Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 9


__ADS_3

Rena keluar dari kamar nya,


menuju dapur ia sangat haus..


"non perlu sesuatu?? " (tanya sari)


"aku haus, (rena tersenyum, meraih gelas, dan menuang air dalam teko yang ada di meja makan, ia meminum nya,


momi dari arah taman belakang melintas, seperti terburu buru menuju pintu depan, rena sedikit heran,


namun ia melanjutkan, mengupas buah mangga yang akan ia makan..


" sari ga punya sirsak ya? seperti nya jus sirsak enak" ( rena berbalik, menatap sari)


"di rumah ga ada non, sari ke pasar ya beli kan? "


"lagi musim ga ya? kalo ga ada gimana?? "


"sari cari saja dulu ya non"


"antar sama pa joko ya, jangan pake motor, aku khawatir"


"baik non.. " (sari pergi)


terdengar momi menelpon


"jangan biarkan dia masuk, usir saja"


putri keluar kamar nya, ia beberapa hari ini tidak kuliah, entah mengapa, apa momi mengurung nya?? entah lah..


"mih, Yuda sudah baik mau datang nemuin momi masa di usir?? (putri memohon pada momi nya)


" kamu jangan becanda putri, momi bilang ga suka sama dia, terus buat apa dia datang"


"ketemu aja dulu mih sebentar," (putri melembut)


momi membuang nafas kasar,


"terserah kamu saja, momi ga akan nemuin"


momi masuk kekamar membanting pintu,


rena mendengar semua itu, putri menatap pintu kamar momi dengan sedih.. tak lama ia ke luar rumah menjumpai Yuda yang masih di gerbang.


"kak, putri minta maaf, momi belum siap ketemu kakak"


Yuda tersenyum,


"ga apa apa dek, kakak ga keberatan, kakak tunggu sampai momi siap"


putri tertunduk,


"hey, jangan sedih, aku ga apa apa, kalo gitu aku pulang oke, kafe sedang ramai"


putri mengangguk, Yuda pamit, pergi dengan motor nya,..


pak security memantau mereka di balik pos, ia melaporkan semua nya ke frans...

__ADS_1


rena bangun dari duduk nya, karena Nino keluar dari kamar,


"bunda ayah mana?? " (mengucek mata nya)


rena tersenyum.


"hey jagoan. ayah kan belum pulang! "


"Nino tadi dengar ayah, bawa dino" (wajah nya merengut, akan menangis)


"wah seperti nya nino mimpi, ayo telpon ayah, Nino kangen ya?? "


Nino mengangguk, rena membawanya lagi ke kamar, menelpon sang ayah


***


aaahhhh


ana berteriak di dalam mobil, memukul stir nya beberapa kali,


"sialan, baru kali ini gue nemuin cowo kaya rey, dia sama sekali ga tergoda sama gue, apa tadi itu, bahkan dia ga inget nama gue?? sialan, liat aja rey, kamu akan bertekuk lutut di hadapan gue"


"hallo, paman, belum...


seperti nya dia sedikit susah di dekati...


ya baiklah, tunggu kabar selanjutnya"


ana menghubungi seseorang, ia sedang merencanakan sesuatu..


ana mendapat tugas dari seseorang untuk menggoda rey, namun setelah melihat rey pertama kali ia menyukai nya juga..


***


momi menikmati makanan malam nya, rena kebetulan masak ayam bakar lengkap sambel lalap,


"bunda ayam nya enak" (Nino memecah keheningan di meja makan)


"Nino suka? "


"suka bunda... (tersenyum senang) kaya upin ipin ( memegang paha ayam, membuat tangan nya belepotan)


momi tertawa,


" rey suka sekali ayam bakar, gimana kalo acara syukuran nanti nasi box nya pake ayam bakar?? "


"wah ide bagus mih, InsyaAllah kita buat ya"


momi mengangguk,


" bagaimana rey di sana?? β€œ


"baik mih, tiap malam selalu telpon, vc, bahkan rena sampe ketiduran"


"syukur lah kalo begitu"


(momi tersenyum, mereka melanjutkan makan malam, putri hanya terdiam, rena yang jadi salah tingkah, ia belum bisa melakukan apa apa untuk putri, di tambah rey melarang nya)

__ADS_1


malam ini,


nino terbangun, ia memang sudah tampak gelisah saat mau tidur, Nino menangis...


"ayah... (rena terbangun, Nino seperti nya mengigau)


" sayang.. (rena mengusap kening putra nya, Nino tiba tiba demam tinggi)


Nino ko panas badan nya?? " ( Nino menangis, ini jam 3 pagi, rena menelpon tina pengasuh Nino)


tutut.. ( tina pasti masih tidur, rena dua kali menelpon nya baru terangkat)


"ibu maaf, ada yang bisa tina bantu? "


"tina maaf bangunin kamu, tolong ambil air buat kompres, sama obat demam ya.. Nino demam"


"ya Allah, baik bu, tina ke situh"


"iya makasih"


Nino masih mengigau, memanggil bunda dan ayah nya..


"sayang, sebentar ya, kak tina lagi ambil obat.."


mengusap punggung putra nya, rena memberikan pijatan di sana, Nino tampak nyaman...


tokk tokk tokk,


"bu ini tina.. "


"masuk aja, ga di kunci tin"


tina membawa termometer, kompres dan obat,


rena menyelipkan termometer di ketiak Nino, tina meletakan kompres di kening nya,


"tiba tiba saja demam, tadi mau tidur ga apa apa"


rena khawatir, ingin sekali ia menelpon rey, tapi takut suami nya itu khawatir juga,


termometer berbunyi, rena melihat nya, 36 drajat


"ya Allah sayang, bangun dulu yu.. mimi obat nya"


(rena mengangkat tubuh putra nya, bersandar di bantal lebih tinggi)


"tina tolong bantu, tuang obat nya ya"


"iya bu, "


tina memberikan obat, Nino pun bangun,


"bunda pengen peluk ayah"


"iya sayang, sama bunda dulu ya? atau mau sama momi?? ( tanya rena)


Nino menggeleng,

__ADS_1


" peluk bunda ya sayang ya.. "


ayah... semoga Nino cepet reda demam nya, aku khawatir... ( rena bergumam dalam hati nya)


__ADS_2