
Nino merasa diri nya sudah secepat mungkin.. namun tidak melihat July walau belakang tubuh nya saja.. Nino kewalahan, July sangat cepat.
"permisi, penerbangan ke Singapura jam berapa pak? " Nino bertanya pada pria berseragam yang tak jauh dari tempat nya berdiri.
"baru saja terbang tuan"
Nino melemas, sia sia perjuangan nya,
"aku tau kamu kecewa July maaf, aku ga bisa jadi seorang yang berguna buat kamu, aku bikin kamu pergi dengan menangis"
HP di saku celana nya bergetar, Nino meraih nya
"Nino July sama kamu?? “ Rey menelpon
" ada apa yah? “ _dari mana ayah nya tau ia bersama July tadi? _ Nino berpikir.
"Al telpon, July susah di hubungi, rakha mengalami kecelakaan "
"ya allah" sejenak Nino teringat, mungkin July mampir ke apartemen nya, tapi jika Nino pergi ke sana, siapa tau July menuju ke sini..
tapi penerbangan ke Singapura selanjutnya nanti sekitar 3jam lagi, Nino memutuskan akan ke apartemen saja, siapa tau pikiran nya benar.
"sayang... kamu ko diem..
ketemu ga sama Ana? tadi dia telpon bunda waktu baru sampai di bandara nanyain kamu kak" HP Rey beralih pada Rena, karna Rey tidak mendengar Nino menjawab
"iya July datang, ya udah bun, Nino tutup ya.. Nino buru buru, assalamu'alaikum "
"Wa.alaikum salammm" Rena merasa heran ia menatap HP nya, lalu pada Rey
"di tutup, katanya buru buru" ucap Rena pada Rey
"ya sudah, mungkin Nino sama July, nanti kita telpon lagi"
Rena mengangguk,
"Al kemarin menelpon, dia bertanya apa kah kita tau tentang hubungan anak anak kita?, karena July bilang, Nino ngajak July nikah"
"alhamdulillah, apa benar yah?? berarti Nino ga main main sama Ana kan?? “
" bisa di pastikan tidak sayang"
"bunda seneng banget denger nya, tapi belakangan ini Nino sibuk, mungkin dia belom cerita" ucap Rena
"iya, kita jangan tanya tanya.. biar Nino yang cerita sendiri".
__ADS_1
***
July mempercepat langkahnya, ia terus melirik jam di pergelangan tangan nya,
" ya Tuhan semoga ga terlambat "
bandara terlihat Lenggang July bertanya pada lelaki berseragam yang tadi juga Nino tanyai.
"pak permisi, penerbangan ke Singapura.?? “
"sudah terbang sekitar 7menit lalu nona"
"yaaah" July memijat kening nya.. dia terlambat.
"entah ada apa di Singapura, sudah berapa orang yang terlambat, tadi seorang lelaki muda juga menanyakan hal yang sama" ucap lelaki itu menggerutu, July tidak peduli akan hal itu, waktu nya masih lama, ia harus menunggu 3jam lagi untuk penerbangan selanjut nya..
seperti nya ia akan kembali pada niat awal nya untuk beristirahat di apartemen, namun July kelaparan, ia memutuskan makan dulu sebelum ke apartemen, entah ini makan siang atau sore, yang pasti makan nya sangat terlambat.
"kenapa sih harus macet?? " Nino memaki jalan di depan nya, ia tidak peduli, ia harus ke apartemen ga ada yang ga mungkin kan...?
Nino memencet bel, dan mengetuk pintu apartemen July dengan tak sabaran..
"July buka, semoga kamu di dalam" ucap nya pada pintu,
seseorang datang dari arah kiri Nino, ia pemilik laundry di bawah,
"iya bu, apa ada di dalam?? "
"nona kan sekitar 4/5hari lalu ya saya lupa, pulang ke Singapura, terakhir ia minta baju nya di antar cepat karna akan pergi"
"jadi July belum pulang? "
"belum tuan"
oke.. Nino kalah lagi, rasa bersalah nya bertambah besar...
July datang, lalu ke RS, dan pergi lagi, sedangkan ia menyambut nya dengan dingin,
ia pasti lelah, di tambah hati nya sedang tidak baik baik saja..
Nino dengan gontai pulang,
ini sudah sore, ia memutuskan pulang ke rumah saja...
**
__ADS_1
"kak, kenapa? kok lemes gitu" Rena melihat putra nya murung, Nino baru sampai di rumah
"mana Ana? “ tanya Rena lagi
" aku kehilangan dia bun"
"kehilangan gimana? “ tanya Rena serius
" kita lagi ada masalah, entah kenapa Nino malas sekali mendengar ucapan nya, lalu Ana pergi, waktu Nino mau susul entahlah dia ga ada, Nino udah ke bandara, udah ke apartemen, Nino ga nemuin Ana bun"
"kakak tau rakha kecelakaan? “ tanya Rena
Nino mengangguk,
" tadi di RS dokter Farhan denger July telponan sama seseorang, katanya ada yang kecelakaan, terus tadi ayah telp, Nino lagi di bandara itu, pesawat baru aja terbang pas Nino sampe"
"jadi Ana kemana? "
"entahlah semoga dalam pesawat bun"
"dia sambil nunggu taksi dari bandara ke RS, Ana baru nyampe dan sekarang pulang lagi,
ini bukan perjalanan jakarta bandung kak dia pasti cape"
"Nino tau bun "
"emang apa masalah nya sampe kame nge diemin Ana?? “
" maaf Nino belum bisa cerita bun"
Rena menatap putra nya,
"kamu ngajakin nikah ke Ana,
masalah apa yang membuat kalian jadi begini??
bunda kan bilang jangan permainkan perasaan perempuan, jangan jadiin Ana pelampiasan kamu aja Nino"
"engga bun, Nino sayang sama Ana" ucap Nino yakin, "Nino ga akan sembarangan ngajak perempuan nikah, Nino tau pernikahan itu bukan untuk main main, Nino mau menikah cukup satu kali se umur hidup"
Nino melihat bunda nya terdiam., dengan tatapan mata yang sulit di artikan,
"maafin Nino bun" Nino bangun, ia pergi ke kamar nya.
Rena harus tau apa yang jadi masalah nya, ia menghampiri Rey yang sedang bersiap pergi ke. sebuah acara di kamar nya,
__ADS_1
Rena akan meminta Rey menghubungi Al, ia juga khawatir dengan keberadaan July, dan siapa tau Al mengetahui masalah anak anak.