
"Ana" Nino memanggil nya,
July baru saja menutup pintu kamar nya untuk Al, kini terdengar suara Nino memanggil nya di luar,
July membuka pintu nya cepat,
July tersenyum ia langsung memeluk nya,
Nino jelas sangat senang..
"kangen ya..? baru tadi sore aku pulang" Nino menggoda nya,
July mengangkat wajah nya menghadap Nino,
"kamu nangis?? “ Nino melihat mata July sembab, July mengangguk
" kenapa? “
"ayo masuk.. kita ngobrol di dalam.. " ajak July
"shanum udah tidur dari tadi"
"dia memang ga bisa tidur malem" ucap Nino,
"aku ga akan lama, ini juga ayah larang aku ke luar"
"terus, kenapa keluar?? " tanya July
"HP kamu ga aktif, aku khawatir"
"Nino, boleh peluk??" kata July Nino terdiam menatap wajah calon istri nya, July memeluk nya lagi walaupun Nino belum mengijinkan nya..
"aku ga jawab karna aku takut ga bisa pulang malam ini" July tertawa..
"sebentar saja"..
mereka terdiam,
_Nino apa yang harus aku lakukan, aku belum tau besok bagaimana, aku ga mau terjadi apa apa dengan kalian_
Nino menempelkan bibir nya di kening July satu tangan nya mengusap rambut nya, Nino memejamkan mata, ia merasa nyaman di posisi begini...
"sayang... " July memanggil Nino, mata Nino. langsung terbuka mendengar July mengucap kata itu..
"kamu manggil aku barusan?? " tanya Nino
"ya iya manggil siapa lagi"
"bukan begitu aku takut itu Halusinasi aja"
July mengangkat lagi wajah nya
"sayang.... " lagi, July memanggil nya..
"jangan pancing aku" ucap Nino memejamkan mata namun bibir nya beberapa kali mencium kening July,
"apa besok kita akan ketemu lagi? “ tanya July tiba tiba..
" kenapa nanya gitu, besok kita akan menikah sayang.. " jawab Nino
"inshaAllah" ucap July
Nino tidak bisa berkata apa apa, dia tau maksud ucapan July, tapi kenapa dari kata kata nya seperti ragu untuk pertemuan besok,
"ada apa? “ tanya Nino,
" engga ada.. memang kenapa? “
Nino menggeleng
"aku mau ke pantai.. aku jarang sekali ke pantai" ucap July
__ADS_1
"aku juga, ayo kita pergi bulan madu, kita habiskan waktu di pantai"
"kamu bisa berenang Nino? “
" lumayan... kamu?? “ tanya Nino
"sedikit,..
aku takut Nino, aku ingin pergi ke sana, tapi aku takut tenggelam,
aku takut terbawa ombak terus ga tau arah pulang" July memainkan jari nya di kerah baju Nino,
"kamu punya ide? bagaimana kita bisa bermain di sana tanpa takut tenggelam"
"banyak cara Ana, kita bisa menggunakan peralatan menyelam"
"apa kamu bakal nyari aku kalo aku hilang tenggelam"
Nino terdiam, ia menemukan kejanggalan dalam percakapan ini,
bukan pantai sesungguhnya yang July ucap kan, bukan tenggelam dalam air se sungguh nya yang ia takutkan..
" Ana.. aku sayang sama kamu,
ga ada kamu dan aku, yang ada hanya kita, aku akan Terima kamu apa adanya, pegang janji aku.. "
July tidak menjawab kata kata Nino, Nino bergerak sedikit untuk melihat July,
Nino tersenyum, ternyata July tidur, nafas nya begitu halus, mengeratkan lagi pelukan nya,
Nino pun memejamkan mata menempelkan lagi bibir di kening July..
***
"kak... " shanum terkejut, melihat kakak nya Nino tidur dengan July di sofa,
_ bukan nya mereka akan menikah? terus ngapain pada di sini? _
"kak... " shanum menepuk pundak Nino, tapi yang terusik malah July,
July tersadar, ia langsung bangun.. terakhir kali ia ingat Nino ada di sini, lalu ia ketiduran seperti nya..
shanum tertawa melihat wajah July,
"maaf kakak ketiduran malem.. "
"Nino... " July pun membangunkan nya..
"hmmmm"
"hey bangun.. "
"aku ke aer dulu ya kak..
kak Nino bunda dari tadi nelponin terus.. " ucap shanum..
Nino membuka mata, dan mengangguk.
"jam berapa ini?? " tanya nya pada July
"setengah 5 subuh.. "
Nino malah menarik lagi tangan July untuk memeluk nya..
"noo noo, yang mau rias sebentar lagi dateng, kamu harus pulang Nino"
Nino baru sadar, ia lupa kalau hari ini mereka akan menikah.
"ya Allah.. iya.." Nino bangun.. July tertawa
"aku lupa kalo hari ini kita nikah sayang"
__ADS_1
Nino melihat shanum hendak masuk ke kamar mandi,
"dek kakak dulu, kakak mau pulang" Nino menerobos,
"kakak aku mau pipis" shanum menggerutu di depan pintu kamar mandi
"tahan bentar... " ucap Nino,
shanum menepuk kepala nya, kakak nya ini seperti nya sudah tidak bisa menahan untuk jauh dari July,
**
Rena geleng geleng kepala,
shanum mengirimi nya foto Nino dan July yang tidur di sofa
"ayah lihat anak mu, pantes aja kamar nya kosong, padahal dia di sana"
Rey hanya tersenyum, ia merangkul bahu istri nya,
"tapi ayah yakin mereka ga macem macem"
"bunda juga yah,
dasar.. anak sekarang ga ada pantrangan" Rena bergumam.
ia akan turun untuk mempersiapkan keberangkatan nya ke hotel,
akad akan di laksanakan di hotel dulu tempat Rena dan Rey bertemu,
tepat jam 10 akan di selenggarakan akad..
**
Nino keluar dari kamar mandi, shanum yang sudah tidak tahan langsung masuk menggantikan kakak nya,
"aku pulang dulu, bersiap, lalu kembali buat nikahin kamu"
"maaf ya malem jadi ga pulang" July merasa bersalah
"kamu nyenyak banget tidur nya, aku ga tega bangunin, mulai nanti malam kita bisa tidur bersama terus.. "
July tersenyum,.
"siap siap aja ya.. nyari jawaban buat di kasih ke bunda karna semalem kamu ga pulang"
Nino manyun,.
"aku ga harus jawab.. tapi siapin kuping buat denger ceramah bunda"
"ya udah, sana pulang" ucap July,
ia mendorong punggung Nino menuju pintu, Rio yang hendak mengetuk pintu tersenyum kikuk.. bagaimana kedua calon pengantin ini sudah disini, semalam ia ganti tugas dengan team yang lain..
"tuan" Rio menunduk, "saya bawa perias untuk nona"
"silahkan" Nino membukakan pintu lebih lebar,
"aku pulang ya.. " Nino memberi kecupan di kepala July, July jelas malu pada yang lain..
"hati hati.. "
**
ini sudah hampir jam 7 dan Hans tidak bisa menghubungi July, Hans marah, ia melemparkan semua benda yang ada di dekat nya..
"Jullyana" ia berteriak..
"kamu mau main main dengan ku rupanya, oke sayang aku janji setelah ini aku ga akan ganggu kamu lagi" Hans menatap gedung yang hampir sama tinggi nya dengan tempat dia berdiri,
ia tau July di hotel sana,
__ADS_1