Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
wejangan Sang papa


__ADS_3

Nino baru sampai di rumah nya, ia langsung masuk di dalam sudah rusuh karena semua bersiap, bi sari tersenyum melihat Nino,


"den, Nino dari mana? bibi ga liat keluar nya? “


" nyari angin bi.. " Nino tersenyum dengan ucapan nya sendiri.


"pagi pagi mah nyari sarapan den bukan nyari angin.. " tambah bi sari,


"bunda dimana? "


"lagi pada sarapan den.. "


"ya udah, Nino masuk ya.. "


"iya den.. "


karena perutnya lapar, Nino pun langsung menuju dapur. benar saja semua sudah berkumpul di sana.. bahkan Nadia dan keluarga nya pun sudah datang,


"ya Allah, ini penganten dari mana??? “ putri menggoda Nino,


Rena masih diam, tapi mata nya begitu tajam. melihat Nino


" eh ada syafira... kapan datang... " Nino memeluk putri ke tiga dari Nadia ia mengalihkan udara yang memanas di meja makan..


"kenapa pulang sayang.. bentar lagi juga mau ke sana lagi.. "


pedas... Rena mulai menyindir nya,


"maafin Nino bunda.. Nino ketiduran.. "


Nadia tertawa melihat ibu dan anak itu memanas..


"HP July ga aktif, Nino telon shanum juga ga di angkat terus, Nino khawatir makanya liat kesana"


"owh... kan ada Rio, om Edo.. sama team yang lain nya, Al dan Rakha juga di sana... apa semua tidak bisa di hubungi?? "


Nino diam, ia tidak bisa berkata apa apa,


"Nino ga boleh gitu, kita itu dari Sunda, banyak pantrangan sebelum pernikahan, bunda mu saja puasa selama 3hari ini buat minta kelancaran pernikahan kamu, masa kamu nya kaya gini" Nadia bangun mengusap bahu Nino


"maaf ya, iya Nino salah, tapi Nino ga ngapa ngapain ada shanum juga di sana.. "


"ya sudah, ayo sarapan, kamu harus siap siap, nanti tante putri bantuin kamu pake baju pengantin"


Nino mengangguk, ia melirik ayah nya yang tidak mau ikut campur.. ia hanya sendiri laki laki nya sebelum Nino datang tadi,


July mulai di rias..


shanum juga, July celingak celinguk mencari HP ya dari tadi, ia gelisah,

__ADS_1


ini sudah jam tujuh, dimana waktu nya ia harus bertemu dengan Hans


"kak apa perut nya sakit lagi, kakak kaya gelisah" shanum melirik July


"engga dek, kakak lupa naro HP, dimana ya? “


"terakhir kakak taro dimana"


"nah itu kakak lupa.. "


shanum terdiam, jantung nya deg degan, bagaimana dia bisa melakukan itu, kakak nya Nino minta shanum mematikan HP nya July dan menyembunyikan nya, Nino tidak mau terjadi sesuatu pada pernikahan mereka, apa lagi sampai July pergi menemui Hans,


"ya Allah aku berdosa karna kak Nino, ampuni aku ya Allah" shanum bergumam.


***


team yang Frans tugaskan berjaga di hotel tempat Hans menginap melapor,


ruangan Hans begitu berantakan dan terdapat darah di beberapa tempat. Hans terluka di tangan seperti nya pecahan lampu mengenai tangan nya.


"biarkan saja dia, awasi jangan sampai lengah, laporkan jika ia keluar, atau ada seseorang yang masuk"


Frans minta seseorang team nya yang menyamar sebagai pelayanan sembunyi sembunyi menyimpan beberapa CCTV di kamar Hans.. ia melihat bagaimana Hans mengamuk meneriakan nama July


**


tante nya itu terus menertawakan nya, wajah Nino sangat tegang, ia ingin sekali menghubungi Frans, menanyakan kabar perkembangan di hotel.


"ga usah di kasih wejangan lah ya buat malam pertama, secara gitu dokter kandungan udah tau begituan"


Nino melirik tante nya itu, ia terus saja di ejek...


"ya tan, tinggal praktek nya aja.. "


**


Rakha jadi salah tingkah, di dekat nya shanum memakai kerudung, ia terlihat grogi sekali


"udah rapih belom kak? " dasar shanum yang masih polos. ia malah bertanya pada Rakha,


"emh.. ini masih kurang rapi" Rakha menunjuk samping kiri kerudung shanum,


shanum melanjutkan lagi merapihkan kerudung nya.


Al terpesona melihat kecantikan putri nya, July memakai kerudung dan siger adat Sunda,


_ya Allah aku akan kehilangan nya, rasa sayang nya akan berkurang pada ku, ia akan mencintai orang lain, bakti nya akan berpindah pada suami nya_


July menoleh, melihat papah nya sedang memandangi nya,

__ADS_1


"papah.. " panggil July


"hmmm... " Al terkejut,


"papah ngelamun..? "


"engga nak, papah lagi merhatiin kamu, MasyaAllah kamu cantik sekali"


July tersenyum malu,


"Nino beruntung mendapatkan mu,


tapi.. papah akan kehilangan mu"


"ko bilang gitu? " July terlihat tidak suka..


"kamu akan Nino bawa ke istana nya sayang, itu arti nya kita akan berjauhan "


"raga kita boleh jauh pah, tapi sayang July masih tetap sama.. malah selalu bertambah.. papah udah jadi papah dan mamah bersamaan, July bangga "


Al mendekat, mengusap pundak putri nya,


anak perempuan pertama akan sangat luar biasa di dalam keluarga. apa lagi July beberapa tahun terakhir ini berperan ganda, mengurus perusahaan dan rumah secara bersamaan,


"kamu wanita luar biasa sayang, papah yang bangga pada mu,


jadilah istri yang baik, patuh segala perintah suami nya, jadikan ia panutan. kini papah dan adik mu bukan lagi prioritas.


berumah tangga bukan hanya sekedar suka sama suka, kamu akan tau sifat asli pasangan mu setelah menikah,


menikah sendiri adalah menggabungkan, bukan hanya dua hati, tapi dua keluarga yang berbeda sifat dan karakter nya,


jadi jika nanti kamu dan Nino menemukan masalah, jangan pergi dari rumah, kalian harus menyelesaikan nya dengan hati tenang dan kepala dingin, masalah pasti akan selalu ada, tapi bagaimana kalian menyikapi nya.. "


July menunduk, ia tak tahan, seorang perias memberikan tisu untuk air mata nya,


"nona jangan menangis, nanti berantakan riasan nya.. "


July mengangguk,


"iya maaf... "


Al tertawa.. "sudah jangan menangis, mulai saat ini kamu harus bahagia, janji sama papah"


July mengangguk lagi,


shanum pun berlinang air mata nya melihat papah Al dan July dalam adegan itu,


semoga kak Nino jadi imam yang baik untuk kak July..

__ADS_1


__ADS_2