
wajah nya sudah kembali bersih, July merasa segar, ia memandangi wajah nya di cermin,
terbayang kelopak bunga mawar yang bertebaran di atas kasur, bahkan semua spray sudah berganti warna, _apa yang akan terjadi??? _ July bergidik memikirkan itu,
ia tidak munafik, di jaman seperti ini banyak sosial media mempertontonkan adegan dewasa tanpa di cari, seperti kata Nino, ia tau teori, tinggal praktek nyaπ,
July menggulung rambut nya ke atas, baju bekal nya masih di luar, ia baru saja mandi, July keluar kamar mandi, ia tersenyum Nino sudah datang lagi ke kamar, mereka saling pandang,
"kamu mandi?? β tanya Nino
" emh. iya.. badan rasa nya lengket "
July melangkah hendak meraih tas nya, di dalam jubah handuk nya ia benar benar tidak menggunakan apa apa..
Nino mendekat, memperhatikan nya,
"mau ambil apa? β tanya Nino
" daleman.. aku belum pake "
"oya? mau aku Pakaikan?? β tanya Nino, July memandang nya, pikiran nya entah kemana mendengar kata begitu..
Nino tersenyum. ia membelai pipi July dengan jari nya, "sayang, ko diem aja..? β
July tersadar,
" mau aku pakein?? β tanya Nino lagi,
"engga usah, aku malu.. " July buru buru membuka tas nya, mencari yang kata nya daleman untuk menutup aset nya,
Nino mendekat, memeluk nya dari belakang,
"buat apa di pakai, sebentar lagi juga mau di buka.. " Nino berbisik, July merasa merinding seketika..
"maksud nya gimana? β July bertanya,
Nino tidak menjawab, ia mulai menciumi leher July, July sekuat tenaga menahan rasa aneh yang datang di tubuh nya,,
" emh.. " July mendesah, ia langsung tersadar mendengar suara nya sendiri, July menggigit bibir bawah nya, ia malu, entah bagaimana suara itu keluar dari tenggorokan nya.
Nino mendengar nya, ia tersenyum,
perlahan membalikan tubuh July agar berhadapan dengan nya,
"apa itu?? β Nino menunjuk pipi July, July reflek memegang apa yang Nino tunjuk,
" ada apa? β tanya July penasaran
"ada rona merah di pipi mu"
July menahan tawa, dari mana Nino belajar bahasa gombal itu,
"ichh dasar, July memukul pelan dada Nino dengan kepalan tangan, Nino tergelak, ia senang sekali mengganggu July.
Nino mengangkat kedua tangan July, menaruh nya di kerah baju pengantin yang Nino pakai,
" tolong bukain baju nya, aku gerah.. "
__ADS_1
July ragu, tangan nya gemeteran
"tadi aja pake nya di bantu tante putri" kata Nino lagi, July mencoba membuka ny, Nino menggoda wanita yang telah sah menjadi istri nya sejak tadi jam 10,
ia menelusup kan jari tangan nya di tengkuk July, kancing belum terbuka semua tapi Nino sudah mulai permainan nya, mencium bibir July lembut, Nino mengalungkan tangan July di lehernya, mereka menikmati momen baru setelah sah menjadi suami istri,
ciuman mereka terlepas, Nino tersenyum menatap istri nya,
"jangan liat aku gitu" July memalingkan wajah nya
"emang gimana tatapan aku? β tanya Nino menggoda,
" ga tau " July mengusap tengkuk nya, Nino menyelesaikan kancing yang belum July buka semua, ia padahal bisa melakukan itu sendiri..
"aku mau.. boleh?? β tanya Nino
" mau apa? β
tanpa di duga.. Nino menggendong July menuju tempat tidur,
"Nino mau apa? β
" nikmati saja sayang.. " Nino menurunkan pelan istri nya,
"Nino ini masih siang" July menghindar, ia tau akan terjadi apa sesaat lagi.
"memang ada larangan berhubungan siang hari? β
" bukan begitu.. " July terdiam Nino menumpuk bantal utuk July tiduri, Nino melempar baju pengantin nya ke sembarang arah,
"apa sayang?? β
July menahan senyum nya mendengar kata itu, ia di dorong Nino untuk berbaring, mereka melanjutkan lagi adegan yang tadi sempat terhenti,
" Nino nanti ada yang dateng, ini masih siang"
"ga ada yang bisa ganggu kamar pengantin sayang" ucap Nino meyakinkan, entah kenapa mendengar July tidak memakai apa pun di balik piyama handuk nya hasrat nya membara, padahal Nino pun berniat nanti malam saja akan memulai permainan nya,
July pasrah, tidak akan menang memang melawan laki laki yang sedang mabuk seperti Nino (mabuk apa ya? π)
mereka berciuman,
satu tangan Nino mulai menurunkan handuk di pundak July, _ gawat bener bener ini mah, gue ga pake apa pun di balik handuk_ July berpikir keras July melihat Nino memandangi tubuh bagian atas nya, ia merasa malu,
Nino memandang nya,
"boleh ya?? β ia meminta ijin lagi,
"apa bisa aku nolak?? "
"ga boleh, sekarang kalo nolak dosa" Nino tersenyum puas..
"terus buat apa minta ijin?? " tanya July,
"kamu pintar sekali sayang.. "
Nino menarik tali piyama yang melingkar di perut July, ia menyibak setengah piyama atas, membuat aset July terlihat, Nino bermain di sana..
__ADS_1
_rasa apa ini? ko seperti menuntut, aku merasa malu, tapi ga rela juga waktu Nino berhenti _
mereka sudah semakin jauh bergerak, Nino sudah membuka kaus dalam nya, menampilkan dada bidang yang bersih,
entah mengapa July semakin pasrah, dan Nino semakin aktif bergerak..
"tokk tokk tokkk" pintu kamar pengantin di ketuk, July tersadar dalam buaian nya,
Nino menghentikan gerakan nya ia menunggu siapa yang mengetuk pintu itu.
"kak.." shanum memanggil mereka, Nino menengadahkan wajah nya, menghembuskan nafas nya kasar,
"ga ada orang"... Nino berteriak..
July tertawa mendengar nya, Nino memberikan lagi kecupan di beberapa tempat,
" kak.. tok tok tok,
buka ih.. aku bawa makanan nih berat, kata bunda kak Ana belum makan"
Nino kalah,
"kamu belum makan?? " tanya nya pada July
"iya, aku lupa.. "
Nino mengusap wajah nya kasar.
"pakai lagi handuk nya.. " pinta nya pada July, Nino turun dari tempat tidur, ia membuka pintu dengan bertelanjang dada,
"lama deh, aku pegel tau.. " shanum menggerutu
"kakak mau mandi, kamu dateng, " Nino menerima nampan dari adik nya,
"makasih adek ku yang cantik" ucap Nino tersenyum.
"sama sama kak, pake baju cepet nanti masuk angin' shanum berlalu begitu saja, Nino sengaja tidak memakai baju nya,
ia membawa nampan ke dalam, menutup pintu dengan kaki nya, July sedah rapi, ia memakai pakaian nya,
" ga bilang belom makan.. " ucap Nino
"aku aja lupa, alhamdulillah bunda inget ya? β
Nino tersenyum, ia tidak bisa memaksa melakukan hal itu sekarang pada July, mereka masih banyak waktu bersama..
" makan yang banyak, aku mandi dulu oke" Nino mengusap kepala istri nya,
"oke deh.. "
Nino pergi ke kamar mandi,
July menahan tawa
_ aku bilang apa? masih siang, takut ada yang datang, ga percaya sih_
ππ dokter Nino gagal
__ADS_1