
Rey pergi, mulai konsultasi dengan dokter untuk kesembuhan kaki nya, dengan frans.. dan tentu saja tidak dengan rena, sang istri menurut kali ini..
putri tidak mempunyai jadwal kuliah hari ini, mendengar kakak ipar nya di rumah, ia menelusup ke kamar sangat kakak,
rena begitu senang, karna sejak kepulangan nya ia melihat adik bungsu nya ini tidak bersemangat, dan baru hari ini mereka dapat bicara,
momi ke kantor, karna rey tentu belum bisa datang, akan ada beberapa jadwal meeting minggu ini, dan momi dengan suka rela mewakili semua,
kak nadia pun belum lama pamit, karna suami dan anak anak nya yang sedang di luar negri akan pulang sore ini,
putri meremas jari tangan nya, tidak ada keceriaan yang terpancar dari mata nya, dia sedih,
bergerak lebih dekat pada rena, mereka duduk di sofa, di kamar rena,
"kak, (putri meremas jari tangan rena, rena menatap nya sendu)
" bilang sama kakak ada apa dek? "
" putri percaya kk ga akan bilang sama kak rey, tapi bagaimana pun, kak rey pasti tau, anak buah nya ada di mana mana,
kak, momi kekeuh ga ngasih restu nya ke Yuda, momi malah mau jodohin aku sama anak temen nya"
putri menatap dalam mata kakak nya, rena memberikan senyuman, berharap obrolan mereka sedikit ringan,
"kakak ga tau dek, kenapa momi sangat ga suka sama Yuda, kak rey cerita semua masalah orang tua Yuda, "
"lalu?? (putri penasaran)
apa pendapat kak rey kak?? "
rena terdiam,
menghirup nafas dalam, berharap kata kata nya ini, tidak pro pada se belah pihak, dan tidak menjatuhkan di sebelah lain nya,
"dek, kak rey ga bisa mutusin semua, jujur kak rey bilang kalo kak rey juga ngikutin apa kata momi,
(hening sejenak di antara mereka, putri masih menunggu kelanjutan kata dari sang kakak ipar)
" bagaimana dengan Yuda? apa dia tetap mempertahankan? apa dia mundur?? (tanya rena) "
__ADS_1
"kak, aku mungkin terdengar membela Yuda, tapi. ini yang aku tau ka, yang mungkin kalian ga tau,
kejadian dulu ayah nya korupsi itu untuk selingkuhan nya kak, ibu Yuda sama sekali ga tau menau tentang itu, dan dia syok waktu suami nya Di nyatakan bersalah dan harus Di penjara,
Yuda saat kejadian itu sudah besar, sudah bisa memilih mana yang baik/ga. Yuda dan ibu nya pun marah kak, mereka ngerasa di khianati,
aku kenal Yuda kak, bagaimana dia bangkit, memulai usaha, membuka kafe, untuk kelanjutan biaya kuliah nya dan biaya ibu nya,.
mereka sangat sederhana kak, aku yakin semoga Yuda ga sama kaya ayah nya...
aku tau, momi hanya takut kejadian begitu terjadi sama aku nanti nya, momi selalu bilang buah itu tak jauh jatuh dari pohon nya"
rena menyimak,
memang seperti itu yang rey ceritakan juga,
"dek, kakak mau tanya, tujuan kamu sama Yuda, mau di bawa kemana hubungan kalian? "
putri diam, mencerna kata kata kakak nya,
namun tak lama dia menggeleng lemah,
"putri belum terpikirkan kak"
"aku mau dapet restu kak, beban sekali rasa nya menjalin hubungan tanpa restu, walaupun belum tau arah tujuan nya,
aku pengen ajak dia berkunjung ke rumah,
kakak tau kan aku ga bebas keluar rumah, kak Edo slalu ngawasin"
_ *ya, rena merasakan itu, semenjak menikah dengan rey, kemana mana dia di awasi, walaupun tak terlalu mencolok, tidak seperti dulu saat dia belum bertemu rey, hidup nya bebas, namun setelah penculikan yang di lakukan alm. ferdi, rey lebih posesif terhadap nya,
tapi rena tidak pernah menyesal, ini pilihan hidup nya, setiap keputusan selalu ada konsekuensi nya,
rena anggap ini wujud dari rasa sayang rey pada. keluarga nya*_
"dek, melunak lah sedikit pada momi, karna menurut kakak, keras ga bisa di lawan keras,
longgarin dulu hubungan kalian, kakak juga ngerasa jangan terlalu jadi beban hubungan kalian, mengalir dulu aja...
__ADS_1
sambil memikirkan mau di bawa kemana hubungan kalian,
sambil buktiin Sama momi, bahwa Yuda bisa kamu banggakan,
kasih kesempatan juga buat Yuda ngebuktiin kelayakan nya,
jangan bebanin pikiran kamu terlalu berat dalam hal itu dek,
jangan terlalu tekan juga Yuda,
kamu ga mau kan, saking tertekan Yuda ngerasa ga mampu, dan akhir nya mundur?? "
(kata rena panjang lebar. entah bagaimana nanti yang putri tangkap dari kata kata nya, semoga tidak ada salah faham)
namun putri tersenyum.
menatap pada rena lagi,
"ini yang aku suka komunikasi sama kakak,
aku bersyukur punya kakak perempuan, seenggaknya nya bisa nge rasain apa yang aku rasa,
kak rena benar,
Yuda pun selalu bilang
_ sabar, kasih aku waktu buat buktiin ke momi kamu bahwa aku layak buat kamu _
putri tersenyum mengatakan nya,
" mungkin aku yang terlalu memikirkan ini ya kak,
aku juga pikir kak, selama ini momi, kak nadia dan kak rey kerja keras, buat cukupin kebutuhan aku, tapi aku ga ada ngebantu mereka dalam hal itu, putri janji kak, putri ga akan nuntut sama yuda"
rena membalas senyuman adik nya, mengusap rambut hitam se punggung milik putri,
" kalian hanya perlu membuktikan satu sama lain, kalo kalian cocok, dan bisa buktikan sama momi kalo yang momi takutkan itu ga bakal terjadi, bukan hanya teori yang orangtua butuhkan dek, tapi praktek nya"
"putri faham apa yang kakak maksud, do'ain putri ya kak"
__ADS_1
"kakak selalu do'ain kalian, keluarga yang kakak sayang, "
rena berpelukan dengan adik ipar nya itu, dalam hati nya bersyukur, akhirnya ia pun memiliki adik, di tambah putri perempuan, mungkin ga akan begini kalo adik rey laki laki