
Al pulang karena mendapat kabar sekitar 1jam lagi Rey akan sampai.
jarak bandara lebih dekat ke rumah Al, oleh karena itu Rey akan berkunjung dulu ke rumah..
Al meminta pelayan untuk menyiapkan hidangan,
"papah rakha sama siapa? " tanya July
"ada Edward, kalian tenang saja, alhamdulillah rakha semakin membaik"
"alhamdulillah" ucap Nino
"papah ke ke kamar dulu, papah belom mandi dari pagi"
July tertawa,
"dandan lah yang tampan pah" ucap nya
"baiklah, karna ini tamu spesial kita, papah pasti akan lebih tampan dari biasa nya" Al tersenyum mengusap pipi putri nya,
"aku ko jadi deg degan ya Nino... padahal aku sering ketemu sama keluarga kamu"
"mungkin momen nya berbeda" jawab Nino
"iya..., ya udah aku siapin makan dulu buat kamu"
"biar aku yang masak.. " kata Nino
"kamu?? memang bisa??" tanya July ragu
"kita lihat saja sayang" Nino berlalu pergi ke dapur, meninggalkan rona merah di pipi July karna panggilan nya tadi.
July mengikuti Nino ke dapur,
"mau masak apa?? " tanya July
"kamu harus coba nasi goreng buatan aku"
July membuka kulkas,
"nasi goreng di siang hari?? "
"emang kenapa? apa ada peraturan lain?? "
July menggeleng,
"apa saja bahan nya?? "
"keluarkan saja apa yang ada.. " Nino menantangnya
"baik chef"
Nino memakai Appron yang menggantung di pinggir lemari, July membantu nya mengikat tali di punggung Nino
"terimakasih " ucap Nino
July tertawa, Nino sangat serius sekali.
July membantu nya mencuci ayam, merebus nya, dan menjadikan nya ayam suir.
Nino menyiapkan bumbu,
mereka mulai masak,
"kamu suka makanan apa ana? " tanya Nino
"emh... aku suka semua, tidak ada makanan khusus yang aku sukai"
Nino mengangguk
"selain nasi goreng, apa lagi yang kamu bisa?? " tanya July
__ADS_1
"air rebus, mie instan"
July Terperangah,
"itu mah anak SD juga bisa chef"
Nino kini yang tertawa,
Al turun dari kamar nya, mencium aroma yang begitu menggoda hidung, dan dengan cepat perut nya keroncongan,
Al mencari sumber dari aroma itu,
ia melihat Nino dan July di dapur,
Nino meniup nasi goreng nya di sendok untuk di cicipi July, July menunggu dengan tidak sabar, membuka mulut nya,
"hmmmm..... " nasi goreng masuk ke mulut nya
"apa masih panas.. ? " tanya Nino
July menggeleng, ia menatap Nino,
"aku rasa nasi goreng yang aku buat, bumbu nya sama seperti yang kamu buat, tapi kenapa rasa nya beda? “ tanya July
" beda bagaimana? “ tanya Nino
"ini lumayan enak"
Nino tersenyum. July tidak mau mengakui kalau masakan Nino enak
"itu karena, Nino memasak nya dengan cinta"
Al datang, membuat kedua nya salah tingkah,
_sejak kapan papah Al di sana?? _
Nino merasa malu,
"nasi goreng campur ala chef dokter" ucap July. kenapa jadi terdengar janggal, mau chef, apa dokter ya??
"papah mau 1porsi oke" Al berlalu, ia menunggu di meja makan
"yang benar, bagaimana rasa nya? aku malu pada papah Al? " Nino merasa grogi
"apa kamu nervous?? “
"engga... " ucap Nino, mengambil piring, ia mulai menata nasi goreng di piring untuk Al
"nasi goreng nya enak sayang, tenang saja oke" ucap July tersenyum...
July meraih piring di tangan Nino, ia akan pergi karena mendapat tatapan aneh,
mungkin karena ia membalas nya memanggil nya sayang...
"lho.. yang kalian mana?? " tanya Al.. karena July hanya membawa satu piring
"papah icip dulu, kalo rasa nya oke.. baru kita akan ikut makan... " kata July
"jadi papah di jadikan bahan percobaan?? “
" bukan begitu papah sayang, mau July suapin?? "
"kamu suapin aja Nino sana, papah akan menikmati ini di belakang"
Al membawa piring dan minum nya, ia akan makan di teras belakang, dia papah yang perhatian... memberikan waktu untuk putra putri nya agar semakin jauh mengenal...
Nino dan July makan dengan senyap, namun mata mereka saling lirik,
Nino ingin mendengar July memuji masakan nya, dan July sendiri merasa enggan mengucapkan nya karna masakan nya kalah enak dengan masakan Nino, jujur ia sangat suka dengan rasa nasi goreng buatan Nino ini.
"so, apa menyantap nasi goreng di siang hari bermasalah?? " ucap Nino melipat sendok dan garpu, menyudahi makan siang nya..
__ADS_1
"tidak buruk, mungkin karena rasa nasi goreng nya sangat enak" July akhir nya memuji nya
Nino tersenyum puas, July bangun dari duduk nya, membereskan piring, ia mendekat pada Nino dan berbisik
"membuat orang lain senang dapat pahala kan?“
July tertawa, Nino menatap nya sinis,
_ jadi July memuji nya karena ingin mendapat pahala.. bukan masakan ku yang enak?? _ Nino bergumam dalam hati.
July langsung mencuci piring mereka,
Nino datang di belakang nya, mengungkung July, kedua tangannya memegang wastafel.
" maafkan aku " Nino berbisik, July membeku jantung nya berdetak tak karuan,
"tentang apa?? “ jawab July melanjutkan cuci piring nya,
" aku belum minta maaf dengan benar masalah di RS. Ana aku menyusul mu ke bandara, Farhan teman ku mendengar kamu menelpon, mendapat kabar seseorang mengalami kecelakaan,
aku rasa aku sudah cepat, tapi pesawat mu baru saja terbang"
"kamu langsung ke bandara? " tanya july
"ya, aku ingin menyusul mu dan meminta maaf"
"Nino aku ketinggalan pesawat, aku terlambat. jadi aku ikut penerbangan selanjut nya tiga jam kemudian.. "
July membalikan tubuh nya, jarak mereka begitu dekat, Nino membetulkan posisi nya menjadi tegak, menghindari sesuatu lebih tepat nya.
"lalu kamu kemana? apa ke apartemen? " tanya Nino bingung.
"jadi begini, dari RS aku langsung ke bandara, tapi aku terlambat 10 menitan"
tunggu, aku bertanya pada petugas lelaki, dia bilang kenapa hari ini banyak yang terlambat,, apa mungkin kamu datang sebelum aku? “ tanya July,
"bisa jadi,
tapi, entah mengapa aku berharap, kamu tidak terbang, dan beristirahat di apartemen, aku langsung ke sana"
July menganga, mendengar itu,
"karena aku terlambat, dan penerbangan 3 jam lagi, aku juga ke apartemen Nino,
dan aku ingat, ibu pemilik laundry bilang kalau ada lelaki tampan nyariin aku"
Nino tersenyum, dan menggelengkan kepala nya,
"allah membiarkan aku kelimpungan,
mungkin agar aku tau, bahwa tidak boleh menyianyiakan orang lain.. "
July tersenyum,
"aku juga belum berterimakasih dengan benar Nino, terimakasih atas waktu,. perhatian, dan pokok nya semua nya, aku tau kamu lagi banyak tugas di RS, tapi kamu datang, aku sampai gak berani, bahkan untuk memikirkan kamu selametin aku pun,
aku ga berani.
aku merasa hubungan kita masih samar,
di tambah foto itu, aku rasa gak berhak untuk berharap apa pun tentang kita"
Nino, membetulkan rambut July yang tidak beraturan, mengalihkan tatapan mata nya ke rambut, jantung Nino deg degan sungguh
"maaf, sudah membiarkan mu pergi dengan rasa kecewa, aku ga bisa bayangin jika terjadi sesuatu dengan kamu Ana,
maafin aku oke?? " Nino mendekat mencium kening July sedikit lama, July tersenyum ia mengangguk
"aku udah maafin kamu sebelum kamu minta maaf Nino, boleh sekarang aku bilang, kalo aku sayang sama kamu..? "
kini Nino yang mengangguk,
__ADS_1
"aku juga sayang kamu Ana, semoga kedepan nya Allah kasih kelancaran untuk hubungan kita"