Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 47


__ADS_3

"ayah mau pergi? “


" iya sayang, aku harus pastikan putri selamat"


rena dalam dilema, di samping ia menginginkan adik nya selamat, ia juga mengkhawatirkan suami nya, kaki rey belum sembuh total


"aku harus cepat sayang, putri mungkin dalam bahaya"


rey berucap, ia melihat istri nya tidak bereaksi,


rena membawa tangan suami nya untuk ia genggam,


"janji sama aku ga boleh ada yang terluka, tidak itu kamu atau yang lain nya"


rey tersenyum,


menangkupkan kedua tangan nya di pipi sang istri,


"aku janji rena" rey memberikan dua kali kecupan di bibir istri nya,.. ia menunduk mencium perut rena yang sudah mulai membesar,


"Assallamuallaikum"


"waalaikumsalam.. " berat, hati rena sungguh tak karuan melepas suami nya pergi.


rena menemani momi di kamar nya, saling memberi dukungan, bahwa rey akan pulang dengan adik nya dengan selamat.


**


Yuda menunggu sekitar 15 menit,


mobil rey menepi sedikit jauh dari villa yang di maksud Yuda, Yuda menghampiri, melihat bagaimana rey dari dekat, Yuda tidak memungkiri pesona tuan rey yang pernah ayah nya hianati,


"kak" Yuda memberi salam


"kamu yakin di sini? "


"Yuda yakin kak, Jhonatan pernah merayakan kelulusan di sini"


rey menunggu, beberapa mobil team nya juga menepi,


"jangan mencolok, kita ga tau keadaan di dalam seperti apa, nona putri harus tetap aman"


frans memberikan beberapa arahan,


"kak, Jhonatan seperti nya ga suka sama Yuda, tadi dia sempat mengirim pesan"


rey menatap instens Yuda,


"putri harus baik baik saja yud, oke bergabunglah dengan ftans"


Yuda mengangguk,

__ADS_1


ia menghampiri frans, Yuda terkejut, ia di bekali sebuah pistol,


"Yuda ga bisa pake nya bang"


frans nyengir,


"simpan untuk jaga jaga, kamu akan bisa jika keadaan terdesak"


Yuda faham, tapi bahkan ia tak tau dimana harus ia simpan pistol nya,..


Yuda dipasang penyadap, dan rompi anti peluru, jantung nya benar benar berpacu, selama ini ia hanya begelut di dunia kafe dan otomotif, tapi kini, seolah ia akan masuk dalam film laga dengan banyak adegan tembak menembak,


"berkorban lah untuk cinta mu, kakak mu rey telah melakukan nya dulu"..


frans menatap tajam pada mata Yuda,


ya, perasaan nya terhadap putri di uji kini di hadapan kakak nya langsung,


Yuda masuk ke dalam villa, hening.. tidak ada tanda tanda kehidupan di sana,


" bersih bang" ucap nya


frans mendengarkan nya dengan seksama melalui earphone, Layar di tab menunjukkan pergerakan dari yuda, beberapa team rey sudah waspada


"jangan ada yang terluka sedikit pun, rena tidak menyukai itu"


frans melirik pada tuan nya


Yuda memasuki halaman samping villa, ini cukup luas ia sampai bingung harus kemana,


ruangan di depan nya ini adalah lantai 2, Yuda terus mengawasi, ia waspada


rey cukup tegang di dalam mobil, iya juga gemas pada Yuda karna begitu lama, gerakan nya tak profesional sama sekali😄,.


"dia lama sekali frans"


"ya dia biasa membuat kopi di kafe nya"


"jika dia mengingin kan putri, dia harus masuk rumah pelatihan"


"itu akan seru tuan" frans menggulum senyuman membayangkan nya


jendela besar sebelah kanan Yuda terbuka, tirai nya tertiup angin hingga membuat tirai menjuntai keluar, Yuda melihat bayangan seseorang tengah duduk,


membuka tirai itu pelan, putri di sana, duduk di atas kursi dengan tangan terikat, ke belakang,


"dek "


putri menggeleng, mulut nya tidak tertutup, tapi ia tidak mengatakan sesuatu,


"stop yud itu jebakan" frans memberikan instruksi, Yuda hampir saja melangkah mendekat pada putri, saat frans memberikan komando,

__ADS_1


rey melihat kondisi adik nya melalui layar,


ada beberapa memar di wajah putri,


"ini lain urusan nya frans, aku memberi kuasa penuh, urus kecoa itu"


frans ikut mengepalkan tangan nya,


ia turun dari mobil, mengarahkan team nya untuk masuk satu persatu,


Yuda sudah di todong beberapa senjata ada lebih dari tiga orang di dalam sana,


"lepasin putri jho, apa masalah nya lo culik putri"


Jhonatan membuang asap rokok nya sembarangan, ia masih duduk santai di tempat nya,


"masalah? tidak ada... aku hanya menginginkan putri untuk jadi kekasih ku"


Yuda melihat putri menangis,


di sudut bibir putri ada darah, jantung Yuda bergejolak,


dorrrr,


salah satu team frans melesatkan satu tembakan ke atas langit, membuat Jhonatan dan anak buah nya refleks menunduk,


team frans masuk, mengunci semua pergerakan dari anak buah Jhonatan, bahkan senjata mereka berjatuhan,. jho bangkit hendak meraih salah satu senjata yang tergeletak,


frans dengan sigap menginjak kaki nya,.


mata nya memberikan kode pada Yuda untuk membebaskan putri


"kak Yuda" putri memanggil nya, ada rasa lega ia bisa bertemu lagi dengan kekasih nya itu,


"kak frans awas" putri berteriak, seseorang keluar dari sebuah kamar, medongkan pistol, ia tak main main, langsung menarik pelatuk, melesatkan satu tembakan ke arah frans


"jangan terluka, rena tidak suka itu"


dorrrr


kata kata rey terngiang di telinga nya, secepat nya frans menghindar,


jleb...


frans memicingkan mata nya, satu gerakan ia lakukan, membuat si penembak jatuh, frans memelintir kepala nya hingga terdengar bunyi, grekk, di pastikan tulang leher nya patah.


Yuda ambruk, memegangi paha kiri nya yang berlumuran darah, ia bahkan belum selesai membuka ikatan tangan putri,


peluru itu mengenai kaki nya,


"kak..... " putri histeris. ia meronta, bagaimana ia bisa diam saja melihat kekasih nya terluka begitu

__ADS_1


__ADS_2