
rena menatap susan dan rey bergantian,
mohon maaf sebelum nya, bu pak,...
bukan rena mau menolak, tapi kondisi kesehatan mamah memang tidak stabil, sebenar nya untuk kontrak ini saja 3blan rena sangat hawatir, kalo saja novi tidak. memohon pada mamah dulu,
jadi saya memutuskan untuk mengakhiri kontrak, sebagimana mesti nya..
mohon maaf pak (rena menatap rey sambil tersenyum) saya tau kesempatan ini tidak datang dua kali, dan banyak di luaran sana mendambakan pekerjaan, namun bbrapa hal membuat saya memutuskan ini,
rey melirik susan, yg di lirik mengangkat bahu nya ( kacian pak bos, gagal hihiihiii ledek susan)
" apa salah satu nya, rencana pernikahan kamu ren?? tanya rey yg sontak membuat rena gugup
" itu blm tau pak, tapi rena lebih mengkhawatirkan mamah"
"baiklah, sepertinya tidak bisa di ganggu gugat, bagai mana susan? tanya rey
" ya seperti nya begitu, kita ga bisa memaksa rena bos, jawab susan yg d hadiahi anggukan rey, emhhh maaf saya ke toilet dlu sebentar ya _cela susan padahal memberi waktu untuk rey dan rena ber dua, dia memang sangat pengertian bukan_
suasana di dalam menjadi lebih kikuk setelah susan meninggalkan ruangan,
ehemmmm, rena..
__ADS_1
saya ga bisa maksa kamu buat kontrak baru, karna kamu juga punya privasi, namun kalo boleh saya berterimakasih, saya ingin mengajak kamu makan malam.. ya anggap saja ini hadiah perpisahan,
terimakasih pak, bpak sangat baik.. tapi bukan kah itu sangat berlebihan, mengingat posisi saya di sini hanya karyawan, dan bapak pemilik nya.
" saya ga pernah membedakan siapapun dari posisi ren, kita sama, berdiri d atas tanah yg sama.. ini juga permintaan dari momi, bagaimana pun luka di bahu kamu karna tembakan itu akan membekas selama nya kan.. kami hanya berterima kasih
" pak, _rena canggung_
itu musibah,
" memang itu musibah ren, kalo pun bukan kamu yg tertembak waktu itu, saya akan melakukan hal yg sama ke orng lain (modus pak bos😁)
" baiklah kalo begitu pak, insyallah rena bersedia, sambil tersenyum (ya allah ren, kamu tau senyuman mu itu membuat hatiku meleleh, mungkin terdengar lebai tapi. memang itu yg aku rasa, bisa sedekat ini buat jantung aku berdebar) rey tersenyum puas mendengar jawaban dari rena,
" rena bisa pergi sendiri pak, di sini banyak taksi"
" saya tidak terima penolakan ren
rena langsung menunduk, susan masuk lg ke ruangan nya menyelamatkan kecanggungan d sana
" apa sudah menemukan titik terang? tanya susan
" ya, rena ga bisa lanjut. jawab rey, ada nada penyesalan di sana,
__ADS_1
" it's ok, bukankah itu tujuan musyawarah, menemukan jawaban,..
rena tersenyum,
" kalo begitu rena pamit ke ruangan lagi pak, bu..
rey dan susan mengangguk mempersilahkan rena kembali ke ruangan nya, mereka melanjutkan lagi cuap² nya
rena kembali, tepat setelah jam makan siang..
" udh beres? tanya riko salah satu koki di sana
" udah ka,
" mau makan siang, mau d buatin apa?
" emh seperti nya bakso kuah enak, rena tertawa
" siap. bos.... riko pergi menyiapkan
kadang rena keluar untuk mencari makan, kadang juga makan bareng para koki d dalam, kebetulan riko memiliki perasaan suka. namun rena pernah bercerita tentang tunangan nya ferdi, riko harus memendam nya, bukan pasrah menyerah, namun ia takut kecewa
(blom tau aja bang riko saingan nya pak bos ahahaaa)
__ADS_1