Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
kenangan pahit


__ADS_3

terdengar dering HP milik Al, padahal ini sudah malam, bunga yang belum tidur pun mendengarkan, namun tidak merubah posisi tidur nya.


"ya.... "


"apa banyak yang terluka? "


mendengar itu bunga langsung bangun, ia duduk. bersandar pada ranjang nya,


terlihat suami nya memijat tengkuk nya dengan berat.


"perketat keadaan, jangan sampai ada lagi yang terluka, aku akan ke sana"


Al menutup telpon nya,


"ada apa? " tanya bunga.


"sesuatu terjadi di kantor, aku harus ke sana"


bunga terdiam, ia ingin sekali melarang suami nya untuk pergi, namun ia bisa apa?


"aku khawatir"


Al mengganti celana nya, dan menyambar sebuah jaket,


"pergi tidur, dan jangan banyak pikiran oke, aku akan segera kembali"


satu kecupan mendarat di bibir bunga dari Al, bunga menggenggam tangan suami nya


"cepat kembali oke"


"iya sayang, aku harus buru buru"


bunga mengangguk,


Al pergi dengan rakha, sedangkan july sedang ada acara, Al mengkhawatirkan putri nya juga, sehingga meminta untuk pulang menjaga mamah nya.


sudah 20menit berlalu setelah Al pergi, dan july belum kembali, bunga masih terjaga ketika mendengar suara pecahan kaca yang sangat keras dari arah luar kamar nya,


bunga menegang, apa yang terjadi di luar, ia sangat takut..


menyambar HP nya untuk menghubungi Al, HP Al tidak aktif,, HP rakha juga...


bunga menghubungi july, namun tidak ia angkat.


"ya Tuhan ada apa ini?? "


dorrr,


suara tembakan begitu saja terdengar,


bunga berteriak saking kaget nya, tangan nya refleks menutup kedua telinga nya, ia terduduk, bersandar di ranjang.


seseorang menembak kunci kamar bunga,


terdengar suara langkah seseorang mendekat,

__ADS_1


bunga semakin takut, ia bergerak sedikit demi sedikit menjauh, tubuh nya gemetar,


"Al.. tolong aku, aku takut" bunga bergumam..


"bangun" suara itu mampu membuat kaku tubuh bunga, bunga memeluk lutut nya


"apa kamu tidak dengar? aku meminta mu untuk bangun" nada itu semakin meninggi,


karna tidak melihat pergerakan pada bunga setelah beberapa menit,


lelaki misterius itu menarik dengan kencang lengan bunga, hingga bunga hampir terjatuh


"hay nyonya Alif apa kamu tidak mendengar ku? "


ucap lelaki itu tepat di telinga nya


"siapa kamu? mau apa datang?? “


bunga memberanikan diri berbicara,


si lelaki menyunggingkan senyuman sinis nya,


"menurut mu apa?


suami mu begitu bodoh meninggalkan mu sendiri di rumah, padahal aku telah mengecoh nya"


"apa mau kamu?? “ bunga sedikit berteriak mengatakan nya.


" jangan meninggikan suara mu nyonya"


lelaki itu menodongkan pistol di atas mata bunga, bunga menangis


bunga membelalakan mata, ia tau apa maksud orang ini,


"apa ada pesan terakhir yang ingin kamu ucapkan nyonya? karna aku tidak akan berlama lama"


air mata bunga menetes tanpa isakan,


ia memejamkan mata, berharap ini semua hanya mimpi, mimpi buruk dan ia ingin cepat terbangun.


si lelaki menurunkan pistol ke dada bunga, menargetkan jantung nya,


"Tuhan, aku pasrah,


jika ini bukan mimpi, aku titipkan semua nya pada mu,, kehidupan anak anak dan suami ku"


tanpa aba aba, pistol itu meluncurkan timah panas nya, mata bunga masih terbuka di detik detik terakhir hidup nya, merekam dengan seksama wajah lelaki yang membuat hidupnya terhenti,


dan seketika matanya menggelap bunga terjatuh begitu saja.


july sampai di rumah nya, ia membelalakan mata melihat dinding kaca rumah nya telah hancur, menyisakan tirai penutup kaca itu tertiup angin..


"mamah?? "


memarkirkan mobil dengan asal, ia buru buru keluar mobil dan berlari ke dalam rumah, hanya diding kaca itu yang hancur, di dalam masih aman, tidak ada satu barang pun yang berpindah tempat, ia mencari mamah nya

__ADS_1


"mah... "


"mamah dimana mah?? "


tidak mendengar jawaban, july panik, ia melihat pintu kamar mamah nya terbuka,


"mah.. "


july cepat masuk, ia tak melihat mamah nya di sana, penasaran, july memeriksa kamar mandi, namun tidak ada juga,


seketika ia menjerit, melihat mamah nya tergeletak di samping ranjang dengan darah menggenang.


july lemas seketika, ia terduduk di lantai menghadap mamah nya, ia tidak berani menyentuh nya


"mamah... " suara nya lemah, july berteriak sekencang kencang nya, menyesali panggilan mamah nya hampir se jam yang lalu tidak ter angkat oleh nya..


"maaf mah maafin july"


suara deru mobil terdengar, Al datang, ia dan rakha juga jelas panik melihat ke adaan depan rumah nya berantakan,


mereka berlari,


"mamah... " rakha berteriak mencari keberadaan sang mamah


"pah... mamah pah... "


terdengar suara july dari arah kamar milik nya. Al bergegas menghampiri, melihat putri nya menangis memeluk lutut, Al berjongkok mendekati nya


"sayang mana mamah? “ tanya Al


july tidak menjawab, namun pandangan matanya menunjukan sesuatu,


Al mengikuti itu, ia terpaku melihat apa yang ada di depan nya, istri nya, wanita yang di cintai nya, entah sejak kapan berada di sana, ia pasti kesakitan.


" mamah.... " rakha berteriak, jatuh di samping mamah nya, Al bangun, mengangkat tubuh dingin istri nya


"sayang, bangun.. aku pulang, ayo lah jangan becanda"


ia tau, darah sudah menggenang di lantai, mana mungkin istri nya becanda dengan itu, namun hatinya tetap tidak Terima,


istri nya masih ada, ia sedang memeluk nya


bunga tidak bergerak sedikit pun,


Al memeluk nya dengan erat, membisikan kata maaf yang tiada putus nya, menyesali kepergian nya.. ia ingat betul kata kata sang istri sebelum ia pergi, tak di sangka semua akan menjadi yang terakhir bagi nya..


***


air mata itu jatuh lagi karna kedipan, hati nya tambah sakit melihat foto di HP putri nya,


bukan ia tidak cinta pada mendiang sang istri,


Al merasa semakin bersalah kalau melihat wajah sang istri, istri nya melalui ketakutan sendiri, ia kesakitan tanpa dia menemani di sisi nya..


Al bahkan tidak mau melihat rekaman CCTV d kamar nya, yang menceritakan kejadian malam itu,

__ADS_1


itu terlalu ekstrim,


sudah dua tahun berlalu tapi hati nya belum siap dengan semua ini, Al masih berduka.


__ADS_2