
rey masuk ke ruang kerja bersama rena,
tony dan anto bersiap,
"sayang mana mangga nya? (rey tak melupakan itu, rena menaruh nya di meja)
rey menggandeng tangan sang istri
" kemarilah (menepuk sofa di sebelah nya yang kosong, rena tadi ingin langsung pergi, karna tak mau mengganggu suami nya)
roni menyodorkan album berukuran cukup besar, "silahkan tuan.. "
rey menerima nya,
lembar demi lembar ia buka,
menampilkan foto sepasang pengantin memeragakan beberapa pose yang cukup romantis, dari tempat nya duduk rena dapat melihat itu
"siapa itu? ( dengan polos nya bertanya)
" Ron jelaskan pada nyonya mu ini (pinta rey) "
"nyonya, (roni membuka pembicaraan)
hari ini kami datang ke sini atas permintaan tuan, ia ingin kami mengabadikan momen indah nan harmonis keluarga ini"
rena memperhatikan kata kata yang di ucapkan roni,
"di karenakan tuan sedang kurang sehat, maka kami bermaksud menyulap satu ruangan di rumah ini menjadi studio untuk sementara hari ini saja"
rey mengusap hijab yang rena pakai,
"sebentar lagi akan ada yang datang dari salon dan butik, bersiap lah sayang, kita belum punya foto untuk kita pajang di rumah ini...
iya betul, tak ada satupun, bahkan rena tak melihat foto pernikahan rey dan ibu nya Nino,
" mengapa mendadak ? "
"aku yang meminta nya sayang (jawab rey, apa boleh buat jika sang tuan sudah memberikan perintah kan??) "
anto akan pamit kembali ke kantor, karna tuan nya tidak masuk kerja hari ini, ia harus di sana mengawasi"
"to, (rey memanggil)
" iya tuan..
"cobain dulu mangga ini, di jamin pusing kepala mu mengurus kantor akan hilang"
anto mengerutkan dahi nya bingung,
mangga muda itu di pastikan tidak lah manis, anto menelan ludah nya membayangkan nya saja membuat dia ngilu,
namun tuan nya dengan santai memakan nya, walau sedikit mengerutkan wajah nya karna rasa mangga itu,
"ah, Terima kasih tuan.. saya harus segera ke kantor"
"syukur lah kalo tak mau"
"saya permisi tuan, nyonya.. (menundukan kepala nya)
" hati hati ya.. (rena menjawab)
"sayang kamu perhatian sekali pada nya?? β (rey sedikit sewot, rena bingung)
" ga ada salah nya kan sayang "
"ya jelas salah kamu hanya harus memperhatikan ku (rey mencium pipi istri nya di hadapan roni)
" sayang... (rena malu ia protes)
"kamu ga liat kan Ron??
" tidak tuan.. (o.o.w, sangat menggemaskan, roni menutup mata, rey mencium lagi pipi sebelah istri nya)
"reyyy, dasar mesum.. (rena memukul lengan rey pelan, ia lalu bangkit dan keluar ruang kerja suami nya)
rey mendelik kan bahu, saat roni menatap nya,
*pak bos mesum juga (fikir roni)
dan kali ini roni yang menjadi sasaran rey, ia di minta rey menghabiskan buah mangga yang asam itu, tanpa ampun, apa boleh buat kan?? ia tak mau gagal proyek ini karna beberapa potong mangga, roni mengalah ia menurut)
rena di kamar nya, ia sedang di makeup oleh MUA ternama di kota ini,
**
__ADS_1
bertema pengantin, rey ingin mengulang momen pernikahan nya ia ingin mengambil foto pernikahan nya sebanyak mungkin, akan ia penuhi dinding rumah nya dengan itu (lebayπ)
siger bertengger di atas kepala nya, rena tampak memukaw, kecantikan terpancar alami di wajah nya terlebih ketika ia tersenyum,
"MasyaAllah, nyonya sangat cantik"
puji mua itu,
rey masuk ke kamar ia juga harus berganti pakaian, melihat sang istri melalui cermin meja rias nya ia terpaku,
rena sedang di pakaikan ekor untuk kebaya nya, sangat panjang hingga tiga meter, rena melihat suami nya, memandangi nya,
rey mendekat,
"kamu cantik sekali pengantin "
rena terasipu malu,
"benar kah??
" mba, bisa tinggalkan dulu kita satu jam saja? (rey berbicara pada perias dan asisten nya)
"untuk apa sayang? (rena bertanya)
" aku tergoda kecantikan mu sayang (rey berbisik pelan sekali, membuat rena merinding, )
rena melotot,
"ich dasar, sana keluar ( rena pura pura marah)
" ahahaaa aku becanda sayang (rey memeluk istri nya itu)
ouhhhh so sweet bnget sih
sang perias menjerit dalam hati nya,
"ayo cepat ganti baju ( pinta rena pelan)
" baik lah, kalo hari ini kita jadi pengantin, berarti nanti malam, malam pengantin?? (bertanya pada rena dengan tak tahu malu nya, di pastikan dua orang di sebelah nya mendengar itu)
"reyyyy (rena geram) "
"iya sayang. (ia pergi tanpa rasa bersalah menuju ruang ganti)
sang mua & assisten nya menahan tawa, sungguh klient mereka kali ini sangat berbeda
rena mellow, ia mengingat pernikahan nya, jauh dari kata bahagia, rey pun tak memakai baju nya saat itu, ini kejutan yang menyenangkan rena suka dengan ide suami nya ini, dengan ini akan ada cerita baru tentang pernikahan nya
rey dan rena menapaki tangga satu persatu, pemotretan akan dilakukan di ruang keluarga yang luas, fotografer sudah siap
"MasyaAllah den, non, Bi asih berkaca kaca matanya melihat rena dan rey, seperti akan melangsungkan pernikahan hari ini
" tuan mohon maaf, bisa berhenti di situ (pinta sang fotografer) ini pose yang natural, akan saya potret "
rey dan rena menurut,
gaun pengantin rena hampir memenuhi tangga yang telah ia lalui,
mereka bergandengan tangan,
satu, dua.... (fotografer memberi kode)
cekrekkk, satu foto berhasil di abadikan
"perfecto tuan " (fotografer memuji)
rey dan rena melanjutkan langkah nya
sesi foto di mulai,
rey terlihat sedikit kaku.. sampai beberapa kali rena membantu nya ber pose,
"sayang aku mual lagi"
tiba tiba rey mengatakan itu, setelah beberapa foto yang di ambil,
rena panik meminta waktu dulu untuk suami nya beristirahat,
"aku antar ke kamar mandi ya.. "
"tapi ga mau muntah, cuma mual aja"
rena mengusap usap dada suami nya, rey menempelkan kening mereka walaupun terhalang siger yang rena pakai,
tanpa mereka sadari momen alami itu terekam kamera fotografer, ia akan membuat kejutan untuk klient nya tentang proses hari ini.
__ADS_1
sesi satu selesai,
rey merebahkan tubuh nya, rasa mual itu masih ada,
"sayang, kita ke RS yu?? (rena memelas, melihat suami nya tak berdaya begitu)
" ini sudah setengah jalan sayang, masa ia di stop"
"tapi kamu lagi kurang sehat"
rey malah tersenyum,
"ayo ganti baju, kita selesaikan ini, biar cepet beres"
"baik lah, tapi kalo ga kuat jangan di paksa ya"
"aku kuat sampai beberapa ronde sayang" (bisik rey di telinga rena,)
rena kesal, suami nya akhir akhir ini begitu mepet pikiran nya ke arah sana saja,
rey selalu berhasil menggoda istri nya..
sesi foto ke dua di lakukan di outdor,
kolam renang teras belakang rumah rey di sulap, seolah di sana sedang di adakan resepsi pernikahan, kain kain putih menjuntai manja tertiup angin...
perpaduan warna navy&silver ,rey sangat gagah dengan tuxedo nya, sedangkan rena mengenakan gaun muslim ,hijab bagian belakang nya di biarkan menjuntai manja,
tidak banyak aksesoris yang menempel di gaun nya, namun dapat di Pastikan gaun itu terlihat mempesona di tubuh rena yang ber warna senada dengan jas yang rey pakai,
bertema romantis,
kali ini rey memeluk pinggang sang istri, mereka saling berhadapan, rena menyentuh dada suami nya yang terbalut jas,
"jangan menatap kamera agar terlihat natural,
cium kening sang istri tuan, tahan, tunggu aba aba aba"
rey dan rena saling bertatapan, bak remaja yang sedang di landa cinta, tatapan itu mengalir hangat ke jantung mereka masing masing, membuat debaran yang tak karuan..
cekrek, satu foto berhasil di curi sang fotografer,
rey berisik
"berapa ronde nanti malam? (tersenyum nakal)
" reeeyyy, ( rena tertawa... kalo saja sedang tidak dalam kondisi begini, ia ingin mencubit perut suami begitu kencang sampai suami nya itu kesakitan)
cekrek, lagi lagi momen indah itu berhasil sang fotografer curi, ia sangat suka dengan klient terhormat nya ini, natural...
sang fotografer memberikan arahan nya lagi,
"tahan tuan.. (rey reflek memejamkan mantannya, bibir nya sudah lekat menempel di kening sang istri, rena tersenyum bukan kah adegan ini sangat manis??)
satu dua... cekrek
tak ada kata ulang, rey dan rena model terbaik..
tiba saat nya sang jagoan datang,
" bundaaaa"
rena terpesona, pangeran kecil nya begitu gagah memakai stelan jas serupa dangan ayah nya
"sayang kamu tampan sekali nak (cium seluruh wajah sang jagoan)
Nino tertawa, merasakan geli dari ciuman sang bunda..
bak bodyguard dengan sang putri yang di jaga nya, mereka berpose begitu manis, gambaran keluarga bahagia..
momi sejak tadi menatap mereka di balik jendela kamar Nino, menetes air mata nya
" papih,.. mereka sangat bahagia kan??
momi pun bahagia melihat mereka, sayang nya papih tidak di sini menyaksikan langsung kebahagiaan itu, namun walaupun begitu, momi yakin papih melihat nya juga dari surga, rey begitu mirip seperti mu, ia sangat menyayangi istri nya, aku rindu masa masa itu pih"
pemotretan selesai,
rey dan rena sedang melihat hasil tangkapan layar sang fotografer handal di laptopnya,
mereka sangat takjub, ini masih murni, belum tersentuh kata edit untuk di cetak nanti,
rey memilih beberapa foto untuk di cetak besar, ia berniat akan memajang nya di kamar, ..
*gaes ini abang nya siapa ya? gemes banget deh buat visual nya babang reyπππ cocok ga ya??
__ADS_1