
Rena memeriksa kembali kotak yang ia bawa milik putri, berharap ada petunjuk lain tentang adik nya,
se lembar kertas terjatuh ke lantai, saat rena membuka sebuah kertas, rena meraih nya, ini seperti kartu nama, namun tidak ada nama di sana hanya sebuah no telpon saja,
rena curiga, ia keluar kamar dan mendatangi suami nya
"ayah, aku nemu ini"
rey menoleh, istri nya bahkan tidak beristirahat,
"apa sayang? " ia menerima se potong kertas dari rena
"ga ada keterangan apa apa di situ"
rey membolak balik kertas itu, ya kertas itu hanya ada wno telpon di dalam nya
rey meraih HP nya,
1 meminta frans untuk mengecek no tersebut,
rey juga mengirimkan foto bunga, coklat, dan topi yang rena temukan di kamar putri pada frans,
frans membaca pesan nya
"ok akan aku cek"
balas nya singkat, tidak ada komunikasi lagi, rey dan rena menunggu, rena memeluk suami nya, meraka bersandar di sofa,
"tidurlah sayang, kasian bayi kita"
rena mengangguk, rey membelai rambut nya, berharap rena akan tidur walau sebentar,
namun dering HP rey membuat mereka menegang rey meraih HP nya, rena sudah dengan posisi nya duduk,
"tuan, kami menemukan titik lokasi dari no HP yang tadi dikirim, tapi kami tidak menemukan rumah atau apa yang masuk ke dalam peta"
"lacak segera, tidak ada salah nya kita memastikan itu"
"baik, sesuai perintah"
telpon terputus
__ADS_1
**
frans mengirimkan foto yang rey kirim ke no HP Yuda, mungkin saja ia tau arti dari semua ini.
Yuda menerima pesan, ia membuka foto satu persatu,
bersamaan dengan itu, Yuda mendapat pesan dari no baru, sebuah foto, mata nya memicing,
"sial" Yuda mengumpat, ia cepat masuk ke kamar yang ada di kafe nya,
yuda bersiap, ia tau harus kemana,
memakai perlengkapan lengkap, Yuda tancap gas, putri dalam bahaya,
di tengah perjalanan Yuda lupa memberi kabar pada frans,
"bang, aku ke puncak seseorang mengirimkan foto yang baru aja aku kirim"
"kamu yakin itu di puncak? "
"aku pernah ke sana bang"
"tapi no yang kami lacak bukan di puncak yud"
"kirim no baru yang kasih foto ke kamu, biar kita lacak dulu, kamu jangan gegabah yud"
"baik bang"
Yuda mengirimkan no HP yang memberi nya foto, ia mencoba menghubungi no itu, lagi lagi sial, no nya tidak aktif, namun entah mengapa, Yuda yakin itu di puncak.
sambil menunggu kabar dari frans, Yuda melanjutkan lagi perjalanan nya dengan motor gede nya itu,
"benar frans itu di puncak, tapi no nya sudah tidak aktif"
"brengsek" frans emosi "ayo kita siap, Yuda sudah menuju ke sana"
memberi kabar pada rey tentang lokasi baru yang mereka Terima,
frans juga mengabari Yuda, Yuda semakin mantap menuju ke sana,
"ya Allah, permudahkan kami, putri dalam masalah, semoga semua baik baik saja"
__ADS_1
Yuda terus merapalkan doa dalam hati nya
**
Seseorang itu adalah Jhonatan, manusia blasteran Indonesia dan Amerika, Jhonatan telah menyelesaikan kuliah nya tahun kemarin,
ia pernah terang terangan menyatakan bahwa dia menyukai putri pada Yuda,
dasar orang tak tahu malu, jho tau Yuda memiliki hubungan spesial dengan putri, namun ia seperti sengaja menantang Yuda,
orang tua jho memiliki saham hampir 50% di kampus , membuat jho menjadi se'enak nya,
tapi itu satu tahun lalu, kenapa sekarang jho datang lagi dan membawa putri pergi?
putri tidak pernah bercerita kalo misalkan akhir² ini dia bertemu jho lagi.
perjalanan jakarta menuju puncak bogor Yuda tempuh selama hampir dua jam,
ia sudah berada di depan villa yang Yuda tau milik keluarga jho,
ia pernah mengadakan pesta kelulusan di sini,
Yuda menunggu, ia tak boleh gegabah soal ini, ini menyangkut wanita yang sangat ia sayang.
menerima panggilan dari no baru di HP nya, tidak berpikir lama, Yuda menerima nya
"hallo"
"ini aku rey Yuda"
"rey? kak rey?? "
"ya siapa lagi"
"maaf ka, Yuda belum menyimpan no kakak"
"mulai sekarang simpan lah, share lokasi, kami sudah jalur puncak"
"baik ka"
sambungan telpon terputus,
__ADS_1
rey turun tangan langsung untuk masalah ini dia harus memastikan adik nya pulang dengan selamat,