Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
istri nakal


__ADS_3

bi Sari bengong,


pasal nya bunda Rena belum pulang, ia dan shanum sedang membeli perlengkapan untuk kejutan kepulangan menantu nya,


tapi kenapa nona muda nya sudah ada di depan rumah bersama Nino


"selamat datang non, den Nino, katanya jam 2nanti pulang nya? “ bi sari terlihat bingung


" kita udah beres di RS makanya langsung pulang " ucap Nino


"silahkan masuk non,


den bunda belum pulang"


"ga apa apa bi tenang aja" jawab July


"sayang aku anter ke kamar ya, kamu istirahat aja ok" kata Nino pada July,


"kamu mau pergi pergi aja, aku di sini nunggu bunda pulang"


Nino merasa tidak enak sebenar nya meninggalkan July, tapi HP nya terus bergetar,


"kalau selesai aku langsung pulang oke" Nino memberikan kecupan di kening istri nya,


"hati hati ya, kabari aku" jawab July


"iya sayang, bi titip Ana ya"


"siap den.. "


"titip, kaya bocah aja" July menggerutu


bi Sari tertawa,


"non makan ya, bibi sudah masak. masih anget lagi"


"bibi tenang aja, aku belum lapar. nanti aja sama bunda "


"baiklah non, mau di buatin minum apa? “


"kopi boleh bi"


"siap non... "


bi Sari berlalu, July melihat motor sport Nino terparkir di belakang rumah,


_ aku harus tau apa yang terjadi di sana. ga ada papah dan rakha, aku takut terjadi sesuatu dengan Nino _


July berjalan ke ruang belakang, ada tempat santai di sini sebelum teras luar, helm berjejer di lemari, namun July belum menemukan kunci motor itu


seorang sopir masuk melalui pintu belakang, menenteng sebuah kunci dan menggantungkan nya di lemari kecil,


"pak, itu kunci apa? “


sang sopir terkejut, nona muda nya di sana tanpa ia tahu,


" eh non maaf saya ga liat,


ini kunci motor den Nino, baru di servis motor nya"


July tersenyum,


"aku boleh pinjem pak? " tanya July


"pinjem kunci nya? “ jawab nya bingung


" hehee, ya sama motor nya atuh"


"emang non bisa? “


" udah lama banget ga bawa motor, makanya mau pinjem"


"ini non, " dengan polos nya sang supir memberikan kunci,


"makasih pak"


"jangan jauh jauh non"


"siap. muter depan doang kok"


dengan santai July meraih sebuah helm, ia tau Nino pernah memakai nya saat menjemput July,


sang sopir memperhatikan nona nya


"keren euy istri nya den Nino"


July menyalakan motor, menarik gas pelan menguji suara knalpot


"ayo kita jalan jalan sayang" ucap nya mengelus tangki depan motor,

__ADS_1


motor meraung, July memberikan klakson pada sang sopir..


"hati hati non"


bi Sari yang tidak melihat July di dalam langsung buru buru keluar mendengar asep berteriak,


"siapa yang berangkat kang? "tanya Sari


"itu non July, hebat ey bisa bawa motor gede"


"ah.. maneh mah o'on..


den Nino teh atuh ngambek geura, pan non July teh baru pulang dari RS"


"alah siah " asep berlari mengejar July, berharap penjaga gerbang menghentikan nya


**


July harus melewati gerbang utama yang menjulang, seorang penjaga datang mendekat menganggukkan kepala,


July membuka helm nya,


"non mau kemana? kan baru sampai sama den nino"


"kedepan aja ko pak, ngetes motor baru servis"


si penjaga merasa sangsi ia takut memberi ijin karna di rumah tidak ada siapa pun,


"aku bosen, bunda belum pulang sama shanum" July memasang wajah sedih,


"tapi jangan jauh ya non, nanti saya kena marah dengan Nino sama tuan"


"siap pak, keliling sini aja kok"


penjaga membuka gerbang, July buru buru memakai helm nya lagi,


memberikan klakson pada penjaga di sana, July tersenyum licik dalam helm nya,


"non.. tunguuu non... "


asep berlari ngos ngosan menuju gerbang yang lumayan jauh dari parkiran belakang,


"sep kenapa? "


"aduh aing mah, non July keluar deuih, kunaon di buka gerbang na"


"iya saya juga ga inget, non July baru pulang kan dari RS, kalo den Nino tau gawat atuh"


si penjaga gerbang menganga, ia sudah pasrah akan omelan tuan tuan nya, belum lagi bunda Rena,


shanum melihat motor kakak nya keluar gerbang, tapi ia tidak kenal siapa yang membawa motor itu,


"bunda, itu motor kakak kan?? "


Rena tidak memperhatikan,


"mana shan? “


"udah lewat bun, tapi aku ga kenal siapa yang bawa, kok kaya perempuan ya? “


" orang rumah x pake" jawab Rena asal,


mobil mereka berbelok memasuki gerbang,


" ada apa lagi rame rame? " tanya shanum melihat agus di depan gerbang


"ada apa sep? “ tanya Rena


"bunda maaf pisan, saya mah pasrah mau di marahin ge"


"iya kenapa? " tanya Rena penasaran lewat pintu mobil nya


"non July sama den Nino udah pulang bunda, tapi den Nino berangkat langsung,


terus non July keluar pake motor den Nino"


"apa??? " Rena terkejut.


"tuh kan bun, itu kak Ana berarti yang bawa motor" ucap shanum pada bunda nya


Rena menggelengkan kepala, ia tidak menyangka Ana bisa bawa motor gede seperti itu.


***


Nino sampai di rumah pelatihan,


semua team nya berjaga, seolah akan ada perang sebentar lagi,


Edo yang menunggu nya tersenyum.

__ADS_1


"semua sudah di dalam tuan"


Nino mengangguk,


ia dan Edo segera masuk,


para tamu seketika berdiri melihat kedatangan Nino,


3 orang polisi,


dan satu pasang seperti suami istri ada di sana, Nino menebak mereka adalah orang tua Hans


wanita itu tiba tiba menangis, menelusup kan wajah nya di dada suami nya.


Nino memberikan salam pada semua, dan mereka duduk kembali,.


"Alright, since everyone has gathered, let's start discussing everything"


(baiklah, karna semua sudah berkumpul, mari kita mulai bahas semua nya)


Frans memutar video melalui layar proyektor,


semua dokumentasi di beberkan, bagaimana Hans mengancam July melalui pesan whatsapp,


foto bergulir satu persatu dan Frans menjelaskan semua nya,


foto penyekapan Nino yang di dalangi adik perempuan Hans juga menjadi bukti,


wanita di hadapan Nino. terus menangis, hati nya merasa iba, bagaimana pun kedua nya adalah anak-anak mereka, namun tidak dengan papah Hans. wajah nya yang begitu khas bule prancis tampak tenang melihat semua bukti,


penembakan di malam resepsi pernikahan Nino bergulir. Nino merasa sakit hati melihat video itu, fotografer yang tidak sengaja merekam momen resepsi malam, jadi memiliki bukti semua nya walaupun tidak sampai tuntas karna kepanikan,


Rey menengok putra nya yang tidak bergeming dari layar,


Nino memalingkan wajah nya ke arah pintu, ia mendengar suara motor yang tidak asing bagi nya,


tepat di pintu utama yang terbuka lebar, July berhenti, Nino bangun dari duduk nya berjalan cepat keluar,


July membuka helm,


Nino terkejut, matanya membulat sempurna,


"hay sayang, aku datang"


para penjaga ternganga melihat kedatangan nona nya, July sempat di hadang di depan sampai ia harus membuka helm nya,.


"Ana apa apa an ini"


July memberikan helm nya, ia melenggang masuk tanpa rasa bersalah.


Nino menyimpan helm di atas motor nya, ia melihat July, meregangkan tangan nya,


Nino tersenyum. tangan nya pasti terasa pegal bukan??


Rey tidak bisa menahan senyuman nya,


Al benar, putri nya itu adalah wanita tangguh,


July menghampiri Rey, mencium tangan nya


"good afternoon sir and madam"


ucap nya pada kedua orang tua Hans, July mengenal nya dengan baik, mereka orang tua yang terlalu memanjakan anak anak nya,


mendapatkan tatapan tidak suka dari sang ibu, July tersenyum sinis,


Edo menarik sebuah kursi untuk tamu yang tak di undang ini,


Nino duduk di sebelah nya,


"mohon maaf, mari kita lanjutkan" ucap Nino,


sebelah tangan nya mengusap pundak July yang terluka, Nino tau efek dari membawa motor gede itu pasti terasa pegal.


_awas kamu istri nakal, aku ga akan lepasin kamu malam ini_


Nino menggerutu dalam hati, ia akan menghabisi istri nya yang nakal ini


***


assalamu'alaikum,


mohon maaf gais baru updt,


alhamdulillah pesenan per kue an minggu kemarin padat merayap, jadi aga riweh ama adonan😃,


happy Reading gais.


jangan lupa like & coment nya😘

__ADS_1


__ADS_2