Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
kejutan kecil


__ADS_3

Satu minggu berlalu,


setelah kepulangan nya dari Singapura Nino di sibukkan dengan segudang pekerjaan di RS,


Rey meminta nya untuk lebih fokus menangani RS, bagaimana pun, Nino lah yang akan mewarisi semua usaha yang Rey miliki saat ini setelah beberapa saham telah di bagi dengan adik nya Putri,


HP Nino bergetar, bunda nya memanggil,


"assalamu'alaikum bun, "


"waalaikumsalam, kak, pulang jam berapa?? “


" emh... " Nino melirik jam dinding berbentuk bulat di sebelah kiri nya


"ga tau bun, masih banyak yang harus Nino cek "


"hmmm gitu ya?,


tadi nya bunda pengen makan malam bareng-bareng di rumah, bunda masak spesial nih"


Rena merayu..


"baiklah Nino pulang, tapi kalau terlambat, bunda makan duluan aja ya? “


" baiklah, tapi jangan banyak terlambat nya" ucap Rena tertawa


"InshaAllah bunda"


"oke deh, hati-hati nanti pulang nya ya kak"


"siap bun.. "


Rena tersenyum senang,


ia memiliki tamu di dapur nya, ia akan membuat kejutan untuk Nino,


"gimana bun?? "


"beres sayang, InshaAllah Nino pulang,


mana bisa dia nolak permintaan bunda nya. "


July mencuci sayur,


dapur terasa ramai karena semua berkumpul, shanum sedang membuat kue,


July lebih suka memasak,


"Nino suka banget sayur sup ayam, sama bakso atau sosis, dari kecil kalau makan sama sup pasti banyak" Rena mengupas wortel, mereka menyiapkan semua untuk makan malam nanti


"Nino juga jago masak ternyata bun..


kemaren di rumah, Nino masak nasi goreng, enak deh rasa nya, July juga malu,


perasaan kalo July masak nasi goreng biasa aja"


"iya Ana, Nino mandiri sekali,


bunda juga ngajarin dia mandiri, karena waktu di tanya mau lanjut kuliah di mana, Nino pengen ke luar negeri walaupun saat itu belum tau mau kemana"


July tersenyum.


"kak July,


ketemu sama kak Nino dimana? “ shanum bertanya


" di London dek, ga nyangka ya?


waktu itu udah aga malem jam 8.30 lah, kakak selesai acara di daerah situh, kakak nunggu rakha jemput, tapi dia bilang aga lama sampai, karna kakak laper, kakak mutusin buat makan di restoran cepat saji,


nah pas kakak mau masuk ke pelataran nya, kakak mau di copet, kita udah tarik tarikan tas, lalu kak Nino datang, ya gitu deh, copet nya kabur"


"ciye... jadi kak Nino pahlawan nih?? " shanum menggoda calon kakak ipar nya..


"heheee, iya dong" jawab July


"terus gimana kak? makan bareng ga? “

__ADS_1


" iya makan,


ternyata kebetulan kak Nino juga mau makan ke situh, jadi kita makan bareng, kakak traktir dia, karna udah selametin kakak"


"hmmm, tukeran no HP dong?? " shanum bertanya lagi..


"engga, kebetulan rakha datang, jadi kita cepat-cepat pulang,


tapi kakak bisa dengan mudah dapetin no HP kakak mu" ucap July sedikit bangga


Rena tersenyum.


"yaaah, pebisnis mau nyari siapa pun gampang" Rena sudah tau hal seperti itu, ia sering mendengar Rey bercerita.


July mengangguk,


"tapi bukan karna telponan kita ketemu lagi" ucap July, sambil memotong sayuran"


"kar'na apa kak? " shanum terlanjur penasaran dengan kisah kakak nya


"kakak kecelakaan, dan entah kenapa, kak Nino lagi yang nolong"


shanum ter nga nga,


"kalian ga janjian, terus kakak kecelakaan kan? “


" engga sayang, itu semua kebetulan,


dari situ kita komunikasi terus, tapi tiba-tiba kak Nino hilang" ucap July


"hilang gimana? " kini Rena yang penasaran..


"ternyata Nino pulang ke Indonesia, aku ga tau,


masalah nya, papah baru datang, terus mau berterimakasih sama Nino, pas tanya ke dokter lain, katanya Nino pulang pagi tadi"


"tapi takdir membawa kalian ke titik ini,


bunda seneng banget, seengga nya bunda udah kenal sama keluarga calon menantu bunda"


July tersenyum senang di sebut calon menantu, mereka melanjutkan lagi acara masak masak nya, menyiapkan masakan spesial utuk orang orang spesial,


biasa nya July akan mengirimkan pesan


"jangan lupa makan"


"jangan lupa shalat.. dan lain lain.."


Nino mengecek pesan nya, ternyata tidak terkirim, ia hendak menelpon rakha, namun ia urungkan mungkin July sedang sibuk, Nino akan telpon dia nanti di rumah saja..


waktu menunjukan pukul 18:30,


Nino baru selesai mengerjakan shalat magrib nya ketika sebuah panggilan masuk ke HP nya,


"assalamu'alaikum yah.. ? “


" waalaikumsalam, kamu masih di RS nak? ayah sudah di rumah"


"iya Nino pulang sekarang yah"


"baiklah, Hati-hati ya"


"siap yah.. "


Nino merasa ada yang janggal,


biasa nya bunda hanya menanyakan jam berapa pulang?, tidak seperti sekarang sampai memaksa, bunda nya pun mengirimkan pesan untuk segera pulang...


menjalankan laju mobil nya dengan kecepatan sedang, Nino sampai rumah nya setelah menempuh waktu 20 menit,


"ada acara apa sih?


tumben banget bunda maksa makan di rumah?? “


Nino penasaran, akhir nya ia bertanya pada bunda nya,


" engga ko, lagi pengen kumpul aja.. kakak pulang malem terus, makanya bunda siapin menu istimewa "

__ADS_1


Nino mengangguk, ayah nya baru keluar dari kamar,


"Nino mandi dulu deh bun, ayah udah seger keliatan nya"


"jangan Lama-lama ya? “


" oke deh.. "


Rena sengaja menyembunyikan July, biar nanti saja ia keluar setelah Nino turun,


seperti pesan bunda nya,


Nino turun segera setelah mandi, rambut nya pun masih Acak-acakan, ia tidak menyisir nya


"kak rambut nya?? " protes shanum


"kakak Buru-buru, dari pada nanti di gedor di kamar mandi"


bunda nya tertawa,


"yoo kita makan "


Rena bangun, ia biasa melayani suami dan anak anak nya,


"kakak mau makan sama apa? " tanya Rena


Rena menyendokan nasi untuk putra nya, Nino terlihat bingung dengan menu malam ini..


"sayur sup, sama goreng ayam aja deh" akhir nya memutuskan pilihan..


"oke" jawab Rena


Nino mendapat pesan, ia mengecek HP nya,


namun bukan Rena yang menyuguhkan pesanan nya, seseorang datang di samping Nino, menyendokan sup ke mangkuk, Nino langsung membalikkan kepala nya menoleh,


July tersenyum, sambil menyendokan sup,


"owh jadi ini penyebab nya no HP kamu ga aktif?? “ July membawa mangkuk nya,


" selamat makan dokter"


Nino menerima mangkuk nya,


"maaf ya, kami sekongkol" ucap July melirik bunda nya


"yaa saya sudah curiga.. " ucap Nino


July melanjutkan meraih pesanan selanjutnya nya,. ada rasa berbeda di hati nya, sebegini bahagiakah bergelut di dapur, menunggu lelaki mu pulang, lalu makan bersama, MasyaAllah...


"ayo makan Ana, "


July menurut, shanum memimpin doa untuk pembukaan makan malam ini,


"bagaimana? ini Ana yang masak lho“ kata Rena di sela-sela makan nya


Nino dan Rey mengangguk,


" enak Ana memang suka masak di rumah nya" ucap Nino


"hmmmm, paling tau deh" shanum menimpali


"besok hari minggu, apa mau ada acara? " tanya Rena pada semua nya.


mereka saling lirik,


"aku belum ada" jawab Nino


"ayah free" jawab Rey


Rena melirik July


"aku nyiapin materi meeting di kantor ayah Rey besok bunda papah akan datang malam nya"


July mengerti tatapan bunda nya


"hmmm baik lah, kita di rumah saja" ucap Rena akhirnya

__ADS_1


mereka menyelesaikan makan nya dengan tenang,


__ADS_2