Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
berkunjung


__ADS_3

July dan rakha sudah siap untuk meeting dengan para kolega nya,


papah nya malam tadi berangkat ke London,


mereka terus saja begitu, berganti tempat,


Nino memeriksa waktu, keberangkatan nya pukul 9 pagi, berarti di Singapura pukul 8 kini.


ia hanya mengucapkan selamat pagi pada July, July tidak tau Nino akan datang hari ini, wanita nya itu punya meeting penting, ia tidak mau mengganggu nya..


namun Nino sudah memberitahu Al ia akan datang, sekretaris July akan membantu nya memberi kejutan,


Al memerintahkan sopir nya di Singapura untuk menjemput Nino, ±2jam perjalanan Nino tempuh,


"pak, bisa minta tolong? “ kata Nino pada sangat sopir


" iya den, ada apa? “


"bisa mampir dulu ke toko bunga? "


"siap den.. buat non Jullyana ya? " sang sopir tersenyum


"iya Pak" jawab Nino


½jam perjalanan, Nino di bawah ke toko bunga yang cukup besar, jika ia dulu ke toko bunga untuk pergi ke pemakaman, lain hal dengan ini, ia akan memberikan wanita nya kejutan, papah Al berkata July suka mawar kuning, itu sangat jarang jika di Indonesia,


namun tidak di sini, Nino menemukan berbagai macam mawar warna warni,


Nino sendiri lebih suka warna putih, ia meminta penjaga mencampur bunga mawar kuning dan putih dalam buket,


setelah memberikan beberapa dolar untuk bunga yang ia pesan, Nino pergi, ada rasa hangat di hati nya melakukan ini, ini tidak pernah ia lakukan.. pergi meninggalkan pekerjaan, dan membuat sedikit kejutan untuk wanita nya, jantung nya jadi berdebar,


sang sopir memperhatikan lelaki yang ia bawa kali ini, masih muda, jelas sangat cocok dengan nona nya,


terlihat Nino menyampaikan senyum melihat lihat bunga yang ia genggam. menularkan rasa hangat pada sopir yang di ketahui bernama amir (ga pake Khan) itu...


"maaf tuan, mau ke kantor, apa ke rumah tuan Al? “ tanya amir.


" ke kantor saja.. ini masih siang.. Ana pulang sore kan?? “


"Ana maksud nya?? " tanya amir


Nino tersenyum,


"maaf Pak, aku memanggil July dengan sebutan Ana"


"owh... duh romantis sekali, memang kalo sama pasangan harus ada panggilan berbeda den"


Nino mengangguk, ia malu sebenar nya,

__ADS_1


merasa asing di negara berlambang patung berkepala singa ini, Nino menikmati pemandangan, ia bertanya apa yang ia tidak tahu pada amir..


sebenar nya, bisa saja ia terbang menggunakan jet pribadi ayah nya, dan membawa se orang pengawal untuk nya. namun Nino tak mau dengan itu, hidup nya bebas.. walaupun ayah nya selalu mewanti wanti,


"setiap orang tidak selalu baik Nino"


ia merasa tidak memiliki musuh, ya walaupun kembali lagi pada pemikiran orang lain,


"sebaik apa pun yang kita lakukan.. akan ada yang sellau tidak menyukai nya"


amir membelokan mobil ke kanan, memasuki area perkantoran, Nino menatap gedung milik Alif itu, tak kalah dengan milik ayah nya,


"sudah sampai den.. "


seseorang membuka kan pintu mobil untuk Nino, Nino mendapat sambutan hangat.


"selamat datang dokter Nino" lelaki tegap itu menunduk


"hey siapa yang mengajarkan itu" ucap Nino tersenyum, lelaki itu membalas senyuman,


"tuan Al memberi tahu kami, kalau tamu nya dokter Nino dari Indonesia akan datang berkunjung"


"baik lah" Nino tersenyum, lelaki itu hendak membawakan buket bunga milik Nino,


"jangan, biar aku sendiri yang bawa" ucap Nino,


"maaf, baik tuan.. mari ikut saya"


seketika semua orang yang bertemu menundukan kepala nya memberi hormat,


karyawan wanita saling berbisik melihat siapa gerangan tamu istimewa yang datang, begitu tampan...


"ini pasti ulah papah nya July" Nino bergumam, jika di kantor ayah nya ia bisa mondar mandir dengan santai, tidak dengan di sini, semua tampak Canggung,


"tuan ke sini" amir menunjukan arah lift khusus,


Nino mengikuti nya. ini jam istirahat, apa July sudah selesai meeting?? Nino penasaran


"apa July sudah selesai pak? “ tanya nya pada lelaki berbadan tegap itu,


" sudah berapa jam, seperti nya sebentar lagi akan selesai tuan"


Nino mengangguk,


pintu lift terbuka, Nino melewati koridor lumayan panjang, seorang sekretaris di ujung sana sudah berdiri sambil tersenyum.


"selamat siang tuan Nino, saya siska, nona sebentar lagi selesai, mari saya antar ke ruangan nona"


"iya terimakasih,

__ADS_1


Nino pun berterimakasih pada lelaki yang menyambut nya di bawah tadi,, tak lupa juga pada amir,


" silahkan duduk tuan,


sesuai permintaan tual Al, nona July tidak tau tuan Nino datang, selama menunggu, tuan mau minum apa?? “ tanya Siska ramah


"terimakasih Siska, boleh aku minta air putih, dan kopi jika tidak keberatan"


"tentu tidak tuan, di tunggu sebentar ya.. saya permisi dulu"


"Terimakasih"


Nino merasa terpesona dengan ruang kantor July, perpaduan biru tua, abu dan yang paling dominan adalah putih, Nino bangun, mendekat pada meja kerja July, di sana ada foto July yang begitu menawan tersenyum ke arah nya, juga ada foto July dengan keluarga nya,


seseorang masuk secara tiba-tiba, sambil mengomel, Nino menoleh ke arah pintu,


"selesaikan cepat meeting ini kepalaku hampir pecah" July tiba-tiba diam, sekretaris nya tersenyum di belakang July melihat nona nya terpana begitu, mata nya melotot, tangan nya menutup bibir. July tersenyum senang,


"hey kamu siapa maen masuk ke ruangan ku tanpa mengetuk pintu" ucap Nino jari nya menunjuk pada July,


July mengerutkan kening nya


"hey tuan apa tidak terbalik, anda yang masuk ke ruangan saya, dan apa itu yang Anda pegang?? "


Nino tertangkap basah sedang memegang bingkai foto July, July menertawakan nya,


"aku sedang iseng saja" Nino beranjak menuju sofa, membawa buket bunga pada July


"jangan marah marah, nanti cantik nya ilang"


July menerima buket bunga dengan perasaan haru, ia maju memeluk Nino,


"kamu ga bilang mau datang hari ini.. " kata July


"ini kejutan, aku bekerja sama dengan papah Al"


"terimakasih" July mempererat pelukan nya


"bunga nya sangat cantik, aku suka" July menghirup udara banyak banyak, wangi parfum Nino sangat menenangkan, lelah nya seketika hilang..


"bunga cantik untuk yang paling cantik"ucap Nino mencium puncak kepala July


_ **ada yang meleleh, tapi bukan lilin 🥰_


berikut visual non jullyana, terlihat dewasa ya.. karna 2tahun lebih tua dari bang Nino, tapi cantik kan????


jangan lupa like dan comment ya gais, biar tambah semangat up nya,,


coba kita curhat, se jauh ini apa kah cerita nya menarik???

__ADS_1


tulis di kolom komentar ya, terimakasih 🥰**



__ADS_2