Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ikhlas lebih baik


__ADS_3

July terlihat sangat lelah, setelah subuh ini terjadi drama, ia hampir tidak berhenti muntah-muntah,


matanya begitu sembab.. entah jam berapa ia dan Nino tertidur,


Nino terus mengusap punggung dan pinggang istri nya bergantian,


"apa harus secepat nya mas aku mengambil keputusan bahkan dalam keadaan begini? “


"siapkan dulu mental dan batin mu, karena memang calon anak kita memiliki kelainan, dan ini membuat kamu sakit seperti ini"


July mengusap keringat di kening nya, AC di kamar ini menyala, namun entah mengapa suhu badan nya terasa panas dari dalam.


"langkah apa pertama?? “


" kuret"


"lalu oprasi pengangkatan kista? “ tanya July lemah.


" kita akan pantau lagi, jika semisal kista masih berukuran kecil kita upayakan ga oprasi tapi jika ukuran kista nya sudah melampaui maka harus oprasi"


"apa itu menjamin kista sembuh total? dan rahim ku baik baik saja? “


"mas belum tau sayang, semua di lihat dari kondisi kamu, hanya jika sesudah semua penanganan, kamu harus terus di pantau kesehatan nya untuk pemulihan rahim, minimal 6-12 bulan rahim belum bisa terisi/ kamu belum boleh hamil lagi"


mata July yang terlihat sayu menerawang ke arah depan,, wajah nya terlihat kusut,


Nino meraih tangan istri nya untuk ia cium,


"kita harus yakin, kalau setelah ini akan ada kabar baik untuk keluarga kecil kita, Allah ga akan kasih ujian di luar batas kemampuan kita sayang, Allah tau kita bisa lewatin semua ini..


July mengangguk,


" kapan aku harus mulai? “ ia menatap suami nya, setelah kondisi kamu membaik


"aku ga akan pernah membaik mas, kamu tau setiap waktu punggung aku sakit, setiap pagi aku muntah muntah, makan aku ga teratur "


Nino tersenyum,


"aku tau, bilang sama aku kalau sudah siap oke, kita di sini sudah mempersiapkan kapan pun kamu bersedia sayang, kita akan melakukan nya"


Ragu, bila mengikuti kata hati nya,


walaupun belum terasa janin nya bergerak di dalam sana, July telah merasakan bagaimana bahagia nya mengetahui bahwa ia hamil.


"apakah ini akan berhasil? “ tanya July lagi,


"100% aku jamin berhasil, karna memang tidak banyak kasus seperti ini sayang, kamu wanita istimewa"


July menunduk,


belakangan ini Nino jarang sekali melihat istri nya tersenyum, bagaimana pun ia lah satu satu nya yang ikut andil dalam keadaan ini,


"ayo kita jalan jalan" ucap Nino tersenyum.


"jalan jalan?, jangan aneh deh mas"


"ayo, kamu lagi mau kemana? “

__ADS_1


July terdiam


" apa ini semacam rayuan sebelum tidakan?


apa kamu ngelakuin ini sama pasien lain? “


hahahaa, Nino tertawa,


"engga nyonya, satu satu nya pasien spesial hanya kamu, makanya ayo kita pergi, sebelum aku berubah pikiran"


"tapi kemana Nino?? “


" baiklah, kalau kamu bingung, aku yang menentukan tempat nya, dan kamu harus setuju"


July tersenyum.


walaupun itu hanya sebatas menarik bibir nya sedikit, namun setidak nya Nino tau istri nya mau ia ajak pergi.


Nino menggandeng tangan Sang istri, memasuki mobil nya, dan mereka pergi, July memperhatikan jalan menebak kemana ia akan di culik suami nya sendiri..


"mas, siapa dokter yang menangani aku nanti? aku googling tadi, bahwa proses kuret membuka jalan di bagian sensitif"


"aku yang akan melakukan nya sayang"


"mas yakin? “


" tentu saja" Nino mantap menjawab nya


July sedikit lega sebetulnya, karna suami nya yang akan melakukan itu, walaupun nanti dia tidak akan sadar, tapi tetap saja membayangkan itu begitu memalukan,


July tersenyum, mengetahui kemana arah mobil membawa nya


"apa kita ke pantai? “


" kamu benar sayang"


sebuah pantai di dekat kota menjadi pilihan orang orang melepas penat setelah bekerja,


walaupun masih jauh dari keadaan pantai yang July ingin kan, tapi setidak nya mengganti waktu saat bulan madu kemarin,


membayar tiket, dan memarkirkan mobil dengan aman, Nino menyambut tangan istri nya untuk ia genggam, ini masih jam 8 pagi, udara begitu sejuk terasa..


"apa yang kamu rasakan sekarang mas?


apa baik baik saja? kata papah laki laki pandai menyembunyikan kesakitan nya"


Nino memeluk erat istri nya, mereka duduk santai di sebuah kursi kayu menghadap Laut.


"papah Al benar,


dia anak ku juga sayang, aku sangat senang ketika kamu hamil, namun ternyata Allah sayang dia,


walaupun bukan aku yang hamil, aku juga sedih, selain harus kehilangan calon anak kita, aku sedih melihat kondisi kamu yang selalu kesakitan,


mas bawa kamu kesini, supaya rasa tegang di antara kita sedikit mengendur"


Nino menarik pelan dagu istri nya agar berhadapan,

__ADS_1


"akhir akhir ini kamu jarang tersenyum, wajah kamu pucat, mas bisa ngerasain apa yang kamu rasa, dia calon anak kita, bukan kamu aja yang sedih"


July mengangguk,


"dari awal kita bertemu kita selalu di beri godaan dan coba an, semoga ini yang terakhir, inshaAllah aku siap ngelewatin ini mas " July tersenyum, senyum yang beberapa hari ini hilang,


Nino menghadiahi istri nya kecupan di kening, lalu bibir, "kita harus kuat, mas ga akan sebentar pun ninggalin kamu"


July mengangguk, memeluk lagi suami nya erat,.


setelah dua jam menghabiskan waktu dengan bercerita ini itu, July meminta untuk kembali ke RS pada Nino, karena mendapat kabar bahwa bunda Rena telah sampai di RS,


mereka bergegas, Nino melihat raut wajah istri nya tidak se muram tadi, itu membuat dia senang ide nya untuk membawa sang istri jalan jalan seperti nya ide bagus.


Rena dan Rey tersenyum melihat anak dan menantu nya, tangan nya ia rentangkan, menyambut kedatangan July yang semakin mendekat, ia telah tau apa yang harus July alami,


shanum pun terlihat sedih melihat kakak nya menangis,


July menangis, air mata nya membasahi hijab yang Rena kenakan,


memeluk nya erat, Rena terus mengusap punggung menantu nya,


"sayang, sabar ya.. "


July hanya bisa mengangguk, ia tidak mampu mengatakan apa apa,


"allah merencanakan sesuatu yang hebat buat kalian, bunda tau ini ga mudah terlebih buat kamu Ana"


July melepaskan pelukan nya Rena tersenyum.


menghapus air mata menantu nya,


"inshaAllah July udah ikhlas bun, walaupun July masih punya perasaan, kenapa harus July yang mengalami ini"


"Allah tau kamu wanita kuat,


Allah Maha Baik, memberitahu kalian saat umur kandungan nya masih muda, coba kalau calon bayi nya berkembang, tapi setelah lahir memiliki kelainan, kamu akan lebih hancur sayang"


July lagi lagi mengangguk, pikiran nya sekarang lebih terbuka, ia sudah siap melewati semua dengan ikhlas.


"betul bun, kalo kita terus ngeliat ke atas, maka kita jauh dari rasa bersyukur bukan? "


"betul sayang, bunda bangga sama kamu yang sangat kuat" Rena membelai hijab menantu nya


"July kuat karna kalian semua, ayah Al masih belum bisa datang ke sini, beruntung nya aku punya kalian semua"


"alhamdulillah bunda akan selalu ada inshaAllah buat kamu"


𝙖𝙨𝙨𝙖𝙡𝙖𝙢𝙪'𝙖𝙡𝙖𝙞𝙠𝙪𝙢


𝙢𝙤𝙝𝙤𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙜𝙖𝙞𝙨.. 𝙪𝙥𝙙𝙖𝙩𝙚 𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙩𝙪𝙧𝙖n🥰


𝙠𝙚𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙚𝙥𝙞𝙨𝙤𝙙𝙚 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩𝙞𝙣 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙉𝙞𝙣𝙤 & 𝙅𝙪𝙡𝙮 𝙮𝙖..


𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙡𝙞𝙠𝙚 & 𝙘𝙤𝙢𝙚𝙣𝙩 𝙣𝙮𝙖


🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2