Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
do'a sang kekasih


__ADS_3

flashback kak Nino,


"jadi kamu mau pergi lagi?" Amira menatap taman di depan nya yang tidak terlalu ramai, ia dan Nino duduk di bangku panjang bedua, namun sedikit berjauhan.


"pendidikan ku belum selesai Amira, aku harus kembali ke London"


"dua hari lagi pernikahan ku, kamu ga bisa datang? β€œ


Nino terdiam,


memandang ujung sepatu yang ia pakai, ini menyesakkan bukan, dari SMA dulu mereka bersama, satu sama lain tau bahwa ada sayang di antara mereka, Amira melanjutkan kuliah, ia ingin menjadi guru, memang tidak ada komitmen di antara ke dua nya,


Nino setiap tahun akan pulang ke Indonesia, salah satu niat nya adalah menemui wanita yang ia sayang, namun tahun ini seperti nya ada hambatan untuk mereka.


untuk wanita, usia di atas 20tahun sudah mulai terpikirkan hubungan yang serius,


tidak terkecuali amira.. usia nya tahun ini 22tahun, orang tua nya menjodohkan nya dengan seorang pengusaha,


tepat hari ini Nino akan kembali ke London, lusa Amira harus melangsungkan pernikahan,


"Amira, maaf aku tidak bisa melakukan apa apa untuk hubungan kita, aku memiliki impian, dan orang tua ku sangat mendukung akan hal itu" ucap Nino pelan


"aku tau, gapailah cita cita mu No, maaf aku juga ga bisa membantah pada orangtua ku"

__ADS_1


Nino mengangguk,


"berbahagialah, aku yakin pria itu bisa membahagiakan mu"


"aku harap begitu"


hanya melalui foto Amira melihat calon suami nya, ia cukup tampan, postur tubuh nya pun seperti laki laki normal lain nya, Amira hanya bisa berdoa, semoga pernikahan nya pun, normal seperti pasangan pada umum nya,


Amira menyeka airmata nya, ia terisak...


"aku harus jujur, sebelum semua perasaan aku tutup untuk orang lain,


maaf aku udah lancang menyayangi kamu, aku pernah berharap untuk kita bersama, namun kini telah jelas, aku harus menyimpan nya sendiri, mengubur perasaan ku sendiri"


Nino menarik tangan Amira perlahan, lalu memeluk nya, membelai rambut nya dengan lembut.


"jangan kamu pikir cuma kamu aja yang punya perasaan itu, aku pun sama,


aku sayang sama kamu Amira, tapi keadaan nya belum tepat, aku belum menyelesaikan semua nya aku belum siap untuk berumah tangga dalam waktu ini"


Amira menjauh perlahan, ia memberanikan diri memandang mata Nino yang teduh itu,


"aku ngerti No, aku pun belum mau berumah tangga, aku belum jadi guru seperti apa yang aku mau, namun orang tua ku memiliki keputusan sendiri"

__ADS_1


Nino tersenyum, merapihkan rambut Amira yang sedikit berantakan,


"aku Do'akan kamu semoga bahagia,.


dengan kamu menuruti orang tua kamu, kamu anak yang berbakti, orang tua kamu senang, dan akan tercipta doa yang baik untuk anak anak nya. pilihan orang tua akan selalu tepat" kata Nino menyemangati Amira.


"kamu juga harus baik baik di sana, kejar cita cita kamu, bahagiakan orang tua mu, buat mereka bangga,


aku ga usah ngingetin kamu untuk jaga ke sehatan seperti nya, karna kamu akan jadi dokter yang hebat"


Nino dan Amira saling melempar senyum.


Nino membawa jari tangan Amira untuk ia cium, sedikit lama, Amira tak tahan, ia menutup mata nya dengan tangan kiri nya, menyembunyikan tangis di balik nya


"janji sama aku, kamu harus bahagia" kata Nino


Amira hanya mengangguk.


Nino memeluk nya se kali lagi, mencurahkan kasih sayang nya untuk yang pertama dan yang terakhir.


huuhuuhuuu


😒😒😒 aku mengsedih nulis part ini

__ADS_1


__ADS_2