
merapihkan perabotan nya ke dalam tas, putri akan pulang, cukup sudah hari ini, ia butuh penyegaran..
"mau langsung pulang, atau ada rencana kemana dulu? β (tanya lia)
" gue mau ke kafe Yuda aja.. " (jawab putri singkat)
"baiklah.. gue balik duluan ya.. laki gue udh jemput d parkiran"
"iya sayang, hati hati ya... "
"woke, kamu juga hati hati (lia mencium pipi kanan dan kiri sahabat nya)
selesai dengan semua, putri pun bergegas keluar kelas. menyapa beberapa teman teman nya di luar, putri gak pernah pilih pilih teman dalam bergaul, ia bisa berbaur dengan siapa saja...
dari kejauhan putri melihat Yuda di gerbang, dengan senyum khas nya, itu yang membuat putri menyukai nya...
" non, mau kemana? "
putri menoleh, ia hampir saja melupakan sang sopir,..
"bentar pak, putri mau ketemu temen dulu"
"maaf non, nyonya minta saya langsung bawa non pulang" (pak yanto sudah memelas menatap putri, bagaimana tidak, nyonya nya begitu tegas meminta nya membawa putri pulang tepat waktu, di tambah Edo juga selalu mengawasi nona nya ini)
"sebentar ko pak"
putri terus berjalan, setengah berlari menghampiri Yuda.
Yuda heran, putri menarik tangan nya, meninggalkan gerbang kampus,
"ayoo ka cepet. "
"emang ada apa dek? "
"duhhh, ceepetan nanti aja bilang nya"
pak yanto geleng geleng kepala melihat tingkah laku nona nya..
dia tau, laki laki itu Yuda.. teman dekat putri..
"bang, nona pergi" (lapor yanto pada Edo melalui telpon)
"biarin aja, nyonya bilang kamu pulang aja"
"ok bang"
putri di tinggalkan,
momi sengaja memberikan sedikit kelonggaran waktu untuk anak bungsu nya itu, momi mau lihat, bagaimana putri,
apa nyaman di berikan kebebasan nya...
**
kafe milik yuda tidak jauh dari kampus, mereka bisa saja jalan kaki, tapi memang kebetulan Yuda memakai motor nya,
__ADS_1
putri dan Yuda sampai di kafe,
"tar kamu di marahin lagi sama momi dek" ( kata Yuda)
"aku lelah kak ngurusin tugas aku pengen refresing sebentar"
Yuda tau, karna dia pun sama sedang mempersiapkan tugas nya..
"ayo masuk, aku bikinin kamu minum"
putri mengangguk, mereka memasuki kafe
"alhamdulillah, lumayan rame ya kak? "
"iya alhamdulillah (Yuda tersenyum)
" emh, aku boleh di dalem ga?"
Yuda mengangguk, mengusap kepala wanita nya itu, di sini ada sebuah kamar, Yuda sengaja membuat nya, kadang sesekali Yuda butuh istirahat, namun tidak bisa meninggalkan kafe
putri ambruk di tempat tidur, ia lelah sangat, masa bodoh dengan omelan yang akan ia Terima nanti dari momi,
tak sadar, putri malah tertidur..
Yuda masuk ke kamar nya, ia tersenyum. melihat putri malah tertidur.. padahal posisi nya kurang nyaman..
Yuda duduk di pinggir tempat tidur, membuka kan sepatu putri,
sedikit membetulkan posisi nya,
"kalo hari itu, kita ga ketemu, mungkin kita ga akan se deket ini sekarang dek"
Yuda tersenyum, mengingat saat ia dan putri bertemu, padahal mereka satu kampus.. dan satu fakultas, tapi benar benar Yuda tidak mengenali nya
hari itu, Yuda dan team volly nya bertanding, dengan anak fakultas lain...
ketika anak anak lain antusias memberikan dukungan untuk team nya, namun tidak dengan putri, ia lebih memilih pulang karna tidak ada kegiatan di kelas, di tambah ia merasa kurang sehat,.
melintasi lapangan yang ramai, salah satu dosen memanggil nya,
putri mengenal nya "nathan salah satu teman kak rey"
"put, kamu sakit? ko pucat? "
"pucat ya? putri memang lagi kurang sehat ka, ini juga mau pulang"
"aku anter pulang ya.. atau mau ke klinik? " (tawar nathan)
"putri di jemput pak yanto ka.. makasih"
nathan tersenyum. ia mengangguk,
namun tiba tiba surat teriakan penonton pertandingan terdengar, putri dan nathan menoleh ke sumber suara,
tiba tiba
__ADS_1
"tuiiinggg" bola cukup keras mendarat di kepala putri, putri limbung, ia jatuh terduduk..
seketika para penonton beralih perhatian pada putri, nathan panik, bola itu cukup kencang menghantam kepala putri..
ya, siapa lagi pelakunya kalo bukan Yuda,
merasa bersalah, Yuda tidak tau bola itu mengenai siapa, ia berlari menghampiri putri yang sudah di kerumuni orang orang..
Yuda menerobos...
ia terkejut, melihat darah menetes dari hidung putri,..
Yuda melihat putri mengusap hidung nya.. beberapa orang yang melihat itu sedikit berteriak...
putri terlihat memejamkan matanya.. tak lama ia pingsan.. nathan sigap membantu nya,
Yuda pun tidak tinggal diam, ia membantu mengangkat tubuh putri,
jelas sekali, masih ada darah yang keluar di hidung putri. Yuda melihat nya langsung..
"bawa ke klinik saja" ( kata nathan)
Yuda mengangguk,
karna perawakan yuda lebih tinggi, Yuda menggendong putri sendiri, membawa nya menuju klinik,
putri di barigkan,
dokter jaga memeriksa nya.. yuda ikut membantu membersihkan darah di hidung putri,
dari saat itu, Yuda tertarik, putri sangat mempesona untuk nya, walaupun keadaan wajah nya yang sedikit pucat,
"apa parah dok? darah nya banyak sekali" (tanya nathan)
"tidak pak, seperti nya hanya mimisan,
suhu tubuh nya sedikit lebih hangat"
"memang dia bilang tadi ga enak badan, itu dia mau pulang"
dokter mengangguk,
Yuda selesai membersihkan darah di hidung putri, terlihat beberapa tetes terkena baju putri, bahkan di baju yuda pun ada menempel
"yud, kamu lanjutkan saja pertandingan nya, biar saya yang jaga putri"
Yuda sedikit berat meninggalkan wanita ini,, siapa namanya tadi putri??,
Yuda menatap lagi wajah cantik itu,
pertandingan nya tinggal beberapa menit lagi,
"pak, nanti kalo putri sadar, jangan langsung pulang ya.. saya mau minta maaf" (kata Yuda pada nathan)
"baiklah... "
__ADS_1
Yuda tersenyum, ia buru buru kembali ke lapangan