
July sudah tidur,
Nino memandangi calon istri nya, semua perkataan papah Al ia ingat,
memang benar, melihat seseorang yang kita sayangi di sakiti orang lain akan menyakitkan hati, tapi tindakan July sedikit berlebihan, dengan siapa ia bekerjasama menghabisi pembunuh mamah nya, ia tidak mungkin sendirian..??
_aku memang belum mengenal mu Ana, tapi aku yakin, semua yang kamu lakukan atas dasar kasih sayang, semoga tidak akan ada lagi sesuatu yang membuat diri mu marah,
mari kita jalani bersama, seperti nya jika terjadi sesuatu kamu harus di awasi lebih ketat,
belum tau dengan kasus ini sekarang, apa rencana mu kedepan nya jika tau siapa yang mencelakai mu? _
_ Nino, apa jika aku mengatakan semua nya tentang ku yang tidak bisa menguasai amarah kamu akan menerima??? aku ingin jujur, karna aku sudah percaya sama kamu Nino, tapi aku takut kamu mundur setelah tau aku bagaimana_
July sebenarnya tidak bisa tidur.. namun melihat Nino belum tidur dia pura pura memejamkan matanya.
Nino menelpon seseorang, padahal ini sudah malam.. July mendengar nya,
"gimana dod..? “
" jangan khawatir bro, dimana kalian siap, kami standby " ucap dodi di sebrang sana..
Nino diam diam merencanakan photo prewedding nya, namun dengan situasi seperti ini, dodi menyarankan untuk melakukan prewedding di dalam ruangan saja,
"tanyakan pada bidadari mu itu ingin tema apa, akan kita siap kan secepat nya"
Nino meleirik July yang pura pura tidur itu,
"dia ga terlalu feminim dod apa iya dia mau prewedding?? “
_ apa katanya?? prewedding?? apa aku ga salah denger Nino?? aaahhhhhh _
July bergumam ia tak tahan mendengar kabar itu,
July pura pura menggeliat, ia bangun, namun Nino masih fokus dengan teman nya.
"kirim lah beberapa tema untuk referensi kita siapa tau Ana tertarik dengan salah satu nya.. "
July menggigit ibu jari nya,
ia gemas... Nino ternyata kepikiran untuk melakukan prewedding di saat ia malah tidak ingat hal itu,
"baik lah.. thanks bro... " Nino menyudahi panggilan nya.. ia masih sibuk membalas beberapa pesan yang masuk sejak tadi,
ia melirik waktu, ternyata sudah hampir tengah malam.. Nino meyimpan HP nya.. ia akan ke kamar mandi untuk bersih bersih sebelum tidur..
"hey, kamu bangun?? “ Nino terkejut melihat July menatap nya,..
" kamu menelpon seseorang malam malam begini?" tanya July pura pura tidak tau.
"maaf aku ngeganggu ya?? “ nino merasa bersalah..
" engga aku memang kebangun aja, siapa tadi?? “ tanya July.
Nino melirik HP nya, entah kenapa ia terpikir untuk menjahili calon istri nya itu..
"perawat yang kemarin ketemu di minimarket" ucap Nino, ia melipat kedua tangan nya di dada, bersandar pada tembok tak jauh dari ranjang July
"oya..?? apa ada pasien darurat?? " tanya July,
Nino sedikit kecewa karna July kelihatan nya tidak marah..
"engga.. ga tau akhir akhir ini dia suka telpon, ngajak ketemuan..."
Nino mendekat ia duduk di ranjang July dekat kaki nya...
"temui lah dia, kasihan kan di cuekin melulu" jawab July, ia pura pura tidak peduli, meraih HP nya di meja sebelah..
"dia lagi jaga malem,, bener nih boleh ketemuan?" ucap Nino
July tersenyum.
__ADS_1
gimana dia akan marah, sedangkan July tau Nino berbohong
"Nino, apa kita bisa punya perjanjian..?? " ucap July serius..
"apa itu?? “ Nino penasaran
" gimana kalo kita sedikit punya privasi,
kalo kamu mau ketemu perawat itu silahkan, it's okay, berarti aku juga boleh ketemu cowok lain di luar"
Nino cemberut mendengar itu,, ko jadi dia yang cemburu sendiri mendengar nya
"nona Jullyana, asal kamu tau.. mulai besok pagi aku kasih tugas Rio buat jadi sopir kamu,
dia akan ikut seperti bayangan kemanapun kamu pergi... " ucap Nino serius
"oke ga apa apa,
apa Rio bisa jaga rahasia??, aku tuan nya kan?? jadi aku bisa perintah dia tutup mulut kalo aku ketemuan sama cowok lain"
Nino tersenyum kecut..
"tidak semudah itu sayang, dia lebih takut sama aku.. " ucap Nino...
"lalu gimana dengan perawat itu??, kalian bisa bebas ketemu tanpa aku tau kan?? apa jangan jangan benar kalian ada main"
"an...
maaf aku bohong soal perawat itu... ko jadi panjang urusan nya... " Nino menggenggam tangan July
"pak.dokter kamu yang mulai.. " ucap July, Nino melihat wanita nya itu marah.. July tidak bercanda..
Nino meraih HP nya.. ia menunjukan kontak Dodi yang ia telpon tadi..
"sayang lihat... tadi aku telepon sama temen aku, dia WO, aku punya rencana untuk kita prewedding" kebetulan sekali Dodi telah mengirim beberapa tema untuk prewedding mereka,
July tersenyum dalam hati nya.. ia senang sungguh..
July belum menyelesaikan kalimat nya, namun Nino melepaskan tangan nya, ia bangun..
" jadi kamu mau aku ketemu sama perawat itu?? " tanya Nino
"kamu tadi yang bilang"
"oke aku keluar... " Nino meraih HP nya di tangan July, ia benar benar akan keluar...
"Nino... " July memanggil nya, Nino sudah senang, ia berpikir kalo July tidak akan bisa kalau dia pergi...
Nino berbalik,
"emmh.... tolong suruh Rio masuk ya.. biar aku ga kesepian... aku belum ngantuk.. "
Nino mencelos, ia tersenyum sinis dan melemparkan pandangan nya ke segala arah, July memainkan HP nya, ia pura pura tidak melihat Nino
_ ayo sayang,, aku ingin tau apa kamu bisa tinggalin aku sendirian tengah malem gini _
July tertawa dalam hati nya,,
tanpa ia duga.. Nino menutup lagi pintu nya,
"aku ga jadi keluar.. " Nino berdiri di depan July memasukan kedua tangan nya di saku celana
"kamu ga cemburu aku mau nemuin cewe lain?? “ tanya Nino,
July menggelengkan kepala nya yakin,
" bener?? " tanya Nino
"Nino buat apa aku bohong" jawab July tersenyum.
"kamu ga sayang sama aku?? " tanya Nino,
__ADS_1
"aku sayang sama kamu.. " jawab July
"terus kenapa ga marah..?? “
July akan menyudahi pura pura nya, ia takut kalau Nino benar benar marah,
" aku ga marah karena tau kamu bohong Nino, aku juga denger kamu nelpon sama temen kamu ngomongin prewedding "
Nino diam menatap July tajam..
ia yang tadinya akan menjahili July, malah ia yang kesal,
"baguss,.. " Nino mengangguk anggukkan kepala nya, July tertawa
"lagian kenapa boong segala mau nemuin perawat " ucap July meledek nya
Nino mendekat,
"kalau benar bagaimana? " tanya Nino serius
"pergi lah, aku juga akan cari pengganti mu dokter"
"Ana"
"apa?? " July sedikit kesal..
" I love you " ucap Nino
"aku engga dokter" ucap July datar,
Nino jengkel, gemas pada calon istri nya ini, ia mencengkram pelan dagu July sampai calon istri nya itu memanyunkan bibirnya.
"jawab aku?? " Nino pura pura melotot,
"apa...?? “ tanya July tertawa
" I love you Jullyana " Nino mengencangkan suara nya July semakin tertawa
"ampun dokter... "
"jawab ga... "
"aku ga cinta sama kamu, abis nya kamu mau temuin perawat itu kan??" July memukul pelanggan tangan Nino
"aku becanda sayang... " ucap Nino
"ga mau,, minta maaf dulu.. " July malah melawan, Memelototi Nino,
Nino melepaskan tangan nya,
"baik tuan putri, maafkan saya, saya cuma becanda bilang mau nemuin perawat itu"
namun tanpa di duga July tiba tiba meringis.. ia memegangi kepala nya..
" shhh, aduhh.... "
"Ana kamu kenapa? “
Nino langsung panik, ia memegangi kepala July, mengusap nya dengan hati hati..
" apa sakit?? dimana?? “ Nino terus memeriksa kepala nya.. July tersenyum ia puas melihat Nino cemas begitu,
"mmmuacch" July memberikan satu kecupan di pipi Nino, ia tersenyum " i love you too my doctor "
Nino tersenyum.
"kamu tau?? kamu pasien paling nyebelin " ucap Nino
"massa?? , nyebelin.. apa ngangenin" tanya July meledek nya
"mau nya..???? " tanya Nino
__ADS_1
#maaf ya gais baru updt, aku nyiapin kue buat idul adha dulu😄 happy Reading gaisss