Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
di culik


__ADS_3

di suatu tempat,


rena mulai tersadar,


entah sudah berapa lama ia pingsan, kepala nya terasa berat,


ia merasakan sentuhan di pipi nya, bayangan sang suami melintas,,..


"reyy... gumam rena yang dapat di dengar oleh Ferdi, sejak masuk ke sebuah villa rena di baringkan di kamar,


Ferdi tak mau rena merasa tak nyaman, mempersiapkan tempat terbaik menurut nya,


Ferdi menatap tanpa bosan wajah wanita yang ia rindu kan, mengusap pipi nya perlahan, mengalirkan rasa rindu, ingin ia peluk wanita nya, tapi dia takut rena marah


Ferdi emosi, ketika mendengar rena menyebut nama suami nya, mengapa?? padahal belum sepenuh nya rena sadar, apa kini hanya lelaki itu dalam ingatan nya??


membukakan mata nya, Ferdi tersenyum, perlahan kesadaran rena mulai ada, rena ketakutan, ia ingat kejadian tadi di pemakaman, Ferdi punya senjata, rena trauma dengan pistol


"akhirnya, kita bertemu rena"


rena bangun, mengambil posisi duduk siaga,


"kamu jangan takut sayang, apa kamu ga kangen sama mas?


rena menggeleng kan kepala nya, Ferdi tersenyum kecut


" kita dimana?? apa kamu juga mas yang culik Nino??? "


"ya, untuk pengalihan, aku tau kalian slalu di kawal anak buah rey"


"jangan ganggu Nino, jangan bawa bawa Nino, dia masih kecil dia ga tau apa apa"


"siapa dia buat kamu? anak itu hasil hubungan rey dengan wanita lain, kenapa kamu harus sayang sama dia??


" Nino anak ku juga"


"rena....( Ferdi menyentuh lengan rena)


" lepas, jangan sentuh, kamu tau aku sudah punya suami??


"stop rena, aku ga mau dengar kamu sebut lelaki dan anak itu, aku hanya mau kamu, aku kangen sama kamu, harus nya kamu nikah sama aku.


“oya, terus kenapa kamu ninggalin aku, bahkan saat harapan ku di atas angin mas"


"ini yang mau aku jelasin ren"


rena menangis, ia takut (rey sayang, tolong aku gumam rena dalam hati) bagaimana pun Ferdi bukan Ferdi yang dulu yang rena kenal, dia tau bagaimana semua kejadian yang melibatkan lelaki yang pernah ada di hati nya itu,


rena melihat nya, Ferdi tampak kurus, rambut yang kurang rapi, dia berbeda


"aku mau pulang mas, plase, kembalikan Nino"


Ferdi bangun, betapa ia emosi kenapa bukan dia yang ada di hati rena seperti dulu


" aku haus"


"ya Allah, maaf sayang, aku ambil dulu minum... (Ferdi pergi ke luar kamar. rena mencari tas nya, semoga ada di kamar ini, tapi nihil, dia tak menemukan nya " rey, datang lah, aku ga tau ini dimana" rena menangis"


"kamu kenapa nangis? tanya Ferdi


rena tak menjawab nya,


" aku mau pulang mas"


"rena kamu aman di sini sama aku, tinggalin rey kita mulai lagi semua sama sama"


plakkk.


rena menampar Ferdi,


"apa kamu bilang? tinggalin rey dan balik lagi ke kamu??? kamu gila mas (rena berteriak, se umur hidup nya ia baru se marah ini pada seseorang)

__ADS_1


benar, Allah ga akan ngasih sesuatu ke kita karna allah tau yang terbaik buat kita,


Allah guratkan nasib nya buat aku di tinggal kamu pas mau nikah, sekarang aku ngerti, Allah tunjukin di saat yang tepat, kamu ternyata ga baik buat aku ( Ferdi menatap rena tajam, dia tak suka rena berbicara begitu)


Allah datangkan rey buat aku, buat gantiin kamu, kamu tau mas aku suka sama dia dari pertama kita ketemu, tapi aku tau diri, aku udah punya kamu..


tapi apa yang kamu lakuin sama aku mas? (rena mendorong dada Ferdi emosi) kamu tidur sama cewe lain di saat kita udah janji akan nikah, bahkan dia hamil dan kamu membunuh nya??


"ga gitu ren, itu kecelakaan aku ga sengaja, aku ga inget kalo aku tidur sama dia, ada seseorang yang nyelakain aku,


dan tiba tiba dia hamil, aku ga suka sedikit pun sama dia ren.


tapi aku coba tanggung jawab aku ga mau nambah dosa kalo aku gugurin anak itu,


" terus apa? kamu malah bunuh ibu nya juga kan??


"itu kecelakaan sayang, aku ga sengaja dorong dia" (nada suara Ferdi melembut)


kita ga pernah bahagia, kita selalu berantem karna aku ga suka sama dia..


please rena, maafin aku, aku janji aku akan jadi lelaki yang paling baik, .


"stop sebut aku sayang, aku jijik sama kamu.


" sebenci itu kamu sama aku ren?


"aku harus gimana? memuja kamu? terus berharap kamu datang, aku ga segila itu fer"


"aku ga akan biarin kamu keluar dari sini, kamu milik aku ren"


rena memandang Ferdi penuh amarah,


"rey pasti nemuin aku di sini, aku harap kamu jangan buat masalah, lepasin Nino dana aku, aku akan minta ke rey buat lepasin kamu,


" kamu ngancem aku?


secepat ini kamu berubah ren, kamu jadi kasar sama aku, apa yang rey ajarin selama ini ke kamu?


"itu awal sayang, kamu belum tau siapa dia"


"aku emang belom tau siapa dia, tapi yang a ku tau, dia bersedia menyerahkan hidup nya untuk kehidupan ku,,


" aku muak denger nya ren, harus kamu tau, aku akan ngelakuin apa pun buat kamu balik lagi sama aku..


"kamu gila fer"


"aku gila karna kamu ren"


"kamu gila karna kamu sendiri, apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai"


"cukup ren, sekarang kamu minum, aku mau siapin makan buat kamu"


"ah.. (rena meringis, perut terasa sakit)


" kamu kenapa ren?? (memegang bahu rena)


"lepasin aku, jangan sentuh aku (rena berteriak, ia menangis) " ya Allah, rey tolong aku, perut ku... "


Ferdi panik, ia pergi ke dapur membuat air hangat, membawakan handuk kecil untuk rena gunakan, siapa tau ia ingin mengompres perut nya


"tinggalin aku sendiri fer ( nada nya meninggi lagi)


aw... perut ku, sayang bertahan ayah pasti datang jemput kita (mengelus perut nya, Ferdi melihat itu)


" kamu hamil?? (tanya nya ragu, rena memberikan tatapan tak suka pada Ferdi)


"apa penting nya buat kamu?, tinggalin aku sendiri fer, aku benci sama kamuu"


Ferdi pergi, mengetahui itu dia emosi


"rena hamil anak rey" meninju tembok di hadapan nya, tangan nya terluka "ini ga mungkin, secepat ini kamu lupain aku ren? sedangkan aku slalu mikirin kamu?? “ terduduk dia menjabak rambut nya kesal.

__ADS_1


rey mengetuk ngetik tangan nya, dia tak sabar, mengapa terasa lama sekali,


" rey... (frans memanggil)


dani menemukan titik lokasi rena, lokasi jauh dari rumah, seperti nya Ferdi sengaja agar kita tidak mudah menemukan nya


"pantau terus, kita langsung ke lokasi terdekat, jangan gegabah aku ga mau rena terluka seujung kuku pun"


"kita gabung sama polisi rey, Ferdi buronan, langkah baik nya jika polisi ambil tindakan,


" lakukan jika itu baik, aku ga mau rena kenapa napa, kenapa serasa lama sekali perjalanan "


"kita baru setengah jam terbang rey, sabar lah"


menemukan titik lokasi, dani membentuk team, bekerja sama dengan kepolisian,


GPS HP rena terpantau tepat di kp Baleendah,


semoga benar, dan bukan pengecohan,


menyisir lokasi, dani menemukan sebuah villa. ia melapor pada bos nya


"terpantau lokasi GPS nona, di baleendah, diperkirakan di sebuah villa"


"kepung, jangan sampai Ferdi curiga"


"baik"


"tembak saja dia, berengsek seperti dia jangan kasih ampun"


rey menoleh, terserah dengan Ferdi, yang penting rena tidak boleh terluka


"sayang bertahan, aku datang, mengusap foto tes kehamilan yg rena berikan“


" apa rena hamil??


rey mengangguk,


"kita semua menunggu kabar ini, Nino sungguh ga! sabar pengen punya ade bayi"


frans mengusap bahu rey, memberikan kekuatan


"ga akan terjadi apa apa rey, kita berdoa semoga Allah lindungin rena dan calon anak kalian"


rey mengangguk, ia melihat ke luar jendela yang mana hanya kabut putih di sana


Ferdi memantau keliling, tidak ada tanda tanda orang lain di sana, ia pergi ke kamar, melihat keadaan rena, rena tertidur..


Ferdi baru sadar, akan kah rey mengetahui keberadaan nya di sini, bisa saja HP rena terlacak, mencari tas rena yang ia simpan di sembarang tempat, Ferdi menemukan nya, membuka tas mencari HP,


entah berapa panggilan yang masuk, Ferdi mematikan HP rena, namun ia terlambat, dani sudah menemukan nya,


menyisir tempat sekitaran villa, dani melihat gps rena mati, tapi lokasi sudah tekunci,


berbagi tugas dengan polisi, dani tak mau gegabah, frans memerintahkan nya untuk mengikuti arahan polisi,


mendarat di bandara husein bandung


fitri: sultan mah bebas ya ga mikirin perijinan😆 serasa dunia milik sendiri, mau naek turun juga... lanjuttt


rey bergegas menuju lokasi, semoga jalanan lancar, rey sempat meminta menggunakan heli, tapi itu akan mencurigakan, karna suara heli sedikit bising,


fitri: kalo pake heli keren kali ya bang rey, glantungan gitu loncat ke arah villa hihiij


rena terbangun, perut nya masih berasa sakit, walaupun tak sesakit tadi, rena duduk "rey..,. (rena bergumam, apakah rey tau kejadian ini, dia di Malaysia, bahkan tadi pagi no nya tidak aktif, rena melihat lihat ke luar jendela, di sana perkebunan terasa sepi " di mana ini?? "


Ferdi yang berada di luar, melihat bayangan hitam melewati jendela di samping nya, ia curiga, membuka gorden sedikit mengintip namun sepi, dia mengingat rena, ferdi langsung menghampiri nya. rena terduduk di kursi


"apa masih sakit?? melihat dahi rena nampak berkeringat,


" bukan urusan kamu.. "

__ADS_1


brakkkk, suara pitu di dobrak langkah kaki beberapa orang mendekat..


__ADS_2