ tanya Nino.
" aku tempatkan beberapa team kita sebagai pelayanan, aku bekerja sama dengan manager hotel, jika ada yang Hans perlukan, team kita yang akan melayani nya,
sedikit informasi saja berguna untuk kita"
Nino mengangguk,
"aku ga nyangka bakal dapetin cewek kaya July, saingan ku begitu berat.. " ucap Nino
Edo tersenyum,
"itu sangat menantang bukan? “
" sangat, dimana jantung dan hatiku selalu cek cok di dalam sini om, papah Al minta jauhkan Ana dari benda berbahaya, ia takut kalo Ana akan melakukan hal seperti dulu "
"bunda mu juga jagoan dulu nya Nino,
bagaimana dia menembak pria yang di ketahui adalah ayah dari lelaki yang menculik bibi mu putri"
Nino tercengang, ia tidak tau itu
"aku ga tau om.. "
__ADS_1
Edo tersenyum.
"kamu masih umur 6 tahun mungkin saat rumah oma kamu di serang, lelaki itu marah karna kita membuat anak nya kritis di RS"
"benar kah, aku bahkan lupa om"
"itu kejadian paling ekstrim, dimana orang-orang itu masuk menabrak gerbang dengan terang terangan dan memberondong rumah dengan banyak tembakan..
ayah mu selalu berpesan tentang pengawalan pernikahan mu ini, dia tidak mau kejadian lama terulang kembali,
ayah dan bunda mu kehilangan calon anak mereka yang masih berumur 1bulan.."
Nino semakin tercengang dengan cerita masalalu yang Edo buka,
bunda atau ayah nya tidak pernah mengatakan itu sampai Nino akan menikah,
"ayah dan bunda mu mengubur kenangan pahit perjuangan mereka Nino, mereka tidak mau mengingat ingat kejadian kelam rumah tangga nya. namun kami tidak akan lupa.. "
"aku percaya pada om, pada semua team yang ayah bangun.. kalian sangat luar biasa,
ayah pernah bercerita, satu pimpinan team nya gugur, siapa itu om? “
Edo menerawang, ia menunduk,
"memang bagaimana om? “ tanya Nino kepo..
" dia menghajar habis si pembunuh Dani,
tapi kami tidak membunuh Nino, kami akan membiarkan siapa pun yang mengusik kami merasakan sakit berkepanjangan,
mati hanya memperingan sakit nya saja bukan?? “
Nino merinding mendengar itu,
dulu, setahu nya tempat pelatihan ayah nya hanya tempat bermain.. dimana Nino bermain bola dengan om om mereka di Sana. belajar memanah, bela diri, maen basket, bercanda.. Nino tidak tau lebih dalam tentang team ayah nya, sampai sampai jika libur sekolah ia ingin ke tempat pelatihan karna memiliki bnyak teman,.
hari sudah lewat dari jam makan siang,
July sudah akan tinggal di hotel tempat di selenggarakan pernikahan, malam ini shanum akan menemani nya sampai besok acara akad di gelar,
pukul 10 mereka menggelar akad dan malam nya di lanjutkan dengan resepsi.
__ADS_1
setelah makan siang yang terlambat, Nino mengantarkan July dan shanum ke kamar nya,
"shan, temani kakak mu ya.. " pinta nino
"siap bos.. " shanum sangat senang bisa bersama July, ia begitu menginginkan kakak perempuan..
"aku pulang dulu, kabari aku kalau ada apa apa oke" Nino mengusap pipi July, ia begitu berat meninggalkan nya, Nino dan keluarga besar nya akan berangkat dari rumah ke hotel besok pagi,
"pasti dokter.. "
"bersiap lah, nanti akan aku ajari bagaimana proses pembuatan bayi" Nino berbisik,
July spontan tertawa, semakin kesini Nino semakin terbuka soal itu,
"aku akan menunggu saat itu dokter, berapa biaya yang harus aku siapkan untuk pelajaran itu? “ goda July
" itu gratis untuk mu nyonya.. " Nino mengedipkan mata nya centil pada July
"sudah sana pulang, nanti shanum denger.. "
"aku pasti kangen, kamu udah berapa hari di rumah aku terbiasa.. " ucap Nino,
"aku juga, biasa nyiapin kamu makan, besok kita ketemu di sini" ucap July
"menuju halal" tambah Nino
July mengangguk, Nino mendekat, kedua tangan nya menyentuh, kepala July, Nino mencuim kening nya lama...
"mmmuaacchhh" Nino sengaja menyuarakan ciuman nya..
mereka tertawa.
"peluk aku" kata July
tanpa basa basi Nino memeluk nya dengan erat
"aku bahagia Ana sungguh"..
" aku juga Nino.. "
mereka tidak memperdulikan Rio dan satu orang team nya yang berjaga di depan pintu kamar July
__ADS_1
Rio tersenyum. ia ikut senang dengan tuan nya.. Rio masih muda, bahkan ia pun belum menikah..