
Nino sudah tidur, rena gelisah mondar mandir kesana kesini..
"sekarang, apa besok pagi ya??
rena tidur di kamar sang mamah bersama Nino, rina di kamar rena,..
" mah, kenapa menegangkan begini? apa mamah juga gini waktu dulu?? (rena berbicara pada foto sang mamah)
rena ingin sekali melihat hasil ini berdua dengan rey, jika positif, pasti mereka akan bahagia, ada peluk, cium, kalo negatif, saling mensuport, tapi ini rey jauh di sana..
"apa nanti aja kalo rey pulang ya? tapi kapan?? bahkan itu belum pasti " rena terus berbicara, gelisah membuat dia jadi bawel😄
HP nya bergetar, panggilan dari pak bos, rena belum mengganti nama sang suami di HP nya
"sayang.. (rena antusias)
dari tadi aku mau telpon, tapi takut kamu sibuk
" hehee, iya sayang, aku mau telpon takut kamu udah tidur, tapi ga tahan kangen
"kapan pulang yah?? aku ga bisa tidur, pengen peluk"
"aku juga sayang.. Nino udah tidur??
" udah, kita bobo di kamar mamah,
"gimana persiapan buat besok??
" besok pagi baru mau belanja, beres jiarah,
"jangan cape cape ya, jaga kesehatan kamu
" iya,
"bunda (Nino bangun, menangis)
" ayah, udah dulu ya, Nino bangun,
"iya sayang, nanti ayah telpon kalian lagi ya,
" jaga kesehatan, cepet pulang ya...
"iya sayang, mmmuachh
" muach, muacchhh
ternyata begini rasanya LDR an yaðŸ˜ðŸ˜
pagi datang juga
setelah drama tak bisa tidur, entah jam berapa ia terlelap, adzan subuh berkumandang, rena bergegas bangun, memeriksa Nino di sebelah nya rena tersenyum, putra nya masih tidur
ia penasaran ingin segera melakukan tes, padahal malam juga bisa, karna kcanggihan alat tes saat ini,
menunggu beberapa menit, MasyaAllah dua garis terpampang nyata di sana
"ya Allah, aku hamil?? " mendekap alat tes di dada nya, rena menangis, tangis bahagia,
memotret nya, berpose mencium alat tes itu rena senang bukan main, akan ia tunjukan saat rey pulang,
bersemangat berkali kali lipat,
rena bersiap, menyiapkan sarapan, sebentar lagi ia akan pergi ke makam sang mama,
tak tahan rasa nya, rena ingin memberi kabar sang suami, memberikan pesan singkat, hati nya tak karuan, bibi melihat keponakan nya itu senyum senyum sendiri sambil melihat HP nya,
"ayahhh (ceklis satu)
pesan ke dua, rena mengirimkan foto yang ia buat tadi, ingin segera mendapat balasan dari sang suami, namun masih tanda centang satu, HP nya tidak aktif
" mungkin ayah masih tidur" memasukan HP ke dalam tas nya, rena bergegas pergi, Nino, bibi, mamang, pak joko dan tina sudah siap,
menenteng kembang yang bibi siapkan mereka siap pergi ke pemakaman menggunakan mobil, tak perlu waktu lama, ±10 menit mereka sampai,
Nino yang duduk di depan dengan tina turun lebih dulu, rena menyiapkan kan bawaan nya, saat tiba tiba, melintas sebuah motor, rena belum turun dari mobil karna terhalang bibi, tina berteriak
__ADS_1
"den Nino... ibuuu toloonngg
rena cepat cepat keluar, melihat tina sendirian
" bu den Nino di culik, (menunjuk arah motor yang masih terlihat)
"bundaaaaa terdengar suara Nino. makin menjauh, semua orang panik,
" tolooong, rena berteriak,
menoleh ke arah samping, rena terkejut pak joko dan mamang sudah tersungkur di tanah tak sadar kan diri
"ya Allah.. mang" rena histeris
bibi dan tina di todong pria bersenjata api
rena takut, badan nya gemetar, mundur menabrak mobil
"nino sayang, gumam rena, " rey... rena takut"
memandang sepeda motor yang semakin jauh, pria bersenjata itu mendekati renA, bibi dan dita ketakutan
menodongkan pistol tepat di kening rena,
rena memberanikan diri bertanya, jika hanya uang yang mereka inginkan, rena akan senang hati memberikan ya, tapi kembalikan Nino...
"mau apa kamu? rena semakin gemetar
pria yang memakai kupluk itu tertawa, rena langsung di bekap, di bawa menuju mobil yang rena sadari sudah ada di sana ketika rena datang, ia memberontak, sebisa mungkin memukul pria itu, " lepasin,, tolooonng"
" rena..... bibi berteriak
tina tak kalah panik, badan nya lemas ia ambruk pingsan
di bawa ke sebuah mobil, rena masih sadar, dengan susah payah rena berhasil meraih kupluk yang di pakai pria itu, rena terkejut ia tak percaya siapa yang ada di depan nya itu..
"mas.....??
Ferdi tersenyum lembut, namun rena tak bisa mempertahankan kesadaran nya, ia pingsan efek obat bius yang Ferdi berikan di sapu tangan nya,
Malaysia,
rey baru bangun dari tidur nya, mengambil gelas yang ada di atas nakas, namun terjatuh gelas itu pecah berhamburan, ia termenung hati nya merasa gelisah, ga seperti biasa nya,
rey bangun bersamaan dengan suara ketukan pintu, yang tampak tak sabaran
"rey, apa masih tidur?. buka pintu..
rey tau itu suara frans,
membuka pintu cepat, wajah frans memucat,
" ada apa? kenapa muka lo gitu pagi pagi??
frans sedang memilih kata yang tepat untuk ia sampaikan tentang kabar anak dan istri nya,
"rey, ayo masuk, kita ngobrol sambil duduk"
rey heran, tak biasa nya frans begini
"ada apa cepet ngomong..
mengatur nafas frans memulai kata kata nya
" maaf, ada kabar dari bandung, Nino dan rena di culik"
"apa?? siapa yang bilang, lo bohong kan?
" sabar rey denger dulu omongan gw,
kejadian nya di pemakaman, awal nya Nino di culik, sesorang pakai sepeda motor..
tak lama mungkin mereka perampok, seorang lagi bawa senjata, dia nyulik rena..
rey tak dapat berkata apa apa. ga mungkin frans bohongin dia dengan hal begini
__ADS_1
rey mencengkram kerah baju frans dengan emosi
"dimana anak istri gw sekarang, mana anak buah lo yang lo suruh jaga rena di bandung??
frans memaklumi apa yang rey lakukan, rey pasti. syok,
" Nino udah ketemu, dan ada di rumah rena, Riko dan yang lain nya langsung mengejar tak lama setelah kejadian, Nino aman...
"terus rena??? tanya rey, cengkraman tangan nya semakin kuat
" team masih nyari, dan ngorek informasi dari si penculik Nino, "
rey melepaskan cengkraman nya,
"siapin pesawat kita pulang sekarang, persetan dengan semua yang ada di sini, rena pasti lagi panik,
frans mengangguk, lalu pergi menyiapkan segala nya, rey meraih HP nya, sial HP mati, rey lupa mengisi daya, kejadian di Malaysia sungguh menyita konsentrasi nya
bergegas membersihkan diri dan mengemasi barang, rey menunggu, mengaktifkan HP nya yang lumayan sudah terisi
HP nya tidak berhenti berputar, menandakan pasan masuk dan notifikasi panggilan,
tak ada nama yang rey cari selain mana istri. nya, 2pesan belum di baca pukul 05pagi,
mata rey seketika berkaca, saat melihat foto yang rena kirim kan, dua garis merah "positif, kamu hamil sayang?? tanya rey pada diri nya sendiri
rey menutup wajah nya, ia menangis,
baru kali ini ia merasa jadi lelaki yang lemah, semua serba kebetulan,
kejadian di Malaysia membuat dia harus berada di sini, jauh dari anak istri nya,
bertepatan 40 hari mendiang mertua nya,
"coba gw ga di sini, gw pasti nemenin rena dan Nino, ga mungkin terjadi semua ini.. "
rey ingat, dia punya no HP mang agus, rey menelpon nya,
"assalamu'alaikum, suara wanita dengan isak tangis
" Waalaikumsalam, BI???
" iya rey, (suara bibi begitu menyayat, rey tak bisa bicara apa apa)
rey, rena di culik, (.bibi menangis) dia di bawa pake mobil, bibi takut rena kenapa napa, dari kemaren dia kurang sehat, bibi Hawatir rey
"bibi tenang, rey akan terbang ke sana sekarang juga, gimana mamang sama pa joko?
" sudah siuman, kita semua di rumah.. nunggu kabar rena
"bisa bicara sama Nino sebentar bi?
" iya, sebentar, tina, ini dari pak rey, mau bicara dengan Nino, ( ternyata Nino tertidur, kasian anak itu)
"hallo pa rey
" tina mana Nino?
"den Nino tidur pak, ga berhenti nangis manggil manggil bunda nya terus
" jaga Nino, secepat nya kita akan ke Bandung
"baik Pak
rey menutup telpon nya, bergegas meninggalkan hotel,
" pesawat sudah siap"
"ayo jangan buang waktu,
frans mengangguk,
membelah langit dengan pesawat jet pribadi EA500 milik nya rey gelisah,
membuka foto yang rena kirimkan tadi, rey berdoa memohon pada Allah semoga sang istri dan calon buah hati nya slalu dalam lindungan Allah
__ADS_1