Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
pulang


__ADS_3

mendarat di bandara international Kuala Lumpur dengan cantik, rey sudah di tunggu beberapa team nya yang di Malaysia, menundukan kepala rey menyapa mereka menepuk pudak salah seorang staff nya, rey masuk ke dalam mobil, butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke kantor rey.


waktu di Malaysia lebih awal satu jam dari Indonesia, kalau di Malaysia kini rey pukul 11malam, di Indonesia pukul 10malam, menyambar HP di saku celana nya rey melihat waktu, ingin sekali memberi kabar pada rena semoga dia belum tidur


tuuutttt, tuuutttt rey menunggu,


"ayah.. yang terdengar suara sang putra di sebrang sana


" hay sayang, Nino belom bobo?


"belom, nino mau bobo sama bunda di kamar ayah


" oya? bolehhh, jadi nginep di kamar ayah ya ??


"iya nginep,


" bunda dimana sayang?


"bunda di kamar mandi, tadi sama kak Tina bunda di kasih kayu putih badan nya, bunda masih sakit.. (rey termenung, maaf rena aku harus pergi padahal kamu lagi kurang sehat)


ayah kenapa pergi naik pesawat, bunda sedih"


"ayah sebentar saja pergi nya, besok Nino sama bunda ke Bandung ya?


" iya mau ke rumah oma, ayah susul ya


"baik sayang, nanti kasih tau bunda ayah telpon ya, sekarang ayah mau kerja dulu,


" ok yah,


"ayah sayang Nino sama bunda


" Nino juga


"apa??


" sayang ayah,


"terimakasih sayang, Assallamuallaikum


" waalaikum calammm


rey mematikan telpon nya, sebentar lagi mereka akan sampai,..


parkir di barisan khusus presdir, mobil rey berjejer dengan mobil yang lain nya, rey di tuntun beberpa staff langsung menuju ruang IT mereka sudah di sana, team IT terbaik di Malaysia rey rekrut untuk menjaga keamanan sistem data perusahaan.. anto menghampiri, memberikan beberapa lembar laporan kejanggalan yang ia temukan,..


Jakarta,


"bunda ayah tadi telpon..


" di angkat ga sayang?


"iya, ayah bilang ayah sayang Nino dan bunda,


" terus,.


"ayah kerja dulu, telpon nya di matikan


" iya sayang ga apa apa.. ayo kita bobo, besok kan mau ke Bandung


"ayoo Nino nginep di kamar ayah (loncat loncat di kasur)


" hehee iya sayang ayo kita berdoa..


Nino tidur, namun tidak dengan rena, dia gelisah ingin sekali menghubungi suami nya,


rena mengirimkan pesan, biar nanti saat rey senggang ia bisa menghubungi nya


" ayah,...


HP rey tergeletak di atas meja, masih mengawasi para IT rey melirik HP nya, iya meraih nya, tersenyum melihat pesan dari sang istri


"bunda belom tidur??


rena pun bahagia, pesan nya langsung rey balas


" aku ga bisa tidur"


"besok kan mau ke Bandung, ayo istirahat"


"pengen peluk 😞


rey langsung menekan tombol hijau, menelpon istri nya,


" bunda,..


tidak ada jawaban.. namun tedengar suara isakan di sebrang sana..


hey ko nangis,??


"kapan pulang?? (mendengar itu rey tersenyum, baru beberapa jam saja ia pergi, sudah di tanya kapan pulang)


" ayah baru sampai bunda sayang, belom tau pulang kapan..

__ADS_1


"aku kangen,..


" aku juga kangen, sayang


"sebentar, aku mau ke kamar mandi (rena berlari tanpa mematikan HP nya, suara air terdengar rena muntah muntah, entah kenapa ia merasa mual, rey mendengar itu)


" sayang kamu kenapa?? rena.."


anto dan para staff IT, sampai melirik ke arah rey, bos nya itu terlihat cemas,


dengan seksama mendengarkan suara di sebrang sana,


"sayang,...


" maaf, aku mual.. mungkin masuk angin, tadi udah Tina balur pke kayu putih badan aku..


"ya sudah, makanya di istirahatin ya, jangan mikir yang aneh aneh, selesai urusan di sini aku janji langsung ke Bandung, kita ketemu di sana ya..


" baiklah, jangan telat makan ya ayah, lov u...


" bunda juga ya, lov u to,.


rey tersenyum memandang HP, foto rena menjadi wallpaper, di usap nya, lalu ia cium,


"semoga dugaan ku benar sayang, kamu sedang mengandung"


anto senyum senyum sendiri melihat tingkah laku bos nya, seperti anak aBg yang baru jatuh cinta


Bandung,


Ferdi berhenti di balik sebuah warung, ia mendengar percakapan orang orang di sana. ada suara yang Ferdi kenal, ia mang agus


"ga kerasa ya mang lusa 40hari almarhumah teh Rika, (ibu warung bicara)


" iya teh, waktu begitu cepat ya


"rena pasti pulang kan?


" iya, mau pada nginep, rena bawa keluarga dari jakarta,.


"alhamdulillah, rena bagus rezeki nya ya mang, saya dengar suami nya punya beberapa perusahaan mang?? (mulai kepo)


mendengar percakapan itu Ferdi merasa cemburu, bagaimana tidak setelah ia menyia-nyiakan rena, rena mendapat yang lebih"


" ah, iya alhamdulillah,,


berapa semuanya teh, di toko sebelah rumah kosong gas nya.. risma sudah menunggu di rumah, mau masak, (mencoba menghentikan obrolan yang pasti akan kemana mana bahasan nya)


"iya kang, jadi 70rb 2tabung


Ferdi mendengar semua itu, ya rena pasti pulang, ini kesempatan nya untuk bisa bertemu dengan rena.. mempercepat langkahnya nya, ia akan menemui seseorang untuk membantu nya


Jakarta,


pukul 9 pagi, rena bersiap mengemasi baju yang akan Nino bawa, serasa berlibur di tengah jadwal yang padat, Nino begitu bahagia


"mah lihat dia begitu bahagia, walau dia bukan putra yang aku lahirkan, aku menyayangi nya, semoga mamah melihat nya di surga, iya begitu lucu kan mah??? dalam hati bergumam..


Tina melihat nona nya melamun, tapi raut wajah nya bahagia,


" bu, ada lagi yang perlu di bawa??? " rena tersadar dari lamunan nya,


"semua yang aku siapin udah di masukin tas?


" sudah bu


"InsyaAllah yang Nino perlu sudah cukup,


sayang(memanggil Nino)


" iya bunda..


"ayo pake sepatu nya... (Nino menurut, rena memasangkan sepatu di kaki mungil anak nya,, memberikan sedikit candaan ia menggoda nino, membuat nya geli..


" ah bundaa ampun ampun (mereka tertawa, momi datang)


"seru banget sih ada apa??


" bunda bikin geli kaki Nino oma (tersenyum menunjuk sang bunda, rena hendak menggigit telunjuk Nino) ommaaaa tolong.. πŸ˜†


"sayang, di bandung ga boleh nakal ya, ga boleh repotin bunda, Nino harus nurut sama bunda, sama kak Tina"


"siap oma (memberi hormat)


" sayang (beralih ke menantu nya)


maaf momi ga bisa ikut, kamu ga marah kan??


"masa iya rena marah mi, rena minta doain mamah rena ya, karna doa yang paling utama"


"InsyaAllah momi selalu mendoakan besan momi, kamu jangan capek capek ya sayang (mengusap kepala menantu nya) suruh Tina aja, jangan gendong gendong Nino'


rena heran, jangan gendong Nino??

__ADS_1


" memang kenapa mi?


"kamu suka gendong Nino, dia sudah besar sayang berat, kamu juga pasti akan banyak kerjaan kan"


rena tersenyum


"iya mi, makasih ya,


" hati hati sayang, Tina.. hati hati, jaga Nino sama bunda nya ya"


"baik nyonya


rena mencium tangan sang mertua nya, momi mencium kening nya,


" salam buat mamang sama Bibi ya sayang"


"Waalaikumsalam mi...


Menuju Bandung, dengan pak joko sebagai sopir, seperti biasa, Nino selalu luar biasa, dia begitu pintar, melihat gedung gedung yang ia lewati ia hafal, dia sebutkan nya satu persatu,


" itu bunda, Nino kemaren ke sana sama kak putri (menunjuk mall ada permainan untuk anak anak lengkap di sana)


"Nino suka?


" suka bunda, mandi bola, kreta kuda, balap mobil, kalo ka putri suka nyanyi (karaoke maksud nya)


"wah seru sekali, nanti kita ajak ayah main ya?


" iya bunda asikk seru..


rena mengusap usap kepala putra nya, HP nya bergetar, rey menelpon


"assalamu'alaikum,


" wa'alaikumsalam, cinta nya ayah. udah di jalan ya??


"iya, kita udah mau masuk tol, apa sudah selesai di sana?


" huft, (rey mendesah)


masalah nya udah ketemu, sekarang lagi di beresin bekas nya"


"apa rumit?


" sangat sayang, ga cukup 3orang IT yang nanganin"


"ayah udah sarapan?? jangan telat nanti sakit


" ayah baru bangun tidur nih, ga tau malem tidur jam brp, ampe ketiduran di kantor


"sarapan dulu ya sayang,


" hmmm baik lah, aku kangen kamu


"aku juga kangen,


" gimana? masih mual??


" alhamdulillah mual nya engga, tapi kepala serasa berat, pusing"


"ayah cepet pulang, kita bawa bunda ke RS.. (celetuk Nino)


" hay jagoan, Nino suka ke Bandung?


"suka ayah, mau ke makam oma


" iya pinter nanti berdoa sama bunda, Nino ga boleh apa?


"nakalll ( rena gemas, mencubit pipi sang putra, sungguh Nino pandai bicara)


" pinter, nanti ayah ke sana ya"


"ia yah kita bawa bunda ke RS, kasian bunda sakit


" iya sayang, doain supaya di sini cepat selesai ya


"nanti bunda telpon lagi ya, ayah mandi, sarapan yang banyak, udah siang nanti sakit"


rey terkekeh di sebrang sana


"kamu juga, jangan cape cape, jangan lupa makan oke...


" iya sayang..


rena pun merasa aneh dengan diri nya sendiri, entah kenapa, mood nya gampang berubah, kadang senang, marah, sedih


malam saat berkemas, rena na juga mengecek jadwal datang bulan nya, ternyata sudah lewat, ia ingat bulan lalu hari ke 5mamah ia halangan,


"apa aku hamil? gumam nya pada diri sndiri, senyum senyum sendiri, mengusap perut nya, nanti di bandung akan ia cek, rena belum berani ber prediksi apa lagi sampai bilang pada rey, ia takut kecewa, nanti sudah tes baru bilang" ucap nya pada diri sndiri


memasuki kawasan rumah rena, Nino tertidur di pelukan sang bunda, memeluk bunda nya seperti memeluk guling ternyaman di dunia,


samapai di depan halaman rumah, rena melihat sekitar, sungguh ia sangat rindu,

__ADS_1


bukan mamang atau bibi yang menyambut nya,


sepasang mata yang berada di sebrang rumah rena, mata itu merindu, sungguh ia ingin memeluk nya saat ini juga


__ADS_2