Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 11


__ADS_3

Awal nya yuda tidak mengetahui, kalau putri adalah adik dari tuan reynan, ia sempat minder, dan menjauhi putri setelah frans menemui nya tempo hari di kafe, tidak ada yang frans lakukan, hanya mengingatkan tentang masalah ayahnya dulu, dan meminta nya menjaga jarak dengan putri,


Yuda tau ayah nya salah, kerugian keluarga reynan tidaklah sedikit, Yuda dan ibu nya jelas marah pada sang ayah, mereka tidak berkunjung di tahun pertama ayah nya di sel.


tapi bagaimana pun dia ayah nya,


Yuda dan ibu nya luluh.. mereka mulai rutin menjenguk ayah nya, ini tahun ke 3 ayah nya di sel.. masih ada 9 tahun lagi, cukup lama bukan??


ya itu lah resiko yang harus ia telan, Yuda dan ibu nya tidak pernah tau uang hasil pencurian cantik itu mengalir kemana,


tidak ada yang special, mereka hanya menikmati hidup sederhana, biaya kuliah Yuda pun tidak akan habis seperti nominal yang ayah nya curi di kantor rey... mirisss, Yuda pun tidak pernah ingin tau uang itu mengalir ke mana, dia cukup dewasa, ia takut akan timbul hal hal yang membuat ibu nya semakin terluka menghadapi kenyataan, karna ayah nya pun tidak pernah berterus terang sampai hari ini,


biarlah, cukup ayah nya yang tau, dengan itu Yuda berpikir, akan di ringan kan nanti saat hisab nya dan sang ibu, karna tidak mengetahui apa apa..


***


"tuan, tuan fachry sudah datang mereka di ruang meeting" ( anto datang, memberi kabar)


"baik lah, ( rey bangun, merapihkan lagi penampilan nya)


" fachry menepati janji nya membawa ana"


rey menoleh, tersenyum kecut


"mari kita lihat.. "


berjalan lebih dulu, anto dan yuniar di belakang nya, rey memasuki ruang meeting,


fachry bangun dari duduk nya, menyambut kedatangan rey,


"tuan rey, apa kabar.. aku perhatikan semakin tampan saja" (entah itu basa basi, atau memang sungguh benar ada nya)


"anda juga selalu terlihat gagah tuan fachry"


rey hanya menoleh sebentar pada ana, tersenyum kecil, padahal ana sudah menerbitkan senyum sejuta watt nya,


"warna apa yang ia pakai untuk bibir nya? itu sangat norak" ( anto bergumam dalam hati, melihat gincu merah dan sangat tebal yang ana pakai)


"tuan rey, saya membawa ana, sudah sebulan ini dia jadi sekertaris saya"

__ADS_1


"ya tidak masalah, ( jawab rey ramah)


dia akan banyak mendapat pelajaran ( rey sedikit menekan kan kata pelajaran yang ia sebutkan)


ana masih saja tersenyum manis, entah ia kebal dengan sindiran, atau memang tidak mendengar karna begitu fokus pada rey,


" mari kita mulai tuan tuan" ( ana bangkit, memulai presentasi nya)


adzan zuhur berkumandang, tepat setelah mereka selesai meeting,


rey menandatangani beberapa berkas, menutup sesi meeting siang ini, fachry dan rey berjabat tangan,


" apa anda akan menetap di sini tuan?? " (tanya fachry)


"tidak, saya dua hari lagi di sini.. "


"kenapa begitu sebentar? "


"saya tidak bisa jauh dari istri dan anak anak saya" (rey tersenyum tampan mengucapkan itu)


"woah, itu luar biasa, sangat manis,


"boleh juga, kebetulan ini jam makan siang kan?? " (jawab rey)


"baik lah, ayo kita langsung saja, saya sudah lapar" (fachry tersenyum)


rey mengajak yuniar dan anto dalam acara makan siang dadakan ini, mumpung gratis pikir nya..


berada dalam mobil yang berbeda, antara kubu rey dan fachry,


anto bertanya pada yuniar,


"hey niar, kenapa kamu ga pake pewarna merah di bibir seperti sekretaris nya pak fachry"


rey tertawa mendengar itu, yuniar pun heran..


"saya lebih suka warna yang soft tuan" ( jawab niar sambil tersenyum)


"itu mencerminkan kepribadian" ( celetuk rey)

__ADS_1


" ke pribadian nya menggoda bagai matador, agar para banteng mendekat, bahkan menyeruduk" ( ahahaaa anto tertawa puas)


"ya kau banteng nya" ( tambah rey)


yuniar melipat bibir menahan tawa, tidak menyangka bos nya se kocak ini...


sampai di restoran mewah, fachry menunggu rey untuk masuk bersama,


"lihat, sudah tinggi, belah pula" ( kata anto berbisik pada yuniar, memindai penampilan rok mini yg ana pakai)


"astagfirullah, dosa tuan" ( jawab niar sambil menutup mulut nya tertawa)


"ya, astagfirullah" (anto memalingkan wajah nya mengusap dada “ya Allah kuatkan iman ku“ bisik nya)


duduk di kursi paling ujung , pemandangan dari resto ini sangat indah di luar jendela sana,


"tuan, sambil menunggu makanan datang, saya ijin ke toilet sebentar, ( rey membuka jam tangan dan menyerahkan HP nya, menitipkan pada anto, ia akan pergi shalat)


" ya tuan silahkan " (jawab fachry) ,


"tuan saya pun permisi" ( yuniar menimpali


fachry mengangguk, )


anto menyimpan jam tangan dan HP rey di meja, di sebelah nya,.


melihat itu ana mendapat kan ide..


anto sedang berbincang dengan fachry, tak lama ia mendapat telpon, anto bangkit, bergeser sedikit dari meja makan...


ana melirik paman nya itu, tersenyum licik..


ana memakai jam tangan rey, mengambil foto dengan itu, mencoba membuka kunci HP rey, syukurlah tidak menggunakan sandi, bagai mana mungkin seorang rey tidak mengunci HP nya, bukan kan itu privasi, ana mendelikan mata nya malas saat melihat foto rena dan rey menjadi layar utama,


cepat, jari nya sangat lincah, ia mencari kontak rena, dan berhasil,


lagi lagi, senyum licik nya terbit,


"liat tuan, apa yang akan terjadi".. ( bisik ana pada foto yang ia ambil)

__ADS_1


__ADS_2