
rey Keluar dari kamar utama dengan wajah berbinar, ia telah mendapat kan apa yang ia inginkan dari istri nya setelah ada perdebatan kecil.
bi sari yang di tugaskan memasak di rumah rey sedang menyiapkan sarapan, Nino sudah ada di meja makan..
"ayah bunda mana? β
"sebentar lagi keluar sayang.. " muaccchhh rey mencium kening putra nya,
"momi mana? yang lain nya juga? " tanya rey pada bi sari
"punten den, momi ada urusan, malem pulang sama non putri, yang lain nya juga pulang malem"
rey mengangguk, mereka tak meminta izin mungkin karna tidak mau mengganggu.
rena bercermin, ia baru selesai menggunakan kerudung nya,,
hufffft, sepagi ini tenaga nya sudah habis, rey benar benar balas dendam..
"aku lapar... " ucap rena pada diri nya sendiri melalui cermin,
perut nya begitu nampak bulat, rey pandai menyediakan baju untuk nya di rumah ini, berbekal majalah dari teman nya, rey memesan baju di butik untuk rena..
"oke ayo kita makan de" rena mengusap perut nya.. ia keluar kamar, berjalan ke ruang makan, mata nya langsung bersitatap dengan mata suami nya, rey mengedipkan kedua mata nya sambil tersenyum.
berbanding terbalik dengan rena yang manyun, rey suka itu, istri nya merajuk karna kejadian subuh tadi..
"sayang ayo, kamu pasti lapar, ayah udah siapin roti slai kacang kesukaan bunda" kata rey merayu..
"sayang, mam apa? " rena malah bertanya pada Nino, dan duduk di sebelah nya
"kaka minta nugget sama sosis sama kak tina"
"wah, enak ya?? " tanya rena tersenyum
Nino mengacungkan jempol nya, rena mengusap kepala putra nya
"habiskan ya jagoan"
Nino mengangguk, beralih pada suami nya, rey menunggu respon istri nya dengan sabar,
rena menggeleng,
"aku makan nugget aja kaya Nino" ucap nya,
"it's okay, roti buat ayah.. " rey mulai menyuap roti nya, rena mengambil nugget di piring dekat Nino
"bunda mau ya sayang " ucap nya pada Nino
"dua ya bunda. satu buat bunda, satu buat dede"
"mana cukup, empat ya.. bunda dua dede dua"
"oke" ucap Nino tertawa...
rey memperhatikan mereka,
rena mulai menyuapkan nugeet nya, namun entah mengapa, rasa nugget itu lain rasa nya, padahal itu nugget yang biasa ia beli, rena melirik rey, rey menatap nya, melihat rena tidak mengunyah rey menatap roti nya,
"bunda mau?? "
rena diam, dia sedang marah, namun entah mengapa dia malah ingin roti yang di makan suami nya, slai kacang yang ada di roti tercuim di hidung nya
rena mengangguk,
__ADS_1
rey tersenyum., ia bangun, mengambil dua lembar roti untuk nya olesi slai.
"emh, itu buat siapa? " rena bertanya,
"buat bunda"
" bunda mau yang ayah" rena memandang roti di piring suami nya
"kan udah di makan" tangan rey menggantung, memegang roti di tangan nya
rena menarik piring suami nya,
"ini buat bunda, ayah bikin lagi" rena bangun, ia pergi begitu saja
rey melihat nya berjalan ke ruang TV, dan duduk di sofa,
"hmm dasar ibu hamil" gerutu nya, rey mengulangi nya, mengolesi roti dengan alai kacang,
"Nino, makan sama kak tina ya, ayah mau lihat bunda"
"memang kenapa? "
"bunda lagi marah" bisik rey pada putra nya
"beliin eskrim aja biar ga marah lagi"
"naah ide bagus, nanti temenin ayah beli eskrim ya.. "
"yeayy Nino mauuu"
"oke sayang, habiskan makanan nya ya"
rey membawa roti nya, ia takut rena masih mau tambah, namun ia gengsi, rey duduk di sebelah nya, rena makan memandang lurus ke TV, namun TV itu tidak ia nyalakan
rena menggeleng,
"ini ayah bawain lagi roti nya"
"makan lah yah, kamu belum sarapan" kata rena sambil mengunyah roti nya
"permisi tuan" frans datang,
"ah maaf, saya kira anda tidak sedang makan, lanjutkan saja tuan"
"tidak apa, bilang aja frans"
"emh.. " frans ragu, ada rena di sana
"ada apa? " tanya rena pada frans
"maaf nona, tuan di luar ada polisi"
rena menegang, ia melirik suami nya,
"apa soal penembakan itu? aku di penjara?" nada suara rena langsung bergetar, mata nya langsung berair
"bunda, engga... tenang aja oke.. " rey melihat mata ketakutan dari istri nya,
"sebentar saya keluar frans"
"baik tuan"
frans berlalu,
__ADS_1
"ayah... " rena menangis namun piring tetap di tengan nya
"sayang dengar, jangan tegang, ingat bayi dalam kandungan mu,
tidak ada yang di tangkap, karna mereka melakukan pengrusakan dan penyerangan pada kita, dan juga orang itu buronan polisi, dan dia masih hidup, bunda ga usah takut oke"
rena mengangguk beberapa kali, rey tersenyum, memeluk nya
"ga ad yang di khawatirkan oke, kasian bayi kita jangan tegang, janji sama aku... "
rey melepas pelukan nya,
"tarik nafas... buang pelan.. " rena mengikuti nya,
"lanjutkan makan nya, ayah ke luar sebentar ya.. "
rena hanya bisa mengangguk, rey meminta bi sari tina dan Nino menemani rena..
Ridwan bangun dari duduk nya, menyalami rey,
"maaf sepagi ini datang"
"ga masalah bro"
ridwan tersenyum.
"bagaimana rena? "
"dia sedang sarapan"
"ah iya, langsung saja rey,
anthony dan Jhonatan, akan di pulangkan ke Amerika, mereka akan di proses hukum di sana, tapi saya menghimbau, untuk tetap waspada, bisa saja karna dendam dia menggunakan orang lain untuk melancarkan misi nya"
"saya faham ris, itu sudah biasa dalam persaingan"
ridwan tertawa,
" ya, perketat rumah mu juga rey"
"tentu, frans dan team nya bisa di andalkan"
yang di bicarakan mengangguk,
"kalian orang orang luar biasa, terimakasih kerja sama nya, saya harus pamit"
ridwan bangkit, ia melihat rena berdiri di belakang rey,
"ah nona, anda sehat?? "
rey langsung menoleh ke belakang nya, ia tidak tau sejak kapan istri nya di sana
" saya sehat pak, apa ada masalah? "tanya nya pada ridwan
" tidak nona, semua telah selesai "
"syukur lah" jawab rena tersenyum
"dia cemas rid" ucap rey
"itu perasaan yang wajar, tidak ada yang perlu di khawatirkan nona, dan maaf saya permisi kembali ke kantor"
"terimakasih pak"
__ADS_1
"sama sama"