
karena malam semakin larut, July pamit untuk pulang ke apartemen nya, Nino akan mengantar nya karena kebetulan setelah dari bandara July langsung datang ke rumah Nino,
July pamit,
Rena sebenar nya khawatir pada nya, Ana tinggal di apartemen sendirian, tapi apa boleh buat,
"emh.. aku mampir ke minimarket boleh? “ ucap July
" mau beli apa hmm? “
"di apartemen ga ada makanan"
"oke.. "
Nino mencari minimarket yang strategis, dan menemukan nya dengan cepat,
mereka turun,
setidak nya July punya persediaan roti untuk sarapan besok, Nino sedang memilih eskrim, ketika seseorang menyapa nya
"dokter Nino... " seorang wanita yang terlihat lebih muda dari July menyapa Nino, ia bahkan masih memakai seragam RS,
"ah, suster " Nino mengangguk, July melirik sejenak ke arah mereka,
"dokter lagi belanja? "
"iya Sus" jawab Nino singkat
"mana keranjang nya dok?" tanya suster itu lagi "apa mau saya bawakan? “
" makasih, sudah ada kok,
suster baru pulang?? “
July memperhatikan mereka berdua, seperti nya pembicaraan mereka bukan sekedar menyapa,
"iya dok,
rumah saya kebetulan dekat sini"
"sayang... " July memanggil Nino, Nino menoleh dengan wajah sedikit terkejut atas panggilan mendadak untuk nya
"ya, udah?? " Nino langsung salting,
"belom,.. "
suster tadi langsung terdiam,
July menatap nya, ia mengangguk dan tersenyum.
"maaf suster, saya pergi dulu"
"iya dok.. " suster itu menundukan wajah nya.
Nino datang,
mengusap puncak kepala July,
"maaf tadi aku balas pesan teman ku dulu"
"it's okay" jawab July tersenyum. ia merasa puas atas perlakuan Nino pada nya, habis tatapan suster itu berbeda dari tatapan biasa pada Nino,
mereka, selesai July mengantri di kasir,
Nino pergi sebentar, memilih eskrim yang ia lupakan tadi,
July sengaja sedikit manja pada Nino, suster itu masih di sana,
"apa itu? “ tanya July
" eskrim, mari kita ngobrol sejenak" ucap Nino mengusap kepala nya.. entah mengapa July suka hal itu, Nino terasa sangat sayang pada nya.
suster tadi menjatuhkan beberapa barang di depan nya, ia gelagapan merapihkan nya, di tambah tatapan nya bertemu dengan July,
July datang membantu nya,
"hati hati Sus"
"maaf Bu, terimakasih"
July tersenyum, ia kembali pada Nino,
"baik banget sih calon istri aku" ucap Nino
July tertawa,
__ADS_1
"hal kecil"
"aku tau kamu cemburu sayang" Nino berbisik
July melayangkan tatapan malas pada Nino
"aku anggap itu jawaban iya" tambah Nino lagi
July mencubit kecil perut Nino
"ich geer banget"
"aduh, " Nino pura-pura kesakitan
"panggil lagi aku sayang" Nino berbisik lagi, itu membuat July malu, July tertawa menutup mulut nya
"ayo dong, nanti aku pulang sama suster itu kalau kamu ga manggil sayang" Nino terus mendesak nya,
"mbak, silahkan... "
kasir minimarket itu mempersilahkan July, July merasa puas, setidak nya ia tidak jadi mengucapkan kata itu.. sungguh dia malu.
"ini mba" Nino menyodorkan kartu ATM nya
"hey ini belanjaan aku " ucap July,
"no coment" kata Nino
July mengangguk setuju,
ia sesekali melirik suster itu yang masih memilih-milih barang,
"ayo sayang" ucap Nino sedikit menaikan nada suara nya, ia ingin July mendengar, dan secara tidak langsung memberitahu pada orang orang di sana, bahwa July kekasih nya😚😚
ia menenteng kantong belanjaan mereka, dan segera keluar dari minimarket
"aku akan sering ke sana " ucap Nino
"mau janjian ama suster itu ya.. kan rumah nya deket" kata July
Nino tertawa, ia melajukan mobil nya
"aku seneng kamu cemburu, maksud aku aku mau ke minimarket tadi itu soal nya, di sana tempat pertama kamu bilang sayang sama aku
" mulut kamu bilang engga, tapi mata kamu bilang iya" kata Nino
"abis suster itu natap kamu beda"
"beda gimana? aku liat nya biasa aja,
soal nya hampir semua suster di RS memandang begitu sama aku"
July langsung manyun, ia tidak suka, bagaimana tidak, Nino tampan, sopan, mapan, apa lagi coba, dia pasti punya fans banyak di RS
"hey ko diem" tanya Nino
July hanya tersenyum, hati dan pikiran nya terus berdiskusi, mencemaskan bagaimana calon suami nya itu memiliki banyak fans,
sampai tak terasa mereka sudah sampai di parkiran apartemen,
Nino menggandeng tangan July, mereka menuju lift untuk sampai di apartemen,
Nino memberikan beberapa kali kecupan di punggung tangan July
"aku kangen " ucap nya
July tersenyum malu, Nino mendadak romantis begitu, "aku juga" jawab nya
"boleh aku mampir kan? “
"boleh, kebetulan tadi aku minta ibu laundry, buat kirim seseorang bersihin apartemen "
mereka sampai, July membuka pintu,
"ayo.. " ajak nya pada Nino
Nino masuk, ia baru sekali ini datang,
kemarin hanya menjemput July di luar..
"kamu betah? “ tanya Nino
" sangat, aku suka design ruangan nya"
July meraih belanjaan yang Nino bawakan,
__ADS_1
"Nino eskrim nya lumer"
Nino tertawa
"sudah pasti" Nino menghampiri July ke dapur,
memperhatikan nya merapihkan belanjaan
"sayang" Nino memanggil July, July malah tertawa mendengar itu
"kamu ngeledek aku ya?? " ucap July
"engga, kamu yang mulai kan? “ Nino juga tertawa
" iya, karena aku cemburu" July menatap wajah calon suami nya itu
"Ana, kamu tau? aku juga cemburu waktu kamu pegang tangan Hans dan bilang kamu ga mau pulang sma aku"
July terdiam sejenak
"itu kan cuma ngalihin perhatian nya"
"aku ngerti, tapi ga tau ga suka aja" kata Nino, July mengangguk
"maaf ya" July merasa menyesal,
Nino tersenyum,
"apa aku egois? “ tanya Nino
"engga,
aku juga punya perasaan yang sama Nino"
Nino menggandeng tangan July untuk duduk di sofa, mereka menikmati eskrim yang mulai lumer.
"Ana"
"hmmm? “
"apa kamu keberatan kalau ngomongin pernikahan? “ July menghentikan suapan nya, ia menatap Nino
" pernikahan? “
Nino mengangguk,
"kapan kamu siap untuk menikah? "
Nino merubah duduk nya menghadap July, ia mencoba santai, walau hatinya dagl dig dug...
"aku??, ko nanya gitu sih?? " tanya July
Nino menyimpan mangkuk eskrim nya,
"ayo kita menikah, aku sungguh sungguh"
July menunduk, entah mengapa mata nya terasa panas,
"kamu nangis?? apa ucapan ku salah?? “
July menggelengkan kepala nya
" aku seneng Nino, aku mau nikah sama kamu, tapi... "
"tapi apa? “ Nino terlihat cemas
" aku pengen kamu bilang itu, dengan cara romantis, kamu bener bener ga romantis Nino"
Nino tertawa, ia mengusap wajah nya
"apa yang harus aku lakukan? “
" kamu pikir lah, cara ngelamar cewek dengan romantis gimana"
"tapi kamu udah jawab ngapain juga ngelakuin itu"
July manyun, Nino mencubit gemas pipi nya
"aku harus menerima kenyataan ini" ucap nya
"kenyataan apa? “ tanya Nino
" kenyataan kalau suami ku nanti ga romantis"
Nino terdiam, ia berpikir keras akan ia cari referensinya nanti..atau mungkin pada ayah Rey, ia kan sudah berpengalaman dalam hal itu
__ADS_1