
Momi dan Rena masuk ke rumah, ini sudah cukup malam, mereka ke asikan ngobrol,
rena meraih HP yang ada di meja ruang tamu, ia terkejut, entah berapa puluh kali rey menelpon, dan mengirim pesan juga..
rena pergi ke kamar nya, menghubungi suami nya. nihil rey tidak mengangkat nya
"yaah, ayah pasti marah" (rena bergumam, tak lama kemudian rey menelpon nya lagi)
"assalamu'alaikum ayah... " ( nada so imut keluar, tidak ada jawaban dari sebrang sana)
"sayang... kamu marah ya?? ( rey masih diam, rena menjahili nya,. mematikan telpon, rey menelpon nya lagi)
" berani berani nya kamu memutuskan telpon rena (rey marah, namun rena tau suami nya bercanda)
"ya habis, telpon itu antara dua orang, masa aku saja yang bicara"
mulut rey manyun di sebrang sana,
"kenapa telpon ku ga di angkat?? "
"maaf ayah, aku ke asikan ngobrol di belakang sama momi" (jawab rena senyum senyum)
"sampai melupakan ku? kamu tau aku kangen"
"aku tau... " (rena tersenyum)
"aku tau kamu lagi senyum senyum rena"
"wah ayah ko tau??"
"apa yang aku ga tau tentang kamu.. (rena terdiam, seperti nya mood rey sedang kurang baik, dia sedikit sinis)
aku kangen kamu, aku lelah baru sehari saja di sini"..
" sayang, maaf ya... " (rena sungguh sungguh memohon) tadi kita ngobrolin kehamilan, momi cerita banyak pengalaman hamil anak anak nya.. "
rey mendesah di sebrang sana,
"aku yang minta maaf, sungguh aku lelah, aku pengen peluk kamu semalaman"
rena tersenyum.
__ADS_1
"akan aku temani di telpon ya" (kata rena)
"aku pengen tidur di pelukan kamu sayang"
"ya lalu aku harus bagaimana?? (rena malah yang sewot) aku harus gimana rey, apa aku harus terbang ke sana malam ini??? β
rey terdiam sejenak,
" aku akan tidur saja, tutup saja telpon nya... "
( ia merajuk)
"reynan, suami ku sayang...
kamu harus semangat, itu sugesti saja, jangan tambah pekerjaan mu yang berat dengan memikirkan nya, mengalir saja seperti air, itu akan meringankan mu, dan itu akan tidak terasa..
ajika selalu di pikirkan, dan menjadi beban, kamu akan merasa berat melalui nya... "
ini yang rey suka dari rena, ia selalu memberikan ketenangan dalam hati nya,
"maaf... " ( rey menjawab nya pelan sekali)
"sudah,.. baiklah aku akan mencoba tidur, mungkin akan cepat berlalu malam ini"
rena tersenyum,.. suami nya seperti anak kecil
"selamat bobo ayah, mimpi in bunda ya... mmmmuachhh" ( rena malu sendiri mengucapkan nya, rey pun tersenyum di sana)
"bunda dan calon anak ayah juga met bobo, love u, mmmuachhh, kirimkan foto pada ku"
"foto siapa? " (rena tidak mengerti)
"bi asihβ (jawab rey asal)
" untuk apa?? "
"aku merindukan nya"
"reyyyy kamu ya.... (rena marah, jelas ia cemburu)
" ahahaaa, ya kadang istri ku sedikit loading, aku meminta foto mu sayang, yang terbaru"
__ADS_1
"ahahaaa (rena tertawa, benar kata suami nya, rena loading)
ya sudah tutup telpon nya, aku akan foto"
"hmmm, assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam sayang"...
masih ada tawa di bibir nya, rena merapihkan baju dan rambut nya,
" kenapa ga Vc aja coba?? ( rena menggerutu)
ya sudah lah, dari pada dia marah... "
rena mengambil gambar, mengirimkan nya pada rey,
"kamu yang tercantik sayang, πππ"
(rey membalas pesan nya)
"terimakasih ayahπ"
"kamu ga minta foto aku?? " (tanya rey)
"untuk apa??, aku hanya tinggal memejam kan mata ku, untuk melihat mu dari sini.... " (gombal nya keluar rena)
rey merona pipi nya,
"aku akan pulang malam ini"
(mengirim pesan cepat)
"πππ, jangan begitu... selesaikan dengan cepat, aku menunggu mu di rumah, aku juga merindukan mu sayang... "
sudah merona, meleleh pula hati rey,
"baiklah, mari kita tidur"
"iya sayang"...
menggulir satu persatu foto mereka di HP nya, tak terasa rey terlelap meninggalkan HP nya yang masih menampilkan foto sang istri...
__ADS_1