Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
bagai mimpi


__ADS_3

"teteh...." ucap bi rosma tak kalah histeris, rey berlutut di depan sang mertua mata nya terasa panas ia menangis menutup bibir dengan kepalan jari nya, beralih pada rena, rey sungguh tak tega di sentuh nya kening sang mama mertua, rey mengecup nya, membisikan sesuatu "innalillahiwainnailaihi rodjiun, rey janji mah, rey akan jaga rena seperti mamah yg sudah menjaga nya selama ini, terimakasih mah"


para keluarga berbagi tugas, menyiapkan pengurusan jenazah, laki2 bertugas mengurus pemakaman, almah akan segera di mandikan


rena lemas, menatap tubuh sang mama yg kini terbujur kaku, bunga dan bibi menghampiri nya


"re, kita ganti baju ya, kamu mau ikut mandiin mamah kan?


" iya neng ayo bibi bantu" tanpa menjawab ia bangun dari duduk nya kaki nya kesemutan, membuat rena oleng, rey yg melihat itu sigap memeluk rena


"kenapa? apa ada yg sakit?


rena menggelengkan kepala nya, mengusap lutut,


" rena mau ganti baju pak, kamar nya di atas" kata bunga


"rey menggendong nya ala ala


" pak turunin, aku bisa sendiri.


"ayo, kita akan urusin mamah kan"


rena tertunduk, pasrah, rey menggendong nya menaiki tangga, sesampai nya di kamar rena di baringkan, perias datang akan membantu rena melepaskan pakaian pengantin nya,


"saya ke bawah dl, kalo ada apa apa panggil ya bu" kata rey pada perias,


perias mulai membuka aksesoris di kepala rena rena tak berbicara sepatah kata pun pikiran nya entah kemana, hingga tiba tiba terdengar suara


"mamah meninggal gara gara rena, ini semua karna rena (terisak. menangis)

__ADS_1


" neng, sudah takdir nya mamah begini, jngan salahkan diri sendiri"


_ kalo acara ini berlangsung lancar, kalo mas ferdi datang, ga akan mungkin jadi begini_ kepala rena seakan mau pecah, yg terpenting sekarang mamah, biarlah luka hati nya terkubur. begitu saja, sungguh sangat menyakitkan, di sambar nya gamis berwarna putih dengan pasmina senada, rena sudah siap mengurusi mamah untuk yg terakhir kali nya, rey melihat rena menuruni tangga, tersenyum melihat rena sedikit segar dari pada tadi, walaupun matanya sembab karna menangis, rey sedang menelepon mengurus beberapa pekerjaan yg pasti akan tertunda beberapa hari, terlebih dia harus berangkat ke Malaysia sore nanti.


rena sudah siap, memandikan jenazah sang mamah, di pimpin para ketua majelis di sana.. air mata nya terus menetes, tangan nya mengusap pelan tubuh sang mamah,


"mamah orang paling baik, rena sayang mamah, insyallah mamah di tempatkan di surga allah bersama orang orang soleh, mamah pasti ketemu sama papah di sana"


"insyallah neng, mamah neng jadi ahli surga, husnul khotimah" tambah ibu sang pemimpin majelis


"amiiin insyallah bu, jawab rena


"mamah akan di wudhu kan, setelah itu ga boleh kena ari mata lagi ya neng, neng yang tegar,, mamah pasti bahagia liat neng bahagia" tambah sang bibi


"insyallah bi" rena memaksakan tersenyum,


satu jam kemudian mang agus datang, mengabarkan bahwa makam sudah selesai,


jenazah di masukan ke keranda, rena rapuh lagi. rey memeluk nya,


" yang kuat, mamah pasti sedih liat kamu begini, kamu liat td mamah meninggal sambil tersenyum, insyallah mamah udah bahagia, udah tenang"


rena hanya mengangguk,


"bi, dampingi rena ya, rey sama mamang di depan(menandu keranda)"


"iya pak,


rey dan mang agus berdiri paling depan, berdampingan, langkah demi langkah di pimpin sang kiyai melafal kan doa,

__ADS_1


pemakaman cukup dekat, hingga cukup dengan berjalan kaki,


rena di belakang keranda, membawa foto sang mamah, memeluk nya bagai memeluk sang mamah, sambil berjalan menuju makam, di hati nya terus bergumam, meminta maaf pada sang mamah, juga sang papah, kalau ia tidak bisa menjaga sang mamah dengan baik..


tiba di pemakaman, sudah berkumpul banyak pelayat, yg tadinya akan menyaksikan acara akad nikah rena,


jenazah di turunkan, rey dengan sigap turun ke liang lahat menerima sang mama mertua bersama tiga orang lain nya, rey menyaksikan langkah demi langkah, merasa terenyuh, ia pun mengingat dengan jelas saat ia menyaksikan papi nya saat meinggal dulu, kini tinggal lah sang momi, rey semakin sayang, hanya ia lah satu satu nya orang tua kini,


rena di dampingi susan, bibi, dan bunga, menguatkan sati sama lain,


susan tadi sempat merekam acara proses akad nikah rey dan rena, dikirimkan nya pada sang momi, sungguh momi begitu terkejut, namun ada bahagia di dalam nya, walaupun bukan Cara seperti ini rey menikah dengan sang pujaan hati, momi tak sabar ingin segera ke bandung, bertemi dengan sang menantu, yg tentunya menjadi kabar bahagia buat nino, doa nya tekabul, momi menetes kan air mata, melihat video yg susan kirim, di sana almah mamah rena masih ada, berbaring di sofa... namun sungguh mengejutkan ketika susan memberi kabar kalo mamah rena sudah tiada.


pemakaman selesai, tepat 10menit sebelum adzan ashar berkumandang, pelayat mengucapkan bela sungkawa kepada rena, satu persatu meninggal kan pemakaman, tersisa lah keluarga inti rena menemani nya, rena tak kuasa meninggalkan pemakaman, ia masih ga percaya, bagaimana ia melewati hari hari di rumah yg cukup besar itu sendiri nati,


"mah, mamah akan selalu ada di hati rena, papah pun, kalian cinta pertama rena, kalian banyak mengajarkan kebaikan, insyallah akan jadi pahala jariah untuk mamah dan papah, insyallah rena ikhlas, maafkan rena mah, pah, rena bukan anak yg baik, semua karna rena (meluncur lagi air mata nya semua yg menyaksikan ikut menangis, tak terkecuali rey)


rena mengusap papan yg bertuliskan nama sang mamah, sungguh masih tidak percaya, mereka berkomunikasi terakhir kali saat di kamar rena, bersiap untuk acara akad,


hari semakin sore, cuaca pun mendadak mendung bibi. mengajak rena pulang,


"neng, udah mau ujan, ayo kita pulang"


berat rasa nya untuk rena, dua tau bahwa ketika seseorang meninggal ruh dan jasad terpisah, namun tetap ia tak tega meninggalkan jasad di bawah sana, terlebih hujan akan datang, mamah pasti kedinginan


"rena... (panggil rey) rena bangkit, menabur bunga untuk terakhir kali nya,


"mah maaf rena pamit, besok rena janji ke sini lagi, (menutup mulut menahan tangis, rey mengusap lagi punggung sang istri menguatkan nya)


" assalamualaikum mah... (dengan berat hati rena melangkah meninggal kan pemakaman, beberapa kali ia menoleh, melihat tanah yg baru saja menimbun jasad sang mamah

__ADS_1


__ADS_2