Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
pulang kembali


__ADS_3

"mobil yang mengikuti kita tadi anak buah Hans"


"siapa dia? " Nino penasaran


"Hans dulu senior di kampus, dia Playboy, banyak wanita ingin dekat dengan nya, ia jadikan wanita hanya sebagai mainan nya saja, tapi entah kenapa para wanita juga menyukai nya.. padahal hanya akan di jadikan pacar main main nya saja.


orang tua nya bekerja di pemerintahan, mungkin jadi penyebab rasa angkuh yang dia punya" July bercerita


"lalu, apa hubungan nya dengan mu? “ tanya Nino


" dia... menargetkan ku dari dulu untuk jadi wanita berikut nya, tapi aku ga mau... "


Nino menatap mata July,


"kenapa ga mau? “


" aku ga suka sama dia lah" jawab July jujur, "setelah lulus dan mulai terjun ke dunia bisnis, aku mulai dekat dengan seseorang, tapi Hans mencelakai nya" July terdiam sejenak berpikir tentang Nino, ia langsung ketakutan.


"Nino, aku takut, kita ga aman.. " ucap July


"seperti nya dia sudah tau kedekatan kita, aku takut mereka..... " untuk mengatakan nya saja July merasa berat,


ia masih ingat kecelakaan yang melibatkan kekasih nya dulu, membuat nya meninggal seketika di jalan...


"apa se parah itu?? “


July gelisah, Hans tidak main main dengan ancaman nya,


" dia mengajak ku berkencan, entah sudah berapa kali aku tolak, lalu begitu saja terjadi, dia mencelakai teman dekat ku"


Nino menarik July untuk dia peluk,


"sudah jangan di pikiran, kamu istirahat, biar aku ke bandara pakai taksi saja"


"Nino aku takut, aku mau minta papah perketat keamanan, dan bisa kah jangan dulu pulang malam ini..? aku khawatir terjadi sesuatu di jalan"


Nino merasa serba salah,


bagaimana pun ia punya tugas di RS dan jarak dari Singapura tidak lah dekat.


"Ana, kita punya Allah, maaf bukan aku ga mau berlama lama di sini tapi aku punya jadwal di RS"


"aku khawatir"


"ga akan terjadi apa apa aku yakin"


"aku ga akan memaafkan diri aku sendiri jika terjadi sesuatu"


"InshaAllah ga akan terjadi apa pun, percaya sama aku"


dengan berat hati July membiarkan Nino pergi,


"aku akan ikut ke Indonesia Nino" ucap nya mendadak


"July dengar, aku rasa malah akan bahaya jika aku pergi sama kamu sekarang, selama ini lelaki itu ga ngelakuin apa apa sama kamu kan? dia cuma ga suka sama orang yang dekat sama kamu"


"itu yang aku takutkan Nino, aku ikut pulang"


"jullyana,.. kamu punya tugas di sini, tenang lah oke, Do'akan saja semoga tidak terjadi apa apa"


"kamu janji hubungin aku terus kan?? “ mata nya memanas, July menangis


" aku janji, setiba nya di bandara, aku hubungin kamu"


"engga, di mobil juga kita sambil telpon aja ya" July mencoba bernegosiasi, Nino tersenyum melihat kepanikan nya


"jangan senyum Nino, aku lagi tegang kamu malah senyum.. " July memukul pelan dada nino

__ADS_1


"ga akan terjadi apa apa oke" tangan Nino menggenggam tangan July,


"sopir ku yang antar ke bandara ya...?


pokok nya kamu janji harus baik baik aja"


"aku janji.. kabarin aku kalo kamu mau kembali ke Indonesia"


July mengangguk, Nino mencium tangan July, July tidak tinggal diam, ia meminta beberapa orang untuk penjagaan si dokter tanpa Nino tau.. ia jelas khawatir, kejadian dulu tidak boleh ter ulang lagi.


Nino terlihat santai, namun pikiran nya kalut,


bisnis benar benar bahaya.. bagaimana dulu orang tua nya mengalami lah begini,


sekarang July wanita yang sedang dekat dengan nya mengalami itu,


mungkin dia sudah terbiasa namun Nino tidak,


_ apa aku harus mempercepat pernikahan? July jelas tidak aman, setidak nya jika July sudah punya suami dan tinggal di Indonesia aku bisa lebih ketat menjaga nya_


"aku sampai di bandara ana.. setengah jam lagi keberangkatan"


"syukur lah, tapi tetap waspada, aku belum tenang kalo kamu belum di pesawat"


July menelpon papah nya, memberitahu kan kejadian tadi, rakha belum pulang, tapi dia tidak hawatir.. Hans hanya mengincar nya, dan lelaki yang coba dekat dengan nya..


Al tidak bisa tinggal diam, rumahnya juga Langsung di jaga ketat, puti nya dalam bahaya lagi, ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengan Rey, ia ingin meminta solusi.


"aku akan terbang, jangan khawatir oke.. se sampainya di Indonesia aku kabari"


Nino mengirim kan pesan pada July, July jauh lebih tenang mendengar itu,


ia baru bisa meninggalkan HP nya, beranjak untuk mandi dan mengisi perut nya yang mulai ramai meminta jatah...


**


"selamat datang tuan"


"ada apa ini om? “


" tuan rey meminta saya menjemput tuan Nino di bandara" ucap frans


"tapi tumben ramai sekali? “ tanya Nino lagi, frans membuka kan pintu mobil untuk Nino masuki.


" ini perintah "


"ya ya.. sudah pasti" jawab Nino tersenyum.


setiba nya mereka di rumah, Nino di sambut keluarga nya sedang berkumpul di ruang tamu,


"assalamu'alaikum" ucap Nino


"waalaikumsalam... "


"lho. bunda kenapa? ko kaya yang sakit..? “


Nino langsung duduk di samping bunda nya.. mengecek suhu tubuh memeriksa tangan, lalu kaki,.


" bunda hamil kak" ucap shanum.. ia tak bisa menahan tawa nya, itu membuat Rey pun tertawa,


namun tidak dengan Rena, wajah nya datar, matanya melirik Nino


"bunda apa benar?? “ wajah Nino sumeringah mengatakan itu..


" menurut mu??? “ tanya Rena


"ini kabar baik bunda.. "

__ADS_1


"memang kamu mau di usia kamu ini punya ade lagi, kamu udah sepantasnya punya anak. malah mikirin ade"


"lho kan shanum tadi bilang?? "


Nino melirik adik nya,


shanum dan Rey tertawa lagi,


"tuh, bi sari yang hamil... " jawab Rena asal..


itu membuat Rey semakin tertawa.. ia menutup mulut nya agar tidak terlalu terlihat menertawakan hal itu


"jadi siapa yang hamil??? “ tanya Nino bingung


" ehmmm.. ga ada yang hamil Nino " jawab Rey


Nino cemberut, ia melirik adik nya,


"hey jelek... siapa yang hamil.. ? “


" bunda ke kamar duluan ah.. BETE... " Rena pergi begitu saja.. membuat Nino tambah bingung.


"jadi gini kak,


tadi bunda pusing kepala, lemes, ga enak badan... terus minta di bikinin bubur kacang ke bi sari"


"terus?? " Nino serius


"nah, bubur kacang jadi,


bunda makan tuh bubur.. tapi muntah muntah setelah nya,


bi sari bilang. apa bunda hamil??


bunda seneng dong..., terus aku telpon ayah, ngasih tau... ayah juga seneng dong, sampe sampe beli tes kehamilan sendiri ke apotik..


nah ayah pulang, di tes lah bunda... "


"terus?? " tanya Nino lagi


Rey bangun dari duduk nya, biarlah antara anak dan anak rusuh bersama, ia akan menyusul istri nya, ke BETEan nya harus segera di luruskan.. "ayah susul bunda dulu ya"


"iya yah.. " shanum menjawab,


"terus gimana shan?? “


" nah pas di tes, hasil nya negatif kak, bunda ga hamil.... bunda sedih nangis, makanya BETE,


tapi setelah di ceritain ama ayah.. kita malah ketawa.. ayah ampe batalin jadwal meeting buat pulang beli tes kehamilan, ahahaha"


Nino menepuk jidat nya,


"udah, jangan bahas itu depan bunda. kasian bunda pasti sedih... kamu ama ayah malah ketawa"


"tadi bunda juga mesem mesem ko pas kita godain..., bunda juga malah godain bi sari lagi ngidam"


Nino menggelengkan kepala nya, keluarga nya memang begitu, ia rindu jika lama berjauhan, selalu ada keseruan, ke hangatan, ia sampai ber angan.. ingin memiliki keluarga se hangat keluarga nya ini kelak


"ya udah, kakak ke atas dulu, cape... kamu juga tidur, besok sekolah"


"iya kak, lagian ayah bunda udh masuk, ngapain di sini sndirian.. "


"tuh temenin bi sari sana yang lagi ngidam" ucap Nino.. mereka akhir nya tertawa


"kakak katanya ga boleh ketawain hal ini" shanum protes


"kakak nge tawain bi sari, bukan ngetawain bunda"

__ADS_1


"ya sama aja berkaitan"


__ADS_2