
rena sudah lebih fresh dari pagi tadi, setelah meminum obat yang dr dona resep kan,
rey tak meninggalkan nya sedikit pun, sampai ia membawa laptop nya ke kamar.
benar rena tidak baik baik saja, setelah ia mengungkapkan isi hati nya pada rey ia membaik
pagi tadi,
rey menemani rena berbaring, ia menyisir rambut sang istri yang lembut menggunakan tangan, menciumi wangi syampo yang melekat di sana.
"berjanjilah padaku" (rena menatap sendu sang suami)
"tentang apa? "
"jangan terluka lagi"
rey tersenyum, ia merasakan kasih sayang rena pada nya mulai tumbuh semakin besar
"tubuh mu tergores saja aku merasa sakit hati, apa lagi jika.... (rena tak meneruskan ucapan nya, jangan kan di ucapkan, berfikir saja tentang ditinggalkan rey sangat sulit)
rey tau apa maksud kata kata rena
" jadi cinta mulai tumbuh?? ( rey bertanya)
rena tak mengerti mengapa suami nya bertanya begitu
"rena, jujur aku sempat ragu, pernikahan kita bukan lah yang kamu ingin kan, aku fikir ini akan sulit, namun alhamdulilah Allah memberikan kemudahan, kamu bahkan sempat mengandung anak kita, buah cinta kita, aku juga bahagia mendengar kata kata yang kamu ucapkan saat Ferdi nyulik kamu, kamu hanya mengharapkan ku, itu membuat aku kuat, luka yang aku rasakan tiada rasa nya, dibanding melihat mu terluka "
"kamu harus tau, aku sempat menepis kebimbangan di hati, saat itu aku memiliki Ferdi, kami sudah serius melanjutkan ke jenjang berikut nya dalam hubungan,
namun kamu datang, kita bertemu, jujur aku goyah perlakuan manis yang kamu kasih, tak pernah aku dapat dari Ferdi sebelum nya (rey tersenyum, mengingat begitu hati hati dan grogi nya dia saat membawa rena makan malam bersama keluarga nya, ia meminta pendapat pada keluarga tentang rena)
mamah juga pernah bilang, dia lebih menyukai kamu rey dari pada Ferdi (ada hati yang berbunga mendengar kata itu), aku pun tau kamu punya perasaan padaku waktu itu, aku perempuan, bisa merasakan mana sayang dan hanya sekedar kenal,
namun itu tidak mudah, banyak yang harus aku fikirkan, terlebih siapa kamu dan keluarga kamu, kalian memiliki kedudukan dan posisi tinggi di sini, apa yang akan mereka katakan tentang aku nanti,
sampai hari pernikahan itu, kamu tau aku bahagia melihat kamu datang, karna saat aku pamit, kamu sudah di Malaysia"
"itu bohong sayang, aku ada di sana, di sebrang jalan dalam mobil, aku baru pergi ke Malaysia setelah melihat mu pulang"
"apa? untuk apa berbohong? "
"aku ga mungkin melihat dengan terang terangan seorang yang aku sayang di bawa pergi lelaki lain, jujur aku tak sekuat itu, terlebih ini untuk kedua kali nya aku kehilangan"
rena menunduk, mereka saling mencurahkan isi hati hari ini
"kamu tau rena, aku mencoba mempertahankan mu dekat dengan ku, aku menawarkan pekerjaan lain saat kontrak kerja mu selesai kan, ya anggap itu modus, tapi aku tidak bisa memaksa, terlebih alasan mu adalah mamah,
dan cincin yang kamu pakai saat ini, aku siapkan jauh jauh hari, momi yang memilih nya aku ingat momi berkata *sebelum janur kuning terbentang, seorang wanita masih milik orang lain*
__ADS_1
aku akan memberikan nya saat kamu pulang ke Bandung, aku ingin melamar mu, walaupun aku tau ada Ferdi,
namun itu aku urungkan,
aku bahkan pernah membuang nya, namun aku ambil lagi, aku se galau itu rena, aku berniat akan menjadikan nya hadiah di pernikahan mu saja, bersama kado kado yang lain, siapa sangka kan, itu akan tersemat langsung di jari manis mu hari itu"
"kini aku bahagia rey,
aku memang terluka karna Ferdi, namun itu tak seberapa di banding luka yang aku rasakan karna di tinggal mamah, aku ingin teriak, aku ingin menghancurkan semua barang yang ada di sana, tapi kamu hadir, aku sedikit merasa ada kekuatan, aku ingin sekali marah pada Tuhan, kenapa harus aku, Ferdi tidak lah berarti, namun mamah (rena menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya, ia menahan tangis, rey memeluk nya) aku merindukan nya rey.... " (rena menangis rey membiarkan nya)
"ungkap kan sayang, jangan kamu bebani hatimu, ada aku kita bisa berbagi segala nya, suka duka."
rena mulai tenang, mengusap wajah suami nya, memandangi nya lebih lekat lagi,
"maka berjanji lah, jangan terluka,
seperti yang pernah kamu minta padaku, aku pun memohon, aku tak punya siapa siapa lagi rey, hatiku sudah banyak tergores, aku berharap dapat sembuh, dan kamu lah harapan ku untuk menyembuhkan nya" (rena mengecup lembut bibir suami nya, rey merasakan cinta di sana)
"aku janji sayang, aku akan selalu ada untuk mu, selama aku bisa, apapun akan aku lakukan, hanya kematian yang dapat memisahkan kita"
rena mengangguk,
"sebenar nya siapa diri mu rey,? "
rey terdiam, mencerna apa yang istri nya katakan,
kamu memaksa aku menjadi istri mu, siapa kamu sebenar nya rey?? "
rey tertawa, rena sudah menjadi istri nya hampir 3bulan ini dan dia belum mengenal suami nya ini,
"sini, aku peluk, akan aku jawab semua yang kamu tanyakan " (rey bersandar di ranjang nya, membawa rena dalam pelukan)
"ceritakan siapa diri mu rey"
"baik lah,
aku seorang duda ber anak satu (rey membuka ceritanya, namun salah, rena mencubiit perut nya)
" bukan itu, aku sudah tau itu, serius rey (rena protes)"
"ahahaa, ok aku serius..
momi menikah dengan papi, momi berasal dari Indonesia, dan papi dari Malaysia, keluarga momi dan papi cukup berada, mereka bertemu di sebuah museum di Indonesia, papi sedang berwisata di sini, singkat cerita mereka menikah, memiliki 3anak, ka nadia, aku, dan si bungsu putri..
kami memiliki dua tempat tinggal, di Indonesia dan di Malaysia, bagaimana pun papi tak bisa meninggalkan bisnis nya di sana,
aku dan kak nadia sekolah dasar dan menengah di Malaysia, dan alhamdulillah, perusahaan papi berkembang, ia menambah usaha nya di sini juga, nah kalo momi, keluarga nya bergerak di bidang fashion, mereka punya pabrik baju, dll..
dua keluarga saling mendukung satu sama lain, dan berkembang begitu pesat, papi membuat usaha usaha baru, melihat angka pencari kerja, dan minat fashion meningkat di Indonesia, beliau mulai membuat cabang, alhamdulilah Allah mudah kan, maka ini lah hasil kerja keras papi dan momi, aku hanya meneruskan sayang,
__ADS_1
sempat ada konflik, seperti orang orang yang tak jujur, korupsi dll, namun papi punya orang orang hebat kepercayaan nya, sehingga penghianat bisa di. musnahkan dengan mudah,
aku dan ka nadia pindah ke Jakarta, kami sekolah sma di sini, kak nadia kuliah di sini,
tapi aku di Malaysia..
kamu tau rena? sebelum mendapat gelar S1, aku sudah berada di perusahaan, tepatnya mungkin saat aku berusia kurang 20 tahun, bisnis dan management, jadi pelajaran ku se hari hari,.. aku pegang perusahaan di Malaysia, dan papi di Indonesia..
waktu bergulir begitu cepat,
sampai di mana papi meninggalkan kita, kamu tau, kepergian papi masih jadi misteri, ia mengalami kecelakaan, hari itu saat akan peresmian hotel dan resto yang sempat kamu kerja di sana,
banyak kejanggalan,
papi dan pak samsul (ayah frans) meninggal, papi hari itu, dan pa samsul se minggu setelah nya, menyusul papi. itu jadi duka terdalam untuk kami,
sejak saat itu, aku dan kak nadia bekerja keras, mempertahankan apa yang telah papi bangun, dengan orang orang yang masih setia pada kami,
aku bolak balik, Indonesia- Malaysia, sambil kuliah s2, (rey tersenyum, ia mengingat masa masa sulit itu, tak ada kata lelah, ia berjanji pada mendiang ayah nya akan menjadi lelaki yang ayah nya inginkan)
"sayang, (rena mempererat pelukan nya, ia tau suami nya sedikit melow)
" aku kuat rena, aku punya frans, aku punya dani, dan anto, mereka sahabat, saudara.
di kantor kita menjalankan protokol, tapi di luar kita becanda, mereka teman nongkrong, teman main bola, hampir semua kegiatan kita lakukan bersama, sampai aku menikah, dan waktu sangat singkat, aku kehilangan nya, jujur aku prustasi, aku sempat tak peduli dengan semua orang, aku meninggalkan bisnis, di situlah aku bertemu geng motor ku, taman teman SMA dulu,. salah satu teman kami mendapat masalah, kamu tau apa arti nya geng?? itu seperti terikat, satu teman mu terluka, maka yang lain akan ikut kesakitan..
dan ini lah hasil nya, dendam lama belum kelar, kami masih slalu di incar,
suatu hari aku kecelakaan, cukup parah,
momi habis habisan memaki ku di RS, aku saat itu ingin mati saja...
dan aku ingat, Bi asih, lah yang menangis, dia telaten merawat ku,
BI asih juga yang merawat ku sejak kecil, seperti tina menjaga Nino saat ini,
oleh karna itu aku minta, terbiasa lah dengan semua nya, pengawalan dll, ini untuk kebaikan kalian semua keluarga ku,
dan ini lah aku rena, suami mu, aku janji akan selalu membahagiakan kamu, kita akan menjadi keluarga yang bahagia, aku lebih bersyukur, kamu mau menerima Nino seperti anak mu sendiri"
rena puas, kini ia tau siapa rey,
"aku menyayangi nya sayang, Nino memang bukan lahir dari rahim ku,, aku janji, aku akan menjaga nya, membantu mu memberikan yang terbaik, InsyaAllah sampai nanti dia dewasa"
rey dan rena saling mengecup, mengalirkan rasa lega, dan bahagia di sana,
semoga hari hari selanjut nya akan lebih baik.
*hallo riders, cerita rey dan rena akan tamat bebrapa episode lagi ni.. tetap setia sampai akhir yaππ terimakasih*
__ADS_1