Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 4


__ADS_3

Rena duduk berhadapan dengan mertua nya, di temani jus jambu pilihan rena dan momi dengan kopi nya,


hufthhhhh,


belum apa apa momi sudah mendesah,


"rena, seperti yang kamu tau, putri anak perempuan bungsu di keluarga kita, momi menjodohkan nya kemarin bukan karena momi tergila gila harta, momi bisa menghidupi nya sendiri tanpa dia menikah, (tatapan mata momi tertuju pada kolam yang terpapar lampu taman hening....)


momi ingin putri mendapatkan lelaki yang tanggung jawab, seperti papih pada momi, seperti rey pada kamu,..


kamu tau rena dia sedang dekat dengan se orang pria, tidak seperti pada rey, momi lebih ketat pada anak anak perempuan momi, momi meminta orang untuk mencari tau laki laki itu,


(momi menarik nafas dalam, lalu menghembuskan nya kasar, rena masih setia mendengarkan)


kamu tau, ayah dari Yuda itu sedang di sel, (momi menatap menantu nya) karena korupsi di perusahaan kita....


(rena seketika menoleh pada mertua nya "ini akan berat seperti nya" pikir rena)


apa pendapat mu tentang itu rena? apa rey akan merestui putri dengan Yuda??


(momi tersenyum kecut, pada kata kata nya sendiri)


“Lalu bagaimana Yuda itu mih?? " (rena memberanikan diri bertanya)


"sejauh ini memang tidak ada riwayat dia melakukan tindakan kriminal, (rena ternganga mendengar kata kriminal yang momi sematkan)


dia kuliah di hukum juga sama dengan putri"


"sekarang apa yang momi takutkan??" (momi terlihat berpikir pertanyaan rena sederhana namun harus d pikirkan betul jawaban nya)


"momi ragu rena, momi takut ada motif balas dendam, entah lah yang momi pikir hanya takut, Yuda mendekati putri karena balas dendam ayah nya"


"apa Yuda tau putri anak dari keluarga momi?? “

__ADS_1


" itu momi belum tau rena"


rena terdiam, memang biasa nya feeling seorang ibu lebih kuat, tapi kita juga tidak bisa menjadi monoton di satu pikiran saja..


"putri sudah cukup umur untuk menjalin hubungan serius mau kapan lagi coba? dia perempuan walaupun momi secara diam diam meminta seseorang mengawasi nya, tetap saja momi khawatir.


lelaki baik jaman sekarang sulit di cari rena, momi takut, beberapa teman momi mengalami nya, momi jadi banyak pertimbangan"


(itu pasti, bukan tanpa alasan orang tua melakukan sesuatu, atas dasar sayang pada anak anak nya mereka melakukan itu)


momi tersenyum menatap rena,


"momi minta maaf sama kamu rena"


rena bingung dengan senyumam momi, dan permintaan maaf nya itu,


"maaf untuk apa mih??“


" momi tidak sembarangan memilih calon mantu momi nak, momi juga sempat meminta seseorang mencari tau tentang mu"


"lalu rena lulus seleksi??“ (tanya ya becanda)


momi pun tertawa,


" ya begitu lah... seperti yang kamu tau..


(momi menggenggam jari tangan menantu nya)


terimakasih sudah mau menerima rey, sudah mau hidup dengan nya, sifat dan sikap nya rey sangat mirip dengan papih, dia lembut, romantis, penyayang, iya kan rena??" (meminta persetujuan pada menantu nya tentang kata kata nya)


"semua itu betul mih, rena yang beruntung mendapatkan rey"


"rey juga beruntung mendapatkan kamu rena, bahagialah, dia cukup menderita belakangan ini sebelum menikah, hanya pekerjaan yang ia pentingkan, ia melampiaskan kesepian nya dengan itu, bolak balik ke luar negri, bahkan dengan anak nya pun tidak begitu dekat..

__ADS_1


semenjak kamu hadir di hidup nya, kehidupan rey kembali baik.. "


rena tersentuh, ia mengeratkan genggaman tangan momi di tangan nya


" apa lagi yang rena pinta sama Allah mie,


rey memberi segala nya, ketika rena kelilangan segala nya.. momi tau? rey meminta kita tinggal di rumah nya, namun rena menolak"


"kenapa rena?? (momi jelas heran)


" rena ga mau jauh dari momi, rena sudah kehilangan mamah rena, rena ga mau jauh dari orang tua lagi, rena bahkan pernah meminta pada rey, kalo momi untuk rena saja"


momi berkaca matanya mendengar itu,


"rena ga punya saudara mih, rena senang di rumah ini ramai, ada putri, Nino, dan yang lain nya, rena merindukan hal seperti ini"


momi mendekat, memeluk menantu nya..


"semua milik mu sayang, ambil apa pun yang kamu mau" (momi berbisik di telinga menantu nya, rena tertawa sekaligus sedih)


"rena ga akan milikin sendiri semua itu mih, kita sama sama bahagia ya, saling melengkapi"


momi mengusap punggung menantu nya, bahkan dengan putri, bahkan nadia pun momi tidak begini... mereka semua terlalu mandiri...


merenggangkan pelukan nya,


"yang harus kamu lakukan adalah bahagia, momi merasa lebih dari cukup kamu mau menerima rey dan Nino sayang"


rena saling lempar senyum bahagia dengan mertua nya,


"jaga dia baik baik, beri momi banyak cucu sebisa mu, akan lebih ramai rumah ini sayang"


rena tertawa...

__ADS_1


"rena akan berusaha mih"...


__ADS_2