Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
Resmi


__ADS_3

"aku ragu dengan Hans, aku ingin mendiskusikan ini padamu Rey, orang tua Hans bekerja di pemerintahan, ia sering melakukan kesalahan dan hanya beberapa waktu saja dia di penjara, orang tua nya pasti tidak akan tinggal diam"


Al terdiam.


"dulu lelaki yang dekat dengan July pun mengalami hal serupa dengan rakha, tapi naas nya ia tidak tergolong,


dan aku tidak tau tentang kedekatan July dengan teman nya itu,


tapi sekarang Hans sudah keterlaluan.. dia juga mencelakai rakha.


sayang nya pihak kepolisian tidak bisa menjamin Hans akan di hukum, karna orang tua nya punya uang untuk mengeluarkan nya"


Rey dan Rena terdiam, untuk hal ini mereka tidak bisa memutuskan apa pun dalam waktu dekat,


dengan demikian bisa di simpul kan bahwa keselamatan putra mereka sedikit terancam.


"kita harus pikirkan dengan masak masalah ini Al, tentu ini bukan masalah sepele"


"aku setuju Rey, sementara ini biar team ku di sini yang bekerja, sebelum kita memutuskan tindakan yang akan kita ambil"


Rena menegang, Rey melihat itu, pasti dalam hati nya bergelut, Rey harus memberi pengertian pada istri nya itu agar tidak terlalu khawatir. bagaimana pun ini baru ke khawatiran Al saja. namun bahasan itu tidak menyurutkan niat Rena meminta Ana untuk Nino.


"Al, aku punya permintaan.. " ucap Rena


"katakan lah, mana mungkin aku bisa menolak permintaan kalian" ucap Al tersenyum senang.


"aku... sudah membawa cincin untuk putri mu,


maksud ku bukan ingin cepat cepat mereka menikah, hanya saja, agar kami mengikat nya, bahwa Ana dan Nino sudah ke tahap yang serius, begitu maksud ku"


"kenapa kamu terlihat sungkan Rena, aku sebagai orang tua nya setuju sekali, aku tidak meragukan Nino, aku yakin July akan bahagia bersama nya" ucap Al dengan pasti..


"syukur alhamdulillah" Rena menatap suami nya ia sungguh sangat senang


"kapan kamu akan memberikan nya apa July? “ tanya Al


"karna anak anak sudah pergi, bagaimana aku berikan di RS, sekalian biar rakha juga tau kan??"


"itu ide yg bagus Rena, aku tau kamu selalu memikirkan perasaan orang lain,


jadi malam ini kalian akan bermalam di sini kan?"


Al ingin sekali teman nya ini sedikit lama berkunjung, ia sudah merencanakan akan bagaimana malam nanti.


"bukan kami menolak Al, besok aku punya tamu dari Malaysia, kasihan putri, dia sampai belum ambil cuti tahun ini" Rey merasa tak enak.. mereka memang baru pertama kali datang ke rumah Al


"nanti kita akan datang lagi untuk melamar July inshaAllah, iya kan yah?? “


" itu pasti sayang"...


***

__ADS_1


Rakha masih memiliki bengkak di wajah nya karena efek dari beberapa luka, July terus-terusan meringis melihat nya,


"kamu jadi jelek kha" ucap July


"ini karena teman mu" rakha cemberut menjawab nya


"bagaimana kejadian nya? luka mu sampai separah ini?? " Nino penasaran,


"aku lagi pake motor kak,


awal nya ada yang nyalip, dempet banget, aku kaget, sempat aku kejar motor yang nyalip aku, tapi entah dia cepat sekali, dan ya begitulah tiba tiba sebuah mobil menghantam, kami seperti adu banteng,


saksi bilang aku terbentur mobil lain, jaket kulit ku sampai sobek kena aspal, helm ku pun lepas... "


"maafin kakak ya" July mengusap tangan rakha yang tidak luka


"anggap saja ini musibah kak" rakha cukup dewasa menerima kejadian ini, "jadi, kak Nino selametin kamu lagi ka?? “ rakha memberikan tatapan meledek.


July merona pipi nya,


" iya kha, pak dokter langsung terbang ke sini mendengar ku di culik" July melirik Nino,


yang di lirik hanya tersenyum.


rakha melihat shanum, dia wanita yang cantik, dan ayu.. shanum lebih banyak diam, dia tidak ikut bicara karena mungkin bahasan yang di bicarakan bukan jangkawan nya.


"kak Nino" rakha memanggil nya


"emh.. shanum sangat cantik ya? “


July terkejut,


" hey itu adik nya Nino " ucap July


"ya apa salah nya aku mengatakan itu" rakha berkilah


"jangan sampe ya kha" July mencubit tangan nya


"kak Nino hati hati aja kalo deket ka July, badan kakak bisa biru biru karna cubitan nya"


shanum yang sedang jadi topik bahasan sedang asik dengan HP nya, ia tak mendengar apa yang rakha bilang, jika di lihat dari riwayat orang tua July dan rakha, memang mereka beda ayah, jadi hanya saudara tiri, sah sah saja jika rakha menyukai shanum, tapi yang jadi masalah, apa kah shanum, menyukai nya???.


Al, Rey dan Rena datang, seketika ruangan terasa penuh, rakha sangat senang di jenguk oleh ayah Rey, walaupun ia tidak mengingat Rey dan Rena, tetapi dari cerita papah nya ia jadi tau jasa keluarga Nino ini...


"MasyaAllah rakha tampan sekali nak" Rena memuji,


"bunda Rena bohong ya, biar aku senang, soal nya kak July bilang aku jelek kalo begini"


Rena tertawa,


"emh.. laki laki kan memang tampan bagaimana pun kondisi nya, kalau cantik itu baru perempuan, iya kan?? “ Rena memberikan candaan.

__ADS_1


" tuh kan" rakha sedih..


"kamu ingat dulu senang main bola dengan Nino? “ kata Rey pada rakha


" rakha ga inget yah, tapi mungkin semenjak itu, rakha jadi senang main bola, cita cita rakha juga pengen jadi pemain bola, tapi ayah minta rakha buat temenin kak July di kantor" rakha mengadu, ia mendapat kesempatan mencurahkan isi hati nya.


"rakha, kalau bukan anak anak nya, siapa yang akan melanjutkan bisnis papah mu? kalau jatuh ke tangan orang yang tidak tepat, itu akan hancur, perjuangan papah mu akan sia-sia " rakha terdiam, bunda Rena betul, tapi memang untuk saat ini rakha belum benar benar tertarik.


"iya bun, inshaAllah rakha akan giat belajar buat papah"


"hmmm, bagian aku yang minta, boro boro beliau jawab se lembut itu.. " Al protes,


"itu lah hebatnya istri ku Al" Rey tidak mau kalah


"aku percaya Rey, July harus banyak belajar pada bunda nya"


_ aku setuju pah _ diam diam Nino menimpali dalam hati,


hari semakin sore, Rey akan pamit pulang pada keluarga Al,


"Ana, kami datang kemari bukan hanya menjenguk kalian di sini, tapi bunda punya tujuan lain, dan itu sudah kami bicarakan di rumah.. " Nino terdiam, menunggu kelanjutan bunda nya, ia sebenarnya pun tidak tahu soal ini.


"Nino, bunda mau tanya, apa kamu serius sama Ana?? “ July menoleh pada Rena, tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu di hadapan semua orang,


" tentu bunda, apa arti nya Nino di sini kalau ga serius" Nino menjawab dengan percaya diri, membuat Rena tersenyum puas...


"nah sekarang bunda mau tanya sama Ana, apa kamu mau sama Nino?? “


" gimana ga mau bunda, tadi aja di dapur udah suap suapan" Al menimpali membuat July menggaruk kening nya yang tak gatal, sedangkan Nino hanya tersenyum mendapat tatapan penuh tanya dari sang ayah


"emh tadi Nino masak di rumah Ana, maksud nya minta Ana cicipin, Nino ga PD karena ternyata papah Al juga mau makan" Nino mencoba klarifikasi. Rey mengangguk sambil tersenyum penuh arti,


"oke, karena kalian sudah suap suapan.. bunda rasa kalian sudah saling suka ya?? “


" bunda... " July jelas merasa malu dengan pertanyaan itu..


"Jullyana, bunda dengan resmi, di depan keluarga mu, dan keluarga Nino, akan mengikat kamu untuk putra Kami Nino, apa kamu keberatan nak? “ July menegang, ia melirik Nino yang seperti nya juga bingung,


" Nino ga bilang ini sebelum nya bun" ucap July


"iya sayang, ini Nino pun belum tau, bunda yang ingin mengikat mu" Rena tersenyum


"apa kamu mau sayang?? “ tanya Rena lagi


July tersenyum, ia sejenak menundukan kepala nya berdo'a


"InsyaAllah July mau bun"


...***...


...ada yang merekah, tapi bukan bunga......

__ADS_1


...apa hayooo?? 🤭🤭...


__ADS_2