Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
bahagia


__ADS_3

rey gelisah, beberapa menit lagi ia akan tampil😄,


sudah menyiapkan tiket bulan madu yang tertunda ke Paris rey akan memberikan nya saat momen indah sebentar lagi, ia sudah siap,


namun rasa mual nya tiba tiba muncul, rey harus pergi ke kamar mandi.


frans yang melihat itu mengikuti nya, ia khawatir rey kenapa napa,


tidak ada yang ia keluarkan, rey memandang wajah nya melalui cermin,


"aku harus periksa ke dokter besok, ini tidak wajar, aku sering mual akhir akhir ini"


"apa kamu hamil?? " (tanya frans)


"frans jangan gila"(rey mendelik, assisten nya itu pasti tau dia jantan)


*ayamm kali bang jantan🤭


"hahaaa (frans tertawa)


maksudku istri mu yang hamil.. "


wajah rey yang tadi nya masam, berubah datar.. ia sedang berfikir apa mungkin rena hamil, dan dia yang ngidam??


tapi ini aneh sekali, rena tidak terlihat seperti orang ngidam, dia biasa biasa saja.


"kalo kata orang tua ku, kamu yang ngebet pengen punya anak, jadi tuan rey lah yang ngidam! "


"yang benar frans??? " (wajah rey sudah bersinar)


"kata orang tua ku..., ga tau bner apa ga nya“


" semoga ya?? aku rela ngidam demi calon anak ku"


frans mengangguk,


ia ikut bahagia, jika benar rena hamil, bagaimana pun itu akan menjadi pengganti yang hilang, dan pengikat hubungan mereka.


**


rena dan Nino sudah siap,


mereka turun, rena sangat hati hati, ia tak mau gegabah, dan juga memakai sari lumayan kesulitan bagi pemula..


perias dan assisten nya pamit,


"nyonya, saya undur diri, terimakasih sudah mem percayakan pada saya"


"kalian yang terbaik mba, saya sangat puas"


"terimakasih sekali lagi saya ucapkan nyonya,


kami permisi, assalamu'alaikum"


"sama sama mba, Waalaikumsalam"


momi keluar dari kamar nya, ia pun tak kalah dengan sang menantu, memakai sari berwarna merah, namun tidak terlalu mencolok.


"momi, sangat cantik.. (puji menantu nya, yang di puji tentu saja merona pipi nya)


" kamu paling cantik sayang" (ucap momi pada rena, mengusap pipi nya)


putri datang,.


tak ketinggalan bi asih, tina, dan bi sari pun sudah siap,


rumah akan kosong malam ini, rey menginginkan semua ikut hadir.


di bagi menjadi tiga, mereka menaiki mobil terpisah,


perjalanan hanya 15 menit jika lancar jalan nya, semoga..


hati rena tak karuan, ini pertama kali nya datang ke acara besar, dengan tema special juga, ya begini lah kehidupan orang orang atas,


rena sebenar nya kurang suka keramaian, namun ini terdengar seru, ia ingin datang, di tambah rey memerintahkan nya, tidak ada penolakan...


frans menerima pesan dari putri, mungkin 5menit lagi mereka akan sampai,


"rey, mereka sebentar lagi sampai"


"bersiap lah frans, aku pun akan ke sana (menunjuk arah pusat acara)


" oke"


semua lampu di matikan,


tamu yang sudah hadir berada di dalam, mengelilingi ruangan, agar tak tampak mereka untuk sementara,


mengusap usap dada nya, rey sungguh deg degan..


"santai pak rey, heheehee"


seseorang memenangkan nya


rey membuang nafas kasar, mengeluarkan kegugupan nya,


"ini lebih lebih dari pertemuan dengan klien milyaran mang" (hahahaa mereka tertawa)

__ADS_1


rena mengecek isi tas kecil yang ia bawa, syukur lah, tees kehamilan nya ia bawa.. semoga ada kesempatan nanti menujukan pada suami nya..


iring iringan pengantin wanita datang,


frans bertugas khusus membukakan pintu untuk nona nya,


"selamat datang nona (membungkukan badan) "


"terimakasih, sampai di sambut segala, mana rey?? (rena tak sabar ingin mencubit perut suami nya itu, ia sampai tak menjemput nya ke rumah)


" ada di dalam nona"


"frans.. kamu tampan sekali (puji momi, bukan hanya frans, semua staff hotel yang bertugas hari ini menggunakan sharweni"


"Terimakasih nyonya, anda juga sangat cantik"


ehmmm putri pun ingin di sapa😄,


"nona apa kabar?? (frans basa basi)


" katakan aku pun cantik ka frans"


"nona yang paling cantik" (ucap frans menyenangkan hati keluarga bos ny)


putri langsung salah tingkah,


"kenapa lampu nya padam?? " (tanya rena, ia tidak melihat seperti ada acara di dalam"


"acara akan di mulai nona,( susan datang)


" ibuuuu (rena refleks merentangkan tangan nya, ia rindu pada atasan nya ini)


mereka berpelukan,


"syuuuttt, jangan sembarangan rena, kamu sekarang bos ku ( bu susan berbisik, mereka tertawa)


ayo aku antar ke dalam" (susan menggandeng tangan rena)


"ayo bu.. "


"kamu ingat, saat pertama ketemu rey, kita sambut dia di sini, saat pertunangan putri"


(susan mengingatkan nya lagi)


"mana bisa rena lupa bu.. "


melanjutkan perjalanan nya, mereka memasuki hotel,


alunan musik langsung menggema walaupun rena bingung lampu masih padam, ia celingukan, susan, momi putri, Nino dan yang lain nya meninggalkan nya


satu lampu menyala menyorot suami nya,


rena terperangah, ia tau lagu apa yang sedang beralun ini, lagu favorite nya


tim Hi ho...


(aiiihhhhh 😄, maaf ya autor nya seneng Bollywood)


rena memperhatikan suami nya dari jarak kurang lebih 10meter, menerka merka apa yang akan dia lakukan?? rey memegang mic,


tersorot lampu satu satu nya di ruangan itu, rey tampak begitu tampan dengan sharweni senada dengan yang rena dan Nino pakai,


hum tere bin ab reh nahin sakte


tere bina kyaa wajood mera.....


( aku tanpa mu kini tak dapat hidup,


tanpa mu apalah arti keberadaan ku)


rena tersenyum, mata nya tak lepas dari suami nya, ini kejutan, rey bisa bernyanyi walaupun suara nya pas pas an


tujh se judaa gar ho jaayengge


to khud se Hi ho jaayengge judaa


(jika aku terpisah dari mu,


maka aku pun akan terpisah dari diriku)


rey mulai melangkah menghampiri istri tercinta nya itu, suara nya tidak lah merdu, namun pas masuk dalam musik.


kyon ki tum Hi ho


ab tum Hi ho


zindagi, ab tum Hi ho


chain bhi, meraa dard bhi.


meri aashiqui ab tum Hi hoo..


( karena hanya kamu,


sekarang hanya kamu


kehidupan ku hanya kamu kini seorang

__ADS_1


ketenangan ku,... juga rasa sakit ku...


cinta ku sekarang hanya dirimu seorang...)


rena pun melangkah,


tangan rey ter ulur, menggapai tangan sang istri, kini mereka dalam satu sorot lampu yang sama, begitu terang dalam ruangan yang gelap itu...


rena menagis haru, tak percaya semua suami nya yang melakukan ,


rey mengangkat telunjuk nya, memberi isyarat untuk rena, tidak boleh menangis,


rena mengangguk, tetap saja air matanya turun,


rey menunjuk layar besar, menampilkan foto-foto nya saat akad nikah mereka di bandung yang penuh airmata, seketika lagu me melan, ketika dengan lantang rey mengucap janji,


saya Terima nikah dan kawin nya rena agustina binti bapak saefullah, dengan mas kawin cincin emas di bayar tunaiii, ( rena menangis lagi, masih ada mamah di sana)


foto berganti,


fotoshoot di rumah, dan foto-foto ruangan ini, rena belum tau bahwa foto itu adalah ruangan ini...


musik tetap mengalun sesuai ritme nya, sang penyanyi mengambil alih lagu yang tadi rey nyanyikan, membuat suasana menjadi lebih romantis, para tamu undangan yang belum terlihat pun, begitu terharu, mereka gemas ingin bertepuk tangan, untuk pasangan ter romantis ini..


rena memeluk suami nya erat, rey pun begitu, mata nya memanas juga,


di ujung sana Nino sudah tak mau diam, ingin ikut bersama sang ayah dan bunda nya,


rey menangkup pipi sang istri, di tengah alunan lagu kesukaan nya


"sayang, terimakasih telah hadir, kamu memberi warna baru di hidupku menjadi lebih sempurna,


terimakasih, atas kesediaan mu mendampingi ku yang banyak kekurangan ini,


sudah kita lalui masa masa sulit,


mari kini hanya ada bahagia untuk kita,


aku janji, akan membuat mu nyaman dalam peluk ku.. maaf untuk resepsi yang tertunda ini"


"rey... (rena menangis lagi, namun malam ini tangisan bahagia,


menganggukan kepala nya, ia menerima ajakan suami nya itu)


menciumi wajah istri nya inci demi inci, rena tersenyum, merasakan cinta suami nya,


rena celingukan,


ia mencari tina, tadi tas nya ia titipkan pada pengasuh nya,.


rey heran, apa yang istri nya cari


smua yang mereka lakukan tertangkap kamera, langsung pada layar besar di depan sana,


juga ada dari beberapa stasiun TV meliput,


" aku cari tina sayang, ada sesuatu yang mau aku tunjukan, ada di tas"


memakai mic nya rey memanggil tina,


tina datang, rena meminta tas nya


"terimakasih tina"


rena tak sabar


ia mengeluarkan kotak kado nya, memeberikan nya pada sang suami,


rey bertanya melalui mata nya,


"buka lah, itu kejutan untuk ayah" (rena tersenyum mengatakan nya)


rey membuka nya, benda persegi panjang itu terpampang nyata menampilkan dua garis merah yang begitu merona,


rey terperangah,


ia tak percaya, menatap mata istri nya lekat, mata nya sudah berkaca "jadi benar apa yang ia rasakan, ia ngidam?? " rey bergelut dengan pikiran nya sendiri


rena tersenyum bahagia,


ia mengangguk, seolah menjawab pertanyaan yang rey ungkap kan dalam hati nya,


rey membuang alat tes itu sembarangan, meraih tubuh istri nya untuk ia peluk erat,


"terimakasih sayang (menciumi kepala sang ia tidak peduli dengan tamu undangan nya, niat hati memberikan kejutan untuk istri nya, malah sang istri lah yang membuat ia terkejut, dan bahagia tentu nya)


lampu ruangan menyala,


menggema lah sorak bahagia para tamu undangan, melengkapi kejutan malam ini,


rena sungguh tekejut, melihat banyak para tamu undangan, ia terpesona akan dekorasi rungan yang di buat atas keinginan suami nya, seolah tau apa yang rena inginkan..


*hadeuuuh bab ini berat siti


aku sampai harus nyari referensi ke mbah Google, dan mbah tiktok,


thank's mbah mbah🥰

__ADS_1


__ADS_2