
tiba di gedung pusat milik suami nya, rena di sambut beberapa penjaga yang terkejut melihat kedatangan nya,
pak joko mendekat pada team ke amanah di lantai dasar,
"mohon jangan kabari pak rey istri nya datang, ini kejutan"
"siap pak joko"
seorang receptionist terkejut
"syuuut, itu kan bu rena istri nya pak bos... (menyenggol lengan teman nya)
" ya ampun iya bener, ayo kita sapa"
berdiri di hadapan pak joko dua orang resepsionis menundukan kepala nya,
"selamat siang ibu, selamat datang, apa ada yang bisa saya bantu? "
rena menatap dua orang receptionist itu, pakaian mereka terbilang sexy,
"terimakasih saya mau ke ruangan suami saya"
"silahkan ibu, ke sebelah sini..
pak joko akan mengantar?? (tanya Reseocionis berambut ikal itu)
"iya biar saya antar ibu ke atas"
"baik pak
" terimakasih (rena tersenyum)
"sama sama ibu"
"ya ampun, bu rena cantik ya?? "
"ya iya lah, makanya pak bos suka"
"tapi sangat sederhana ya, liat baju nya polos, ga ada perhiasan yang aku liat selain cincin"
"iya sangat sederhana, eh udah kerja lagi, ketauan pak anto sama pak frans kita ngomongin bu bos bisa di sanksi kita"
"abis aku terkejutt..
menggandeng tangan sang jagoan..
rena keluar dari lift, melewati beberapa pintu ruangan yang tampak besar,
anto terbangun dari duduk nya melihat siapa yang datang, mengecek HP nya se saat tidak ada kabar bahwa nyonya muda nya akan datang ke kantor.
" selamat siang, apa ada sesuatu nyonya sampai datang ke mari?" (tanya anto sedikit gugup)
"engga pak, Nino mau ketemu ayah nya, kita mampir pulang sekolah, apa suami saya sibuk? "
"tidak bu, mari saya antar ke dalam"
" bu, saya tunggu di bawah ya (kata pa joko)
"baiklah, bapak istirahat saja ya"
" terimakasih bu"
anto membuka kan pintu, Nino sudah lari ke dalam.
rena terkejut, bukan melihat isi ruang kerja suami nya yang cukup megah, tapi terkejut melihat siapa yang ada bersama suami nya..
"ayahhhh
rey menoleh
" Nino..??? jagoan ayah.. (rey memeluk Nino, menggendongnya. rena masih berdiri tak jauh dari pintu)
"sayang kenapa disitu ayo masuk (rey menurunkan Nino, menghampiri sang istri, ia tau rena sedikit pemalu, rena mencium tangan suami nya, rey mengecup kening, lalu bibir nya rena terkejut,
" ayah.., (rena protes atas perlakuan suami nya, wanita yang duduk bersama rey bangun dari duduknya, tersenyum menundukan kepala)
"selamat siang bu.? "
mengangguk dan tersenyum canggung
"siang.. (mode judes rena on)
__ADS_1
rey melihat istri nya sedikit berbeda rena tak seramah biasa nya, tatapan nya pun slalu tertuju pada Siska bagian keuangan di kantor ini... !
Siska merapikan dokumen di meja,
" pak rey, saya akan kembali lagi nanti"
" iya nanti saya minta anto hubungi kamu lagi"
"baik pak, bu saya permisi ( pamit pada rena)
rena hanya mengangguk
" sayang ayo duduk, (Nino sudah duduk di sofa, memainkan rubik yang ia bawa dari rumah)
rena menurut, tapi ia masih diam membisu, membuat rey heran, sempat bertanya tanya apa terjadi sesuatu di sekolah, sehingga istri nya datang ke kantor, ini pertama kali rena datang
"ayah Nino mau tunjukin hasil Mewarnai di sekolah tadi "
(antusias, Nino membuka resleting tas nya, menunjukan gambar yang di nilai 80 itu oleh sang guru)
"woww, ini sangat bagus sayang, warna nya rapih, Nino pinter banget" (mengacak rambut anak nya gemas)
"bunda yang ajarin Nino mewarnai, biar rapih"
"bilang apa dong sama bunda? "
"makasih bunda ( dengan imut nya) "
"sama sama sayang (tersenyum seadanya)
" sayang.. (rey menggenggam jari tangan sang istri) ada apa? apa terjadi sesuatu?? โ
"emh.. engga"
"kamu lagi bohong aku tau"
rena menatap sang suami, ia harus mengutarakan isi hati nya
"apa ayah bertemu setiap hari sama perempuan tadi??? "
"siapa? (rey kurang faham)
"owh iya, nama nya Siska dia bagian keuangan" (menunggu respon sang istri, rena malah tidak menjawab)
"sayang,, apa ada yang salah?? kamu ko jd pendiem gini, cemberut pula, kan cantik nya nanti ilang"
"jelas salah yah, kamu berdua sama cewek lain di ruangan ini tadi, lihat pakaian nya, itu kurang sopan"
owh, rey faham sekarang, istri nya cemburu
menahan senyum, rey sungguh gemas pada sang istri
"jadi bunda cemburu? (rey malah menggoda)
" bukan hanya cemburu, aku marah"
( bagaimana marah bisa se menggemaskan ini rena fikir rey)
"berdua di satu ruangan tertutup, posisi berhadapan lihat rok nya sangat kurang bahan, udah di atas lutut, belah pula di paha nya" (akhir nya rena meluapkan isi hati nya)
rey ingin tertawa sebenar nya, namun ia tahan
memeluk sang istri, rena menghindar
"ga mau peluk aku lagi marah"
"ayah jangan nakal Nino bilangin oma"
(seketika rey lupa bahwa anak nya ada di sini)
*ayah macam apa kamu rey๐คฃ๐คฃ"
"ayah ga nakal sayang, Nino menggambar lagi ya (rey memberikan kertas baru pada Nino) nanti ayah nilai oke"
"okee (jawab Nino riang)
beralih pada sang istri yang masih cemberut,
" sayang..
"aku ga suka, liat baju nya, dia sedikit saja menunduk udah keliatan itu nya... "
__ADS_1
"apa nya? (rey tambah menggoda)
" masa kamu ga liat sih"
" rena... (menyentuh dagu sang istri agar mereka saling tatap) aku ga peduli dia pake baju gimana, rok nya sobek atau bolong malah.. yang aku lihat hanya kamu, (lagi lagi ada yang menghangat, rey tersenyum tampan)"
"tapi itu jelas ga boleh sayaaang (menekan kan kata sayang nya) kalian bukan muhrim, apa kata orang, harus nya ga boleh berduaan, di tambah liat pakaian nya, itu sangat ga sopan, aku saja yang sesama perempuan aga risih ngeliat nya, kamu bisa biasa aja? "
"aku bilang aku ga peduli"
"bohong, kamu bohong rey"
(wah, mode siaga.
rena sudah menyebut nama suami nya langsung, tingkat kemarahan nya naik satu level.. ya mengalah saja fikir rey biar ga panjang urusan nya)
"sini aku peluk"
"aku ga mau"
"rena,... (mengusap pipi sang istri) maaf oke, nanti aku akan bilang pada Siska biar merubah pakaian nya lebih sopan"
"itu sebenar nya hak mereka mau pakai baju gimana, tapi aku rasa, kamu adalah pemimpin, bagaimana pun kamu yang harus ambil keputusan, mereka itu perempuan, sangat lah berharga.
bagaimana di luar sana lelaki memandang tubuh nya yang terekspos, mengundang kejahatan, dan bukan hanya Siska, receptionist tadi di bawah pun aku lihat begitu,
(rey termenung)
maaf sayang, aku rasa kantor mu bukan tempat hiburan kan? (telak pada sasaran)
bagaimana mereka bekerja, membantu kemajuan kantor, akan lebih indah jika kita saling menjaga, aku hanya ingin keberkahan di setiap keringat mereka, mereka bekerja, sayang sekali jika waktu yang mereka gunakan sangat lelah ini malah menambah dosa nya, bukan hanya merka yang dosa kalian lelaki pun dosa yang melihat nya terutama kamu sayang...
lihat bu susan, dia manager, tapi pakai hijab.. lelaki yang bertemu dengan nya lebih sungkan, aku menyaksikan nya,
bahkan aku merasakan dulu saat bekerja, bagaimana para pegawai pria menggoda perempuan yg berpakaian terbuka, itu lah maksud kuโ
(baru kali ini rena berani bicara sepanjang ini, rey sadar, betull apa yang istri nya katakan, ia tadi nya tidak ambil pusing akan hal itu, tapi setelah rena mengatakan nya, seperti nya harus di pertimbangkan, bahkan dulu Marsya pun tidak menggunakan hijab)
anto datang, membawakan minuman untuk nyonya nya,
"kenapa kamu pilih sekretaris laki laki? (melihat anto rena jadi terfikir sesuatu)
yang di tunjuk merasa heran,
" aku kurang nyaman kalo perempuan, karna pasti nya akan ada beberapa pertemuan yang melibatkan nya, bepergian ke sana ke mari" (terang rey)
"tapi dengan Siska kamu nyaman??? "
(jleb, anak panah menusuk jantung rey)
"bukan kah itu sama saja?? (tambah rena)
" semua yang kamu bilang benar sayang, terimakasih sudah mengoreksi, aku yakin, niat mu sangat baik, nanti aku akan bicarakan kebijakan baru... "
"kita ga bisa maksa sayang, (rena melunak) kembali ke hak nya masing masing, aku cuma pengen minta mereka berpakaian sopan sedikit, aku perempuan, aku merasakan nya, aku ga mau pandangan suami ku tercemar"
rey tersenyum. dari mana rena mendapatkan kata tercemar yg menurut nya lucu
"ayah bunda cemburu " (celetuk Nino)
rey dan rena menoleh, dan tertawa, anak sekecil itu tau cemburu????
"jagoan ayah tau cemburu??"
"kata oma kalo orang marahin kita, dia sayang sama kita, bunda marahin ayah karna berdua sama tante Siska, bunda cemburu"
(wah wah ini gawat, rey fikir anak nya fokus menggambar, ternyata dia mendengarkan)
rena melirik suami nya, sungguh Nino anak pintar,
"Nino emang anak yang pintar, bunda sangat cemburuan, dan itu berarti bunda sayang sama ayah (rena unyel unyel pipi sang putra) "
"sama Nino sayang?
" sayang dong, masa enggaโ
"jadi bunda sayang nih sama ayah??? (lagi lagi rey menggoda) "
"bunda sayang ayah, sayang Nino, sayang oma, sayanggg semua nya"
mereka berpelukan seperti teletubies ๐๐๐
__ADS_1