
"ada apa sayang?? ( tanya rey dalam telpon)
"ayah aku bingung... ( mengalir lah cerita Yuda dan keluarga nya dari rena kepada rey)
rey termenung,
" aku sebenar nya sudah tau hubungan dekat putri dan Yuda, tapi aku tidak menyangka sampai begini"
" kita tidak bisa memutuskan kan, kalo ayah nya terlibat masalah anak nya pun sama?? " (rena bertanya)"
"kita harus memastikan itu sayang"
"iya, bagaimana pun feeling seorang ibu jarang sekali meleset"
"iya, ya sudah, jangan jadi pikiran.. biarkan mereka saja yang menyelesaikan"
"iya sih, tapi aku bingung, kanan putri, dan di kiri momi, sedangkan kamu jauh di sana aku harus bagaimana?? β
" hehehee, kau hanya harus memikirkan ku, jangan yang lain..
persiapkan saja untuk syukuran calon anak kita, apa saja yang kamu inginkan, pulang nanti kita akan melangsungkan syukuran oke"
"baikah pak bos,. jaga kesehatan ayah, aku tutup telpon nya ya, "
"iya sayang istirahat lah.. ",...
malam ini rena di temani Nino tidur di kamar nya, ia begitu merasa kesepian, baru dua malam rey pergi, tapi serasa sudah setahun..
***
pagi ini rey dan anto sudah sibuk,
yuniar menjelaskan laporan nya selama rey tidak di sini, ada pak yusuf selalu direktur utama, dan pak budi kepala keuangan, mereka meeting, karena terakhir rey datang ke Malaysia ketika tragedi husain paman tiri nya mengacak acak program di kantor ini, sebelum semua beres rey meninggalkan mereka karena penculikan rena..
rey mendapatkan pesan dari frans,
"rey, kabar nya Yuda akan datang ke rumah hari ini menemui momi"
"mau apa dia? (tanya rey)
" hanya berkunjung"
"awasi terus frans"
__ADS_1
"baik.. "
anto menoleh pada bos nya itu, mendekat..
"ada apa tuan? " ( melihat wajah bos nya sedikit muram)
"ada sesuatu di rumah, frans sedang memantau"
anto mengangguk, dia pun merasa lega ketika nama frans di sebut, ia bisa di andalkan...
rey melanjutkan lagi meeting nya, hingga tepat pukul dua siang, meeting baru selesai, itu membuat kepala nya seperti berasap..
rey lapar, mereka harus segera mengisi perut nya, jam makan siang pun sudah lewat..
memilih restoran tak jauh dari kantor, rey duduk menikmati minuman nya, menunggu makanan yang ia pesan datang, ketika terdengar suara seseorang memanggil nya,
"tuan rey??"
rey yang sedang mengirim pesan pada istri nya, rena belum membalas mungkin sedang tidur siang dengan Nino..
melirik pada anto, anto pun menoleh pada wanita yang memanggil bos nya itu, anto menaikan alis nya, memberi kode pada rey..
"tuan, kebetulan sekali kita bertemu di sini.." (berliana mendekat dengan tidak malu nya)
rey hanya melirik nya sekilas, ia fokus lagi pada HP nya..
rey kini menatap nya, terpikir ide untuk menjahili nya..
"silahkan nona, kami sedang menunggu makanan kami" ( ucap rey, anto merenggut mendengar jawaban rey, seperti sudah bertukar kode dengan sang istri, rena menelpon, ana dengan sumringah duduk di antara anto dan rey)
"assalamu'alaikum, ayah maaf tadi ketiduran boboin nino" (kata rena)
rey tersenyum,
"waalaikumsalam, ga apa apa bunda, bunda pasti cape anter Nino sekolah" (rey sedikit mengeraskan suara nya, berharap ana mendengar nya)
"ayah lagi dimana seperti nya bukan di kantor? "
"ayah lagi nunggu makanan datang, ayah baru sempat makan"
berliana terlihat melirik rey, walaupun ia memegang HP nya,
"tuh kan, ayah nakal, telat makan nanti sakit"
__ADS_1
"iya bunda, ayah baru beres meeting tadi, melelahkan sekali,
bagaimana kandungan mu? apa baik baik saja? sudah minum susu?? sudah makan???"
rena tertawa mendapatkan begitu banyak pertanyaan dari rey,
"aku sudah makan, tadi pagi minum susu, dia baik juga pintar, tidak merepotkan bunda nya"
"syukur lah, aku rindu kalian... "
"bunda juga"
"baiklah makan ayah sudah datang, ayah makan dulu oke.. "
"makan yang banyak ya.. "
"iya sayang, baik baik di rumah.. love u. mmmmuach"
"love u too sayang. mmmuach"
ada yang panas, tapi bukan kompor,
anto menyiapkan makanan untuk tuan nya, sambil senyum senyum penuh arti, di tambah melihat muka ana yang seperti sangat BT..
rey menaruh HP di meja, menerima makanan nya,
"ah iya siapa namamu nona saya lupa"
ana menganga, dia kalah total, rey bahkan tidak mengingat nama nya,
"panggil saya ana tuan reynan"
(tegas menyebutkan nama lengkap rey, seperti memberitahu kalau dia mengingat rey walau sekali bertemu)
"ah iya, saya sulit mengingat nama, apa lagi perempuan, cuma nama istri saya saja yang saya ingat di luar kepala" (rey melemparkan senyum manis nya, "sialan" ana bergumam dalam hati nya, "dia bisa tersenyum manis begitu?)
bagai di terpa angin kencang di tengah terik matahari ana tersenyum kecut, ia benar benar habis, rambut nya berantakan wajah nya terasa panas,
"oh maaf tuan, saya harus pergi, seseorang menunggu saya di depan" ( ana bangun dari duduk nya, jelas wajah nya tak bersahabat)
satu notifikasi masuk ke HP rey, membuat HP nya menyala, terpampang jelas nama pengirim nya "bunda sayang" dan wallpaper di sana foto rey yang begitu mesra dengan istri nya, ana melihat nya. tanpa menjawab pernyataan ana, rey meraih HP nya sambil tersenyum senang, mendapat pesan dari sang istri, ana begitu muak, ia pergi tanpa pamit...
satu suapan sendok masuk ke mulut anto, ia tersenyum jahil menatap bos nya, menggelengkan kepala, ia menunduk, melanjutkan makan nya.
__ADS_1
rey mendelikan bahu..
mungkin cara ini ampuh mengusir kecoa di dekat andaππ