Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
kehangatan


__ADS_3

Nino tak mau lepas dari rena, ia memaksa bunda nya untuk ikut melihat koleksi gambar hasil karya nya, rena menuruti keinginan nino,


mengeluarkan semua gambar dari rak buku, nino dengan bawel nya menerangkan satu satu arti gambar itu ala ala nya, memberikan kertas kosong pada sang bunda, nino ingin di gambarkan sesuatu


"baiklah, gambar apa yang cocok untuk jagoan bunda ya...??


beralaskan karpet bulu nino dan rena ambil posisi ternyaman, rena menggunakan meja belajar, dan nino rebahan, sambil ngendot minum susu pemberian oma, rena mulai menggambar, sambil berbicara menceritakan bagaimana membuat nya, tak terdengar suara bawel dari nino, ia tertidur rupa nya, rena gemass, susu sudah habis, rena menggendong nino dengan hati-hati menuju kasur, di rebahkan lah ia, rena akan beranjak membereskan gambar yang berserakan, namun nino terbangun, memanggil nya


"bundaaa peluk nino


" iya sayang bunda peluk ya, rena merebahkan tubuh nya di samping nino, benar sang jagoan tidur lagi, mengusap kepala dan punggung nya, rena membacakan doa tidur dan sholawat,


ya allah, takdir apa yang membawaku, ini sungguh di luar fikiranku, semua nya begitu berubah dari yang aku rencanakan, tapi aku bahagia, tanggung jawab ku kini bertambah, siapa sangka pangeran kecil yang ingin ku selamatkan dulu kini jadi putra ku,.


rena mengecup kening nino, tanpa sadar ia ikut terlelap, rey melihat itu bagaimana rena memperlakukan nino, ia yakin wanita nya mampu mewarnai hidup nya,


menyelinap masuk, rey melihat rena pun tertidur bersama sang putra, rey ikut merebahkan tubuh nya di samping sang istri, memeluk rena dari belakang, rena terkejut ia terbangun


"syuuuut, ayo tidur lagi, aku ngantuk (bisik rey, menurut rena ikut tertidur juga, ia tersenyum sungguh ia bahagia)


waktu bergulir, mandi sore pun nino ingin bersama sang bunda, rena menuruti, ini aktifitas baru nya yang menyenangkan, bermain sabun bersama putra nya, sampai baju rena sedikit basah, rey merajuk merasa cemburu rena begitu memanjakan nino hingga ia merasa di sisihkan, terlihat seru permainan ibu dan anak itu, rey malah ikut ikutan, bak anak kecil di perbolehkan mandi hujan rey basah basahan bersama nino..


selesai acara basah basahan, mereka turun, menikmati waktu menjelang magrib rena berkeliling di taman belakang bersama rey, duduk di sebuah sofa single, rena dan rey memperhatikan nino memberi ikan di kolam bersama pengasuh,


merangkul nya, membawa kedalam pelukan rena malu malu, terlebih ada pengasuh di sana,


"apa masih ada? bisik rey


" apa?


"datang bulan?? rena mencubit kecil perut rey


" ich, masih ada


" hmmm, lama banget sih


" cup cup, sabar pak bos (rena menggoda, rey memeluk pinggang nya) hey aku malu


"malu kenapa? oiya udah liat video akad kita?


" emang ada?

__ADS_1


"ada, Susan yang rekam, nih... (rey menyodorkan hp nya, di putar nya video. bermula saat rey memberikan sebuah cincin pada pak penghulu saat itu, dengan mantap berjabat tangan, mengucapkan kalimat ijab kobul dalam sekali nafas, video memperlihatkan rena yang tertunduk, di samping nya sang mama berbaring di sofa ia menangis melihat nya rey mengusap kepala sang istri, rey menghampiri rena, memasang kan cincin mencium kening dan memeluk nya, terlihat rena menangis pilu, video terhenti, karna setelah nya adegan kepergian mamah terjadi)


"maaf membuat mu sedih lagi"


"jangan di hapus ya, kirim ke no ku"


"tentu sayang, aku bersyukur, susan merekam nya, ini bukti pernikahan kita (rey memeluk rena erat)


waktu nya makan malam,


hari ini begitu special, kedua kali nya rena duduk berdampingan dengan keluarga rey, si bungsu pun ada, mereka sangat senang, putri kini memiliki teman baru di rumah,


nino begitu manja, makan pun ingin di suapi sang bunda, lagi lagi rena menuruti, walaupun itu membuat makan malam nya terbengkalai, rey refleks menyuapi rena, sungguh keluarga kecil yang kompak bukan?? rena belum terbiasa dengan semua perlakuan rey, dia enggan, terlebih ada momi, putri dan beberapa pelayan,


"santai saja sayang, anggap kami tak ada (ucap momi melihat ke canggungan sang menantu sungguh rena merasa malu)


" ha reu danngggg \= gerah (celetuk putri) mereka tertawa,


rey masuk ke ruang kerja nya, nino sedang melanjutkan acara menggambar dengan kaka nya,


" sayang, biasa nya rey minta di buatkan susu jahe kalo jam segini, buat lah sama bibi, antar ke ruang kerja nya (kata momi) rena menurut


bi asih sempat kaget melihat nona nya berada di dapur,


"non perlu sesuatu??


" rena mau bikin susu jahe buat rey bi,


"biar bibi yang buat kan non


" engga bi, ajarin rena biar rena tau yang rey suka (bi asih tersenyum dengan senang hati mempersilahkan non muda nya)


"aden suka sekali dengan susu jahe kalo malam begini, kalo pagi suka minta teh / susu coklat saja non


" apa rey ga suka kopi bi?


"kopi suka, tapi biasa nya sudah di kantor den rey ngopi, jadi di rumah ga ngopi lagi


" rena faham bi,


"susu jahe nya sih yang instan non, cuma emang den reynan suka, (membuka bungkus susu jahe, menuang ke dalam gelas, bi asih menyiram nya dengan air panas) takaran aer nya segini non (menunjukan hasil siraman nya) biar ga terlalu encer jahe nya terasa, susu nya mantap non (celetuk sang bibi, rena menoleh)

__ADS_1


"susu nya mantap ya bi (rena menjawab dengan menahan tawa nya)


" maaf ya non bibi suka becanda (menutup. mulut nya tertawa)


"rena juga suka becanda bi, tenang aja.. (rena mengocek susu jahe nya itu)


" sudah siap non silahkan di bawa ke aden"


"makasih ya bi,..


" sama sama non (rena pergi membawa nampan kecil di tangan nya) masyaallah, non rena cantik sekali, baik lagi, belum tentu kalo perempuan lain mau ngobrol ama pembantu (gumam sang bibi)


rena membawa nampan ke lantai dua, dengan hati hati ia mengetuk pintu, ini pertama kali nya ia keluyuran di rumah ini


"masuk.. (jawab rey)


" assalamualaikum,


"waalaikumsalam (rey sedang fokus pada laptop nya, seketika menatap siapa yang datang, membuat hati nya menghangat, ia mengulurkan tangan nya untuk rena gapai,. menaruh nampan di atas meja kerja rey, rena menerima uluran tangan sang suami, rey menarik nya, membuat rena duduk di pangkuan nya.. seketika wajah rena merona malu lagi lagi rey menggetarkan hati nya


"kau memebawa susu jahe untuk ku?


"ya (menyentuh pinggir kepala rena yang tertutup hijab nya rey mencumbu nya sungguh romantis bukan huhuuuhuuu melepaskan pangutan nya rey tersenyum lembut)


" terimakasih sayang


"sama - sama (rena yang canggung dengan suasana ini mengalihkan perhatian rey)


" apa ada yang bisa saya bantu pak bos?? "


mengalihkan tatapan ny pada laptop, rey membalikan wajah rena agar menatap nya lagi


" bantu aku yang ini saja..


" apa? wajah mereka sudah berdekatan


" hilangkan cemburu ku,


" cemburu???


" aku cemburu pada nino... (menyerang rena tanpa ampun rey mencumbu nya lagi)

__ADS_1


__ADS_2