Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
persiapan


__ADS_3

rena terbangun dari tidur nya, ia berharap semua hanya mimpi, namun sayang ini adalah kenyataan, di usap nya tempat kosong di sebelah, rena sedang berada di kamar sang mama, biasa nya rena menemani mamah tidur, terlebih jika mamah sedang kurang sehat..


ia bangun, harus mempersiapkan untuk tahlil malam pertama mamah,


"neng, mamang tadi ke gedung ngasih kabar, pembatalan, terus nge hubungi catering, bibi minta menu yg kita pesen di kemas buat tahlilan malam ini saja, gimana? apa neng setuju??" tanya sang bibi


"iya bener bi, rena malah ga ke pikiran ke situ, makasih ya bi, bibi pasti cape"


"jangan hilang gitu, neng ponakan bibi, udah bibi anggap anak sendiri"


(rena menangis lagi)


"rena harap ini cuma mimpi" (bibi memeluk ponakan nya itu, di usap nya kepala dan punggung rena)


" bibi juga sangat kehilangan neng, mamah walaupun ipar bibi, dia paling baik, ga pernah nganggap bibi orang lain, insyallah mamah udah tenang ya, udah ga sakit lagi, udah ketemu papah, semoga suatu saat nanti kita di pertemukan lagi di surga nya allah"


"amiiiin ya allah, makasih banyak bi" bibi mencium kening sang ponakan


"assalamualaikum, (terdengar suara beberapa orang yang datang dari arah pintu, keluarga ferdi, rena terkejut)


"waalaikumsalam,


ayah masuk, memberanikan diri bertemu dengan rena, ruangan yang sedang di bersihkan dari dekoran menjadi saksi, bahwa benar anak nya mengingkari janji pada wanita yang kini di hadapan nya,


rey dan mang agus masuk, mereka berbincang cukup serius di taman belakang tadi, mendengar kabar keluarga ferdi datang, mereka pun masuk,


"nak, ayah datang mewakili keluarga besar meminta maaf(menangkupkan kedua tangan di depan dada), ayah tidak menyangka ferdi melakukan ini, (menangis, mereka bahkan tidak duduk, cukup merasa malu berada di sana)


"rena melepaskan ferdi yah, anggap lah tidak ada terjadi apa apa, (entah apa yang harus rena katakan, ia merasa sangat lelah, sebenar nya tidak menyangka keluarga fedi akan datang hari ini)


" maaf nak, kami juga mengucapkan bela sungkawa untuk almarhumah mamah, kami ga nyangka semua nya se fatal ini, terlebih sekarang juga ibu di rumah syok, ia terus menangis, tidak mau berbicara, bahkan makan pun tidak mau"


"bapak mikirin makan? bahkan rena ga kepikiran makan pak, cukup tertutup rasa lapar rena dengan kesedihan, terimakasih bela sungkawa nya, rena mohon maaf, ini semua begitu berat buat rena"


sang ayah menatap rena, rena perempuan baik, berpendidikan, dari keluarga baik baik, maka dari itu sang ayah menyetujui ferdi menikah dengan rena, mata rena membengkak, itu sudah pasti, menandakan kesedihan yang ter amat dalam di sana,


"ayah mohon maaf sekali lagi, apa yang harus kami lakukan, untuk menembus kesalahan putra kami?


rena tersenyum kecut, mendadak ia ingin marah, menghilangkan tatakrama nya berbicara pada orang tua, ia ngin melampiaskan kemarahan nya


" rena udah ga perduli sama ferdi, rena juga ga butuh penjelasan, cukup sudah,


namun, ada sesuatu yg bisa buat rena memafkan semua nya"

__ADS_1


"apa itu nak?


"kembaliin mamah rena


degg, semua orang menatap rena, rey tidak percaya rena yang ia kenal lemah lembut bisa berbicara begitu, rey mengerti ini kemarahan yang rena pendam.. ayah ferdi tertunduk merasa sarat dari rena mustahil untuk ia penuhi, mang agus mengambil alih,


"pak, punten bukan saya lancang, sebaik nya bapak dan keluarga untuk saat ini pulang dulu ya, rena belum bisa menerima semua ini, dia begitu terpukul..


" saya mengerti pak


(rena melengos meninggalkan tamu, pergi ke taman belakang tempat nya dan sang mamah merawat tanaman tanaman nya)


" moohon maaf atas perilaku keponakan saya, saya harap bapak mengerti "


" saya mengerti, saya sebagai orangtua akan sangat marah jika anak saya di perlalukan seperti ini kang, mohon maaf sebesar besar nya, kami pamit pulang, assalamualaikum"


"waalaikumsalam,....


rey akan menyusul rena, namun bibi memanggil nya,


" pak rey, bapak sama rena belom makan kan, bibi minta tolong, bujuk rena makan ya (menyodorkan dua piring makan)


"iya bi, rey coba bujuk ya,


(bibi tersenyum, makasih pak)


duduk menatap tanaman tanaman di depan sana yang terawat indah rena melamun, rey tau apa yg ada di hati sang istri,


mendekatinya perlahan, rena menoleh membuat ferdi sedikit gugup


" takdir mempermain kan kita (tersenyum, namun matanya mengeluarkan air mata)


" manusia hanya bisa berencana bukan?


rey mendekati rena berdiri di hadapan nya, rena memejamkan mata, ia meraih jari tangan sang suami,


" ya manusia hanya bisa berencana, namun semoga allah memberikan yang terbaik, walaupun tebusan nya kepedihan"


rey ingin memeluk tubuh sang istri yang rapuh, namun takut rena menolak nya, rena berdiri membuat ia dan rey berhadapan, tak di sangka, rena menarik rey untuk ia peluk, jujur ia butuh sandaran, meluapkan kesedihan yang ada di hati nya, rey sempat bengong ketika ia mendengar isakan rena di dada nya, ia balas memeluk sang istri erat, membuat tangisan rena semakin terdengar pilu, rena meremas kemeja belakang rey,


"luap kan sayang, keluarin apa yg buat kamu kesal, kamu masih punya kami yg sayang sama kamu" rey mengusap lembut belakang kepala rena, memberi kecupan di puncak kepala nya mengalirkan kehangatan, perlindungan, mengatakan lewat sentuhan nya "janagan takut kami di sini bersama mu"


baju kemeja rey basah karna air mata,

__ADS_1


tak ada kata yang rey ucapkan, begitu juga rena, biar ia meluapkan kesedihan nya pikir rey, tangis nya mulai mereda, rena merasa lebih baik, di lepaskan nya pelukan itu, melonggarkan nya perlahan, rey mengusap pipi sang istri yang basah,


" ayo kita makan, sebentar lagi magrib, akan banyak tamu lagi di rumah"


"rena ga lapar


" hey (rey nenarik dagu rena agar pandangan mereka bertemu)


mamah akan sedih liat kamu begini, ayo kamu ga boleh sakit sedikit saja makan ya"


rena mengalah, rey tersenyum


"aku suapin ya,


" rena bisa sendiri, (merasa cukup malu pada mantan bos nya itu)


"oke, kita makan bareng,


rena meraih piring yang rey beri, mulai memakan nya, walaupun hanya beberapa suap, rey merasa puas setidak nya ada makanan yang masuk dalam tubuh sang istri,


azan magrib berkumandang,


rey dan rena masuk,


" pak, kita shalat di mesjid ya, sekalian mau undang buat tahlilan (kata mang agus)


" ayo mang, rey siap siap dlu,..


eh mang, coba jangan bilang bapak, panggil aja rey, mamang lebih sepuh dari pada rey"


mang agus tersenyum, menepuk pundak rey,


"baiklah rey, mamang tunggu di sini ya".


" nah gitu dong, (rey mengedar kan pandangan nya, mencari koper yang anto bawa tadi, di sana ada beberapa baju ganti rey yang di siapkan sang momi)


" nyari apa pak? tanya bibi


" koper rey tadi di sini bi, isi nya baju ganti,


" udah di pindahin sama mamang ke kamar renA


rey menoleh, kenapa di kamar rena? rena yang sedang di dapur pun menghampiri rey,

__ADS_1


" ayo, pak rey mau ke mesjid kan? rena anter ke kamar yA,


sungguh rey merasa canggung, namun tidak dengan rena, ia mengerti rey sudah jadi suami nya, rena mempersilahkan rey untuk ganti, sedang kan rena ke kamar sang mamah, iya akan shalat di sana,. rey cepat ganti pakaian, mang agus sudah menunggu di bawah


__ADS_2