
memakaikan jaket dan helm pada sang putra, rey sudah siap nino sangat senang sekali,
rey membuka kain penutup motor nya, rey slalu kagum pada kuda besi nya ini, ia saksi bisu kenakalan nya dulu,
rey mengusap motor sport berwarna merah nya itu, ia sedikit bernostalgia, motornya ini masih fit karna slalu dirawat secara berkala...
motor mulai di nyalakan,
memutar gas, rey menikmati sensasi suara knalpot, ingin rasanya ia ugal ugalan seperti dulu..
tak berlama lama, rena dan jagoan nya sudah menunggu di depan. rey tancap gas....
"yeaaaayyyy naek motor (nino sangat senang melihat ayah nya datang dari arah garasi belakang, rena ingat, ia pernah bertemu dengan rey di mini market, yang ber akhir dengan curhat rey tentang mantan istri nya sepanjang jalan. ia tersenyum... )
" den nino hati hatinya, (tina merapihkan lagi jaket tuan kecil nya itu) ,
"ok ka"
rey menganggukan kepala ke arah rena, ia sudah siap..
"kita berangkat dulu ya bi, (rena pamit pada bi asih yang menemaninya sejak keluar rumah tadi) "
"hati hati ya non, den( bi asih memanggil rey) jangan ngebut ngebut, pelan aja ya"
rey malah tertawa,
ia ingat bagaimana bi asih ikut menangis merawat nya karna kecelakan motor, bukan di beri obat oleh momi nya, rey malah di caci maki, momi kesal karna rey senang naik motor yang menurut nya bahaya,
"tenang bi, rey bawa nino sama rena, ga mungkin ngebut, kita cuma ke mall paling deket aja ko"
"iya den
melajukan motor nya gerbang tebuka,
" nino senang bunda " (terlihat dari wajah nya, nino sangat bahagia)
"InsyaAllah kita akan sering jalan jalan ya yah..? "
“iya sayang... "
menikmati ramainya kota, nino seperti biasa menunjuk ke sana sini, hanya butuh waktu kurang dari 20menit mereka sampai...
seperti keluarga pada umum nya, bergandengan tangan menyusuri toko toko,
melihat ke sana ke sini, rey hampir membeli barang apa saja yang nino dan rena sentuh,
namun rena melarang nya. ini kan hanya cuci mata😄
rena lebih nyaman seperti ini, hidup bebas, dari pada harus ada pengawal terus di depan nya,
walaupun tanpa ia sadari di beberapa titik frans memerintahkan anak buah nya bersiaga, rey sempat bilang tadi pada frans jangan terlalu mencolok, rena tak suka itu.
rena juga tidak menyadari nya, ketika ia dan nino pergi ke sekolah slalu ada pengawalan.
memasuki area Timezone, rey membayar tiket masuk, nino sudah tak sabar, rena membiarkan nya main se puas mungkin, bersiap dengan kamera HP nya, ia akan mengabadikan momen indah ini...
"sayang aku keluar sebentar, ada telpon masuk (rey meminta ijin)
" jangan hawatir, kita di sini ya... "
mengecup kening sang istri rey pergi...
seseorang mendekat, menunduk pada rey
"hallo frans
" rey, tetap di dalam beberapa jam ke depan, seseorang mengikuti kalian" (ucap frans di sebrang sana)
"siapa?? (rey bertanya)
" teman lama rey" (frans memberi kode)
rey tau siapa yang di maksud,
biar frans dan yang lain nya membereskan..
"aku di luar rey (tambah frans) "
"berhati hatilah, jangan telpon nanti rena curiga, kirim pesan saja“
" ok.. (frans mengakhiri telpon nya)
menepuk pundak pengawal nya,
"siaga satu" (kode lagi dari rey)
__ADS_1
"siap tuan"
rey kembali ke arena bermain,
"ayah, ayo temani mandi bola.. " (nino sudah ada di kolam bola)
"ok sayang"
byurrrr rey ikut masuk, seketika bola terpental ke mana mana mereka tertawa, rena bengong melihat nya,
ternyata kelakuan dia jagoan nya begini kalo bersama...
nino memunguti bola yang terlempar, melempar masuk ke tempat asal nya,
rena duduk di sebuah ayunan, sambil mengabadikan momen mereka, rey menjadi teman main nino hari ini, mereka bahagia...
tak terasa waktu menunjukan pukul 11.40 menit, merka istirahat, mencari restoran untuk mengisi perut nya,
rey menerima pesan dari frans
"sebaik nya kalian pulang, situasi sudah aman"
rey berbisik pada sang istri,
"kita pulang sekarang ya, aku ada urusan"
rena mengerti, ia harus membujuk nino agar mau pulang,
"sayang, sebentar lagi kita pulang ya, kita lanjut main di rumah saja"
"nino belum naik kereta bunda"
"sayang di luar sudah mendung, kita kan pakai motor, nanti kehujanan... "
nino cemberut,
rena tak tega melihat nya,
"apa kita di sini saja yah, ayah pulang lah kalo ada urusan"
"engga sayang, aku ga bisa ninggalin kalian "
beralih lagi pada nino,
rey menggendong nino menuju parkiran motor, mereka bersiap pulang,
sebuah mobil mengikuti nya dari belakang, rey waspada...
mengambil jalan beda arah dari saat berangkat tadi, rena bingung mau kemana mereka,
melirik spion nya, rey menyadari dua motor sport datang mengikuti nya,
sedikit menambah kecepatan rena menegang, memeluk nino dan rey bersamaan..
memarkirkan motor nya di tempat aman,
"turun sayang.. (rey meminta anak dan istri nya turun, situasa tak aman)
rena menurut,
sebuah mobil menepi di depan motor rey,
membukakan helm sang istri dan putra nya,
" dengar sayang (rey menagkup pipi sang istri)
ikut frans, nanti aku datang ke sana“
" ada apa sebenar nya? "
" ga ada apa apa, ikuti apa yang frans bilang ok"
rena mengangguk ragu,
"ayo sayang (rey membawa istri dan anak nya memasuki mobil)
nino sayang, jaga bunda ya.. nurut sama om frans ok"
"iya ayah, (nino pun tampak bingung)
" sayang hati hati ( rena berkata, rey senyum. menutup pintu mobil, frans membawa anak istri nya pergi)"
frans membawa rena dan nino pergi ke sebuah rumah, tak terlalu besar seperti rumah rey,
membuka kan pintu untuk nyonya nya,
__ADS_1
rena turun, ia ragu, dimana ini???
"kita di mana? " (bertanya pada frans)
"selamat datang nyonya, ini rumah pelatihan milik pak rey, anda dan tuan kecil aman di sini"
"ada apa sebenar nya" (rena cemas ia harus tau ada apa, dan kemana suami nya pergi)
"maaf nyonya, tuan melarang saya memberitahu Anda, nanti tuan sendiri yang akan memberitahu.
masuk lah dulu, anda bisa istirahat di dalam, ada kamar tuan.
rena mengangguk,
" bagaimana bisa istirahat kalo rey saja entah dimana (rena marah) "
"maaf nyonya.. (rey benar,bukan menakutkan, rena sangat menggemaskan saat marah, frans memperhatikan nyonya nya)
mereka masuk ke rumah, di sambut beberapa orang berbadan tegap,
frans berjongkok, mensejajarkan badan nya dengan nino,
" apa nino mau main bola? om punya bola di belakang? "
"mau om, nino suka main bola"
"ayo ikut om, kita main sama om yang lain di sana"
"bunda boleh?? (nino bertanya, fikiran rena entah sedang ke mana) "
"boleh sayang, hati hati ya... "
"yeayy, ayo. om.. ( ajak nya pada frans) "
frans menundukan badan pada rena mereka pergi,
seseorang menunjukan kamar rey, rena masuk ukuran nya hampir sama dengan kamar yang di rumah...
apa rey sering tidur di sini?? rena begitu pusing memikirkan apa yang terjadi, sungguh ia benar benar tak tahu suami nya..
rena keluar kamar, menuju ruang tamu,
seorang lelaki berpakaian koki datang,
"nona, ada cemilan dan minuman di meja silahkan di nikmati"
rena menoleh ke arah meja, benar sudah ada makanan di sana,
"baiklah, terimakasih.. "
koki itu menundukan badan
"jika ada yang anda perlukan panggil kami nona"
rena mengangguk, berjalan menuju dinding kaca yang sangat lebar, dari sana rena bisa melihat nino sedang bermain dengan beberapa orang , apa mungkin itu para pengawal rey???
rena tak tenang, cuaca pun berubah mendung,
sudah 15menit rena di rumah ini , tak ada yang bisa memberi informasi, nino masuk bersama frans, dia kelelahan rena membersihkan keringat yang ada di rambut jagoan nya,
"om apa ada film upin-ipin?? " (tanya nya pada frans)
"coba om cek dulu ya" (menyalakan TV besar di hadapan nya, mencari chanel kartun)
"om sudah film ini aja nino suka, (memilih salah satu tokoh kartun)
" ok bos, ini remote nya, takut nino mau ganti chanel"
"terimakasih om"
"sama sama, (mengusap kepala tuan kecil nya)
" kenapa belum ada kabar?? (rena bertanya) "
"kami juga sama nyonya belum dapat kabar,
mohon maaf saya permisi dulu nyonya"
rena menganggukan kepala nya,
frans terlihat memasuki sebuah ruangan di ujung sana, nino tertidur di sofa ia pasti lelah..
hujan turun, rena memandang nya dari dalam ia melamun.. hingga tiba tiba ia merasakan sebuah pelukan dari belakang, rena terkejut, membalikan badan cepat,
mendapati suami nya tersenyum di Sana ia lega, saling memeluk erat rena menangis, rey menenangkan nya,....
__ADS_1