
Keadaan memanas karna jho menyandara putri,
ia tidak perduli pada anak buah nya yang berhasil team frans sandra juga walaupun harus melakukan beberapa perlawanan,
Putri terlihat sangat tegang,
"diam.. " bentak jho pada putri karna ia tak berhenti menangis
"aku akan menembak mati kekasih mu sayang, (jho membawa mundur putri untuk menjauh dari mereka semua beberapa langkah, Yuda mencoba untuk bangun, ia tidak bisa diam)
"lihat lah dia, apa yang kamu suka dari dia, aku lbih punya segala nya putri" (jho sedikit berteriak, membuat putri ketakutan menunjuk Yuda dengan kepala nya)
frans memberi kode pada Yuda menggunakan jari nya, Yuda punya pistol yang frans bekali setidak nya todong Jhonatan, biar terlihat sedikit cool di mata putri,
"kamu benar benar payah Yuda, kalo rey melihat mu pati dia akan tertawa" gumam frans dalam hati,
frans memberikan kode juga pada yang lain,
ini harus di tuntaskan, sampai kapan akan begini terus, Yuda faham, walaupun tangan nya gemetar ia mencoba meraih pistol di saku nya,
putri melihat pergerakan Yuda
"kakak please stop kamu jangan bergerak" putri ingin menjerit namun lagi lagi suara tembakan terdengar,
dor..
"kakakkkkk" putri berteriak Yuda mengerang, "engga engga mungkinn kak Yuda" putri terus berontak,
sejurus kemudian,
frans dan team nya menodongkan pistol ke Arah Jhonatan, dan jho pun melakukan hal yang sama,
apa mungkin team frans bisa melumpuhkan jho yang tinggal se orang itu,
ini sudah keterlaluan, putri menegang, bagaimana tidak,
kurang dari jarak dua meter ada 6 senjata mengitari kepala nya, ia tidak ragu pada team kak frans,, tapi nama nya musibah dan keberuntungan, mungkin ia bisa tertembak,
putri menangis dalam diam, mata nya melirik terus pada Yuda di sana, Yuda berdarah, Yuda kesakitan,
tembakan dari jho ternyata meleset, mengenai kaki bangku yang tadi putri duduki. yuda juga bisa menghindar menggulingkan badan nya,
__ADS_1
"lepas putri, kamu sudah terpojok Jhonatan" ucap frans
"hahaaa, aku membawa nya dengan susah payah, aku menyukai nya, untuk apa aku lepaskan,
kalian tau kenapa aku membenci Yuda? 5tahun silam, saat ayah nya terjerat kasus, dan wanita nya bunuh diri, dia adik ku.. wanita yang ayah mu kencani itu adik ku Yuda" jho berteriak lagi,
"jadi mari tukar adik ku dengan kekasih mu, lagian aku menyukai nya hahahaaa" tawa Jhonatan menggema
"dasar gila" gumam ftans
semua terdiam, Yuda mengngeraskan rahang nya, lagi lagi tentang ayah nya, betapa banyak yang ayah nya buat,
menjerumuskan Yuda dan ibu nya ke dalam masalah, jika sekarang putri kenapa napa, Yuda semakin terpuruk, ia janji akan mundur teratur, bagaimana bisa ia menunjukan wajah nya pada keluarga putri
"jika kamu balas dendam, karna adik mu, bunuh saja aku, jangan putri, dia ga tau apa apa, dia ga salah apa apa" Yuda berkata sambil menahan sakit di kaki nya,
jho terus saja meracau, mengatakan semua kesakitan nya, bagaimana ibu nya sekarang mengalami stroke karna mendengar kabar tentang sang adik yang bunuh diri,
di saat semua berpusat perhatian team frans pada Jhonatan, putri melihat seseorang datang, sedikit bersembunyi di balik tirai,
mengedipkan mata dan tersenyum ke arah nya, seketika putri bersemangat,
memberi kode dengan jari nya untuk berhitung, mereka akan melakukan sesuatu,
satu, dua tiga,
putri mengumpulkan tenaga, pada hitungan ke tiga, ia menyikut perut Jhonatan se kencang kencang nya, seketika jho melepas pelukan putri dan mundur sambil meringis kesakitan
dorrrr
satu tembakan melesat lagi, jho tersungkur, darah mulai menggenang di lantai karna luka di bahu nya, si pe nembak menargetkan kepala, tidak tapi mereka tidak membunuh, ia menurunkan titik target nye ke bahu,.
rey di sana,
ia yang melakukan itu, meninggalkan tongkatnya di mobil ia di ikuti dua orang team nya di belakang, sedikit tertatih menahan kaki nya,.
mencoba memberikan kode pada adik nya, putri beberapa kali mengikuti pelatihan untuk dasar keselamatan diri, syukur lah dia masih hafal pikir rey,
merutuki dirinya sendiri karna telah mengingkari janji nya pada sang istri, "sayang maaf kan aku, aku janji ini yang terakhir"
rey melemparkan pistol nya begitu saja, frans memeriksa keadaan Jhonatan yang seperti nya pingsan, semua team bergegas membereskan tempat, rey sudah meminta salah satu team yang berjaga di luar untuk menghubungi ambulans,
__ADS_1
rey melihat bagaimana putri menangis untuk Yuda, dalam hal ini, mereka pernah mengalami hal yang sama,rey mengingat kembali kejadian saat rena di culik,
yuda juga di nilai rey sudah cukup berani,
"hey bocah yang seharusnya kamu peluk itu kakak, bukan dia, kakak sudah keren begini bisa melumpuhkan orang itu" rey berdacak pinggang,
putri bangkit, memeluk kakak nya
"kakak, maafin putri, putri kengen rumah putri kangen kalian"
rey mendekap adik bungsu nya itu, menciumi kepala nya,
"kamu tau siapa yang paling khawatir hmm?, momi sampai sakit memikirkan mu, kamu harus meminta maaf pada nya,
kamu juga membuat rena mengalihkan perhatian nya untuk mu"
putri menangis lagi, entah ia tidak memperdulikan penampilan nya, ia pasti berantakan,
"maaf kak maaf"
menelusupkan wajah nya di dada sang kakak,
team medis datang membawa Yuda, untuk di bawa ke RS terdekat, peluru di kaki nya harus segera di keluarkan, putri juga memiliki memar di wajah nya, ia harus dapat perawatan.
"putri boleh ikut ke RS kak? "
"pergilah, frans akan menemani, kamu juga harus di periksa"
putri senang betul,
namun sebelum ia pergi, rey mengambil foto mereka berdua untuk di kirimkan ke nyonya besar yang pasti menunggu kabar mereka
putri pergi, ikut masuk ke dalam mobil ambulans, rey pun berjaga, ia tidak akan langsung pulang, polisi pasti meminta keterangan dari nya, mereka punya video kejadian dari awal sampai akhir dari penyadap yang di pasang pada Yuda sebagai bukti.
**
HP rena bergetar, rena langsung meraih nya, ia membuka foto yang rey kirim
"MasyaAllah, alhamdulillah mih, putri dan ayah sudah bertemu"
rena menunjukan foto pada momi,
__ADS_1
"ya Allah, Terimakasih kau telah jaga anak-anak ku, kau menyelamatkan mereka "
momi menangis, rena memeluk nya, menenangkan momi.