
Frans menelpon Rey, mereka benar benar kehilangan jejak,
"mereka tidak bisa di sepelekan Rey"
"bagaimana July? apa ia tau? " tanya Rey
"sampai saat ini belum, kami sedang menggeledah rumah ini, siapa tau ada petunjuk di sini.. HP yang tertinggal tidak ada no HP lain di kontak nya selain kontak nino"
"aku yakin kalian bisa Frans, dan aku yakin Nino putra ku kuat, jika tidak ada petunjuk di rumah itu, aku akan menyusul kalian"
"baiklah, tunggu kabar dari kami" ucap Frans
**
July mondar mandir di kamar nya, ia harus pergi, tapi kemana? tidak ada petunjuk, HP Nino ada pada Frans mereka kehilangan jejak..
HP July berkelip, menandakan pesan masuk ke HP nya
"Nino... " ucap nya lirih, seseorang mengirimkan foto Nino yang terikat di kursi,
July mencoba menghubungi no itu, tapi sial nya tidak aktif, July berpikir keras, ia harus pergi, tapi bagaimana agar tidak mencurigakan papah dan Edward, July menelpon seseorang
"yo, lacak no ini, aku butuh segera"
"dimana Edward, apa dia tidak bisa melakukan ini? β jawab Yogi di sebrang sana.. ia seorang IT di perusahaan July di Indonesia
" jangan banyak tanya dan jangan bilang sama Edward aku menghubungi mu"
"sesuai permintaan nona... "
July bersiap, ia harus melakukan sesuatu ia tidak bisa tinggal diam..
July menatap pistol milik nya yang ia simpan rapat di laci paling bawah,
"mari kita bekerja sayang" ucap nya, merapat kan jaket ny July mendapat laporan tentang titik pusat sinyal yang di dapat
"kerja bagus..
aku pinjam mobil mu yo, tunggu aku di gedung sebelah apartemen ku sekarang cepat"
"baik nona"
July mengendap, membuka pintu kamar nya perlahan Edward seperti nya tidak ada, dan Al di balkon, terdengar seperti sedang menelpon..
July sudah tidak melihat blm mini itu di atas meja.. mungkinkah Edward pergi mengamankan nya, July keluar apartemen nya, berhati hati ia takut berpapasan dengan Edward,
"kamu dimana yo..? β
" sudah di lokasi nona" July memasang earphone berlari menghampiri Yogi yang sudah di sana"
"aku minta kamu standby yo, aku butuh petunjuk valid sinyal itu"
"sesuai permintaan nona.. "
"pulang lah.. aku pinjam mobil mu"
apa lagi yang bisa Yogi lakukan selain menurut pada bos nya itu,
"ingat jangan melapor pada Edward atau rakha, jika itu terjadi kamu akan aku pecat, dan aku pastikan kamu ga akan di terima di perusahaan mana pun"
Yogi menelan ludah nya,
"baik nona" itu saja.. apa lagi yang bisa ia bilang...
July melajukan mobil pinjaman nya, mengikuti jalan paling cepat untuk sampai di titik sinyal, ini akan memakan waktu lama, jarak cukup jauh ternyata...
Frans merasa frustasi, rumah ini seperti tidak berpenghuni, tidak ada foto siapa pun sebagai identitas pemilik nya,
namun jelas rumah ini sangat terawat bersih,
Edo memeriksa mobil yang terparkir, no polisi kendaraan yang tertera di mobil itu bohong, dan tidak terdaftar,
"apa harus kita cari nomor mesin kendaraan nya Frans dan mencari tahu siapa pemilik nya" ucap Edo
__ADS_1
"lakukan lah jika itu bisa membuat kita menemukan Nino, jangan sampai Rey turun ke sini, dan membuat nyonya kalian khawatir.. "
Edo faham ia melakukan tugas nya,
jalan yang July lalui begitu sempit, dan gelap, ia berhenti beberapa kali untuk mengecek no HP yang memberinya pesan..
"selamat datang nona"
no itu memberinya pesan, mereka tau July telah sampai di tujuan,.. di depan nya sebuah rumah terlihat kumuh, July memeriksa keadaan terlihat sepi.. apa benar Nino di sini..
July terkejut, karna deringan HP nya, ia hafal no baru aneh ini, ini dari luar negri,
"hallo" ucap July tidak sabar
"Jullyana, apa kabar?? "
deg... suara itu sangat July hafal, July menyandarkan kepala nya, menghirup udara sebanyak banyak nya,
"aku baik Hans, aku rasa kamu pun sedang dalam keadaan bahagia kan?? β
"hahahaaa" Hans tertawa,
"very memorized my voice dear"
(kamu sangat hafal suaraku sayang) ucap Hans terdengar sangat senang
"aku tidak mudah melupakan seseorang seperti mu" ucap July kecut
"aku suka saat kamu mengucapkan kata sinis begitu July" Hans merubah suara nya jadi lebih serius,
"aku sedih mendengar mu akan menikah" ucap nya lagi..
"tidak usah berbasa basi, dimana Nino? β tanya July,
" hmmm, aku ingin menjadi Nino jadi nya, pergilah ke rumah itu cepat, mungkin kekasih mu sedang meregang nyawa, dan jika dia mati, aku akan menjemput mu dengan senang hati sayang"
July menangis, menatap rumah di depan nya, ia tidak menjawab kata kata Hans. Hans tidak pernah main main dengan ucapan nya,
tidak ingin membuang waktu, July menutup telpon nya dan segera keluar dari mobil,
ia melemas melihat siapa di hadapan nya yang sudah tidak sadarkan diri,
ia bisa melihat tetesan darah di baju Nino yang gelap sekali pun, July ambruk, ia menjerit melihat keadaan orang yang ia sayangi,
perlu beberapa waktu menenangkan dan menguatkan hati nya sendiri, July mencoba bangkit, sekuat mungkin menghampiri Nino yang tidak bergerak,
"sayang.... " July berlutut, memeriksa detak jantung Nino ia mengusap dada nya,
Nino masih hidup,
"sayang ini aku... " July tak tahan, wajah Nino begitu banyak luka dan darah,
"Nino... " July mencoba membangunkan nya, July membuka ikatan tangan dan kaki Nino, tali itu begitu kencang, July mencari sesuatu untuk memotong tali itu..
"please please July temukan sesuatu... " July bergumam, ia mencari ke arah dapur di rumah itu, dan syukurlah menemukan pisau,
namun sial, pisau itu begitu tumpul, July bekerja keras memotong nya,
"uhuk.. " Nino tersadar... July meninggalkan pisau nya dan bangun..
"sayang ini aku... "
Nino meringis, ia membuka mata nya perlahan,
July memeluk nya, Nino belum sadar betul, tapi ia dapat mencium parfum yang sangat ia hafal, Nino merasa lega, walaupun ia masih ada di tempat ini, namun telah bersama July
"ayo pulang" July melepaskan pelukan nya, ia mencoba membuka lagi tali yang masih terikat, Nino memandang nya, bagaimana July berusaha membuka tali, dengan tangisan yang terdengar oleh Nino,
"Ana.. " July berhenti,
"hmmm?? "
"tolong telpon Frans, minta mereka untuk datang"
__ADS_1
July mengangguk, ia merogoh saku celana nya, mengambil HP di sana..
Frans mengangkat telpon segera melihat siapa yang menelpon nya
"om, aku bersama Nino, aku kirim lokasi, datang lah segera"
July mematikan telpon, ia mengambil foto untuk jadi bukti keberadaan Nino
Frans langsung mengarahkan team nya menuju lokasi, Nino tersenyum,
"jangan senyum begitu, kamu ga tau kalo muka kamu jelek begitu" ucap July sinis, Nino malah tambah tersenyum sambil meringis...
"aku bahagia Ana, kamu yang nemuin aku di sini"
July menunduk, ia melanjutkan lagi membuka tali yang sangat sulit,
"ada pisau di lemari itu, aku melihat wanita itu menaruh nya di sana" ucap Nino
_ wanita? _ July langsung terdiam, banyak pertanyaan di hati nya, tapi nanti saja akan ia tanyakan setelah ini, July mencari pisau yang Nino maksud.. benar saja July menemukan nya,
ia segera memotong tali yang mengikat tangan dan kaki Nino...
"good job honey" ucap Nino, July memeluk nya lagi ia menangis lagi... Nino sebenar nya merasa sakit di sekujur tubuh nya, di tambah July memeluk nya dengan kencang...
"Ana" panggil Nino,
"hmmm?"
"maaf, bukan aku tidak cinta.. tapi pelukan mu terlalu kuat, badan ku sakit semua"
July langsung melepas pelukan nya,
"maaf ya... " matanya begitu basah, July malah terdengar sesegukan,
"syyuut, jangan nangis aku ga apa apa"
July kembali ke dapur.. ia mengambil air untuk membersihkan darah di wajah Nino,
tangan nya bergetar, tidak ada tisu, July mencuci perlahan dengan tangan nya, ia bahkan membuka kemeja nya untuk mengelap darah,
"hey kamu ngapain" Nino protes, melihat July hanya menggunakan tanktop di tubuh atas nya..
"jangan protes" ucap nya mengelap darah perlahan di wajah Nino,
"kalo Frans datang bagaimana, mereka semua lelaki aku ga mau mereka liat tubuh kamu sayang... "
"stop Nino jangan pura pura kamu baik baik aja.. ini salah aku, semua karna aku kamu begini"
Nino terdiam, tangan nya mengusap pipi July yang basah, "aku kuat karena ada kamu, ini bukan salah kamu sayang, memang sudah seharusnya begini"
July meraih tangan Nino di pipi nya.. ia menciumi nya dan menangis lagi..
"maaf. maaf Nino.... " ucap nya terus menerus..
***
assalamu'alaikum,
MasyaAllah alhamdulillah,
Allah kasih kesempatan kita semua bertemu hari raya idul adha di tahun ini ya..
minal aidin walfaidzin semua nya, maaf lahir dan batin, buat semua umat islam yang merayakan nyaπ₯°π₯°
hayoo kurban apa tahun ini gais...
yg pasti jangan kurban perasaan yaπ,
semoga kita di mampukan, di panjangkan umur bertemu adha tahun depan dan bisa berkurban ya.. amiiinnn..
happy Reading ya, per kue an adha sudah selesai, inshaAllah akan di updt lagi setiap hari Rey dan Rena nya,
jangan lupa like & coment semua,
__ADS_1
see you ππ