Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC Episode 53


__ADS_3

"rey.... "


rena berbisik, suami nya mungkin dalam bahaya, ia tambah gemetar, rena benar benar menangis..


"bunda Nino takut" rena memeluk putra nya, mengusap punggung Nino pelan..


momi berpeluakan dengan bi asih,


putri di kamar nya pun menunduk, ia menutup mulut nya menahan tangis...


dengan gemetar ia menelpon Edo, yang sedang di skors, meminta bantuan untuk lebih bnyak team yang datang,


baku hantam tak dapat di hindari, frans menangani Anthony, ia sangat berbahaya, rey membaca situasi, team nya berhasil mengekang orang orang Anthony,


frans tidak memungkiri, Anthony sangat baik dalam hal begini, tenaga nya juga bagus, frans lengah saat melihat kondisi tuan nya, Anthony mengunci leher nya dengan tangan, menodongkan pistol tepat di sebelah mata kanan nya,


"stop"


rey memberi perintah pada team nya, melihat frans terkunci di tangan Anthony rey berpikir keras,


"apa yang kamu mau? β€œ tanya rey tegas, suara nya menggema di halaman depan rumah nya.


" tidak ada, hanya membalas dendam, aku akan puas melihat kalian yang menghancurkan keluarga ku mati di depan ku"


suasana semakin mencekam, saat rey melihat seseorang datang dari arah belakang Anthony,


"engga sayang, kenapa kamu keluar?? " rey bergumam dalam hati nya, istri nya di sana di belakang Anthony, rey berkonsentrasi, ia tidak mau Anthony melihat nya memperhatikan rena,


ini membuat jantung nya serasa mau copot, bagaimana rena di sana mengangkat tangan nya perlahan, ia memiliki senjata,


"aku akan mengajukan damai" kata rey lagi, itu membuat frans seketika memicingkan mata, tidak biasa nya tuan nya itu menyerah


"what do you want from me?"


Anthony tersenyum,


" i want you to die reynan baskara"

__ADS_1


rey tersenyum, namun senyum nya bukan untuk Anthony, senyum manis nya untuk sang istri,


" do it dear" kata rey lantang


satu lagi tembakan melesat


dorrrr .... rey memejamkan mata nya, frans menegang, merasakan tubuh Anthony menghentak, tangan yang melingkar di leher nya mengendur, Anthony ambruk tak bergerak,


rey kini bisa melihat istri nya dengan jelas berdiri di sana,


air mata nya menetes tanpa berkedip, tidak ada ekspresi apa pun di wajah istri nya, tangan nya bergetar rena pasti dilema, ia tidak pernah menggunakan senjata, jarak Anthony dan frans sangat dekat, kurang tepat saja bidikan nya mungkin frans yang jadi korban,


rey mendekat dengan tertatih, rena tersadar, ia melemparkan pistol nya ke sembarang arah, ia pun berjalan cepat mengahampiri rey, mereka berpelukan, rena langsung menangis sekencang kencang nya,


dia nekat, keluar dari kamar bi asih setelah mendengar suara tembakan tadi, mengintip melalui jendela yang hancur kaca nya, rumah mereka berantakan karna tembakan, rena tak rela suami nya terluka, dia naik ke lantai dua, mengambil senjata yang rey simpan di laci paling bawah lemari pakaian mereka, rena tak gentar, ia turun perlahan memegangi perut nya, merapalkan doa dalam hati nya


"ya Allah, aku kuat untuk ini, aku tidak bisa melihat suami ku terluka"


rena turun,, ia berjalan pelan melalui pintu samping rumah nya.


rey menangis,


rey merenggangkan pelukan nya, menangkup pipi sang istri,


"sudah selesai sayang, dan kamu sangat hebat"


rena tidak senang pujian yang ia dengar dari suami nya, itu bukan pujian untuk nya, ia menggeleng


"tutup mata mu, ayo kita masuk"


rey tidak mau rena melihat kekacawan di depan rumah nya, dia membawa rena masuk melalui pintu samping, momi mendengar rey berteriak


"bi asih"


mereka berhamburan keluar, rena begitu gemetar tubuh nya lemas, rena tidak bisa berdiri dengan tegak, bi asih mendorong kursi untuk rena duduki


"ambil minum bi, air hangat" ucap rey

__ADS_1


bi asih langsung berbalik, ia juga sangat gemetar


rey bertumpu dengan lutut nya, berdiri di hadapan rena yang masih menangis,


ia mengusap perut istri nya, berharap tidak akan terjadi apa pun pada kehamilan nya, mata mereka bertemu, rey melihat kepanikan di mata istri nya, suasana tambah rusuh Nino menangis menyebut nyebut nama bunda nya..


"hickkk bunda... bunda "


"sayang... " rey menyentuh pipi istri nya


"aku membunuh nya rey" wajah rena sungguh ketakutan,


"tidak kamu sudah benar sayang"


"aku membunuh nya... " rena menangis, rey bangkit dan memeluk nya.. mengusap belakang Kepala istri nya,


momi menangis, mereka tidak tau apa yang terjadi tapi melihat rena dan rey di dalam, siapa yang rena tembak??


momi memeluk cucu nya dalam gendongan,


putri setengah berlari keluar, dia mendengar suara tembakan, ia melihat rena menagis di pelukan kakak nya,


"kak.. " putri mendekat dia merasa bersalah, bagaimana pun ini menyangkut diri nya, semua jadi terlibat begini,


frans masuk,


momi merasa lega melihat nya,


"tuan polisi datang"


rey mengangguk, ia melepaskan pelukan nya,


"masuk ke kamar, putri yang temenin ya" menangkup pipi istri nya, rey menghapus air mata rena yang masih menggenang,


"aku takut"


"semua nya baik baik saja, berdoa ya"

__ADS_1


mencium kening, dan pipi kanan kiri istri nya, rey meminta putri berjaga, ia akan keluar..


__ADS_2