
Shanum berjalan ke arah dapur, mencium aroma wangi yang membuat perut nya keroncongan, bunda sedang membuat kue, terlihat sibuk dengan bi Nur di dapur Rifa juga ikut membantu.
"wah.. sibuk amat,
bi Nur masak banyak banget? " Shanum melirik sana sini ke menu yang sudah di saji.
"mau ada tamu sayang" jawab sang bunda
"banyak bun tamu nya? β
" yaa sekitar 4-5 orang lah"
shanum mengangguk, ia pikir tamu ayah nya yang akan datang,
shanum membantu Rifa memotong buah,
"udah, gw aja" kata Rifa
"ich aku Bt ga ada kerjaan tau"
"sayang kamu sama Rifa ganti baju ya, kan mau ada tamu"
"emang tamu siapa sih bun? terus shan harus keluar? shan d kamar aja ama Rifa ya? "
"iya ini tamu penting, dan kamu harus ikut sambut mereka.. Rifa juga, jd kalian harus dandan yang rapih, kayak nya bentar lagi pada sampe"
Rifa menyelesaikan tugas nya,
shanum mengajak nya ke kamar,
memilih beberapa pakaian yang mau d pakai,
"duh, kalo tamu ayah, baju harus aga rapih fa, pake yg mana ya? " shanum galau mata dan tangan nya tak henti memilih baju,
"sini mau gw pilihin ga? "
"pilih juga buat kamu sekalian, ukuran baju kita sama ini"
Tak lama shanum naik ke kamar nya, tamu yang di tunggu sudah datang,
"bunda, tamu nya sudah datang" kata bi sari..
"wah cepat juga ya.. ya udah aku panggil ayah dulu, bi sari siapin makanan nya ya? "
"siap bun... "
Rey keluar kamar sebelum Rena masuk,
"lho mau kemana? tanya Reyβ
"mau manggil ayah tadi nya,
ayo, udah dateng katanya"
"iya Frans bilang tadi di WA"
para tamu datang, dan di persilahkan masuk oleh Frans, Nita melongo melihat yang katanya rumah shanum jni,
__ADS_1
ia tidak di beri pilihan apa pun selain ikut datang ke sini..
menginjakan kaki masuk ke dalam rumah, ruang tamu rumah shanum mungkin hampir sama besar nya dengan seluruh rumah nya, Nita semakin gugup, melihat foto foto cantik shanum terpajang di dinding,
"gw salah, gw salah, dan bener bener harus tanggung akibat nya, shanum ternyata sangat cantik walau tanpa berdandan, Nita melihat beberapa foto shanum yang sedang berada di luar negri, baju baju yang Shanum pakai sangatlah modis, dia benar benar tertipu dengan shanum yang di sekolah"
lain hal nya dengan Akmal, ia berpusat ke foto shanum saat masih kecil,
"ya Allah, benarkah itu shanum?" akmal bergumam dalam hati,
gadis kecil itu, betul betul shanum... ia sering bunda nya ajak ke acara amal panti asuhan dulu,
akmal kecil saat itu melihat shanum yang sangat cantik, rambut nya panjang sedikit ikal,
akmal menyukainya sejak dulu. namun siapa sangka, gadis itu ternyata dekat dengan nya beberapa tahun ini. akmal sudah lama tidak berjumpa lagi dengan shanum kecil waktu dulu, entah kenapa ia tidak pernah ikut lagi untuk ke panti.
"duduk lah, sebentar lagi tuan Rey datang"
semua nya mengangguk, walaupun entah apa yang akan terjadi, mereka bersalah pada shanum, tapi kenapa di ajak ke rumah nya, apa maksud dari semua ini?
Frans menghilang,
bi sari membawakan mereka minuman, dan beberapa cemilan,
Rena dan Rey datang,
"ya Allah, benar itu bu Rena yang sering ke panti" Akmal tersenyum.
Frans mengikuti Rey dan Rena dari belakang,
di susul dengan Shanum dan Rifa juga,
"shan, Rifa, ayo sini sayang"
shanum terperangah melihat siapa yang datang sebagai tamu keluarga nya hari ini,
Nita tiba tiba mendekat, dan duduk bersimpuh di lantai di hadapan semua
"maaf maaf Pak, bu, Shanum maafin aku"
Rena terkejut dengan reaksi dari Nita,
"bangun lah nak, jangan begitu, kita ngobrol di kursi" ajak Rena,
Nita menggeleng
"maafkan saya bu, saya tidak tau kalau shanum adalah anak ibu dan bapak. saya mohon jangan keluarkan saya dari sekolah, sebentar lagi saya ujian kelulusan, orang tua saya pasti marah"
Rey membuang pandang nya, anak perempuan yang berlutut di hadapan nya ini telihat seperti anak anak yang "nakal" berbeda penampilan dengan shanum dan Rifa,
"bangun lah, jangan begitu, kami jadi seperti menindas mu" ujar Frans dengan nada tegas,
Rena saja merasa bergidik mendengar nya,
Nita langsung bangun dan mundur perlahan,
"duduk lah" ucap Rena lembut, bagaimana pun mereka masih anak anak,
__ADS_1
"sayang ayo sini" Rena mengajak Rifa dan putri nya duduk
"saya di sini bunda" Rifa hanya berdiri di samping sofa yang shanum duduki, namun Rena memandang nya, sedikit memberi kode untuk Rifa duduk,
Rifa menoleh pada om nya, Frans mengangguk, Rifa sungguh tidak enak hati duduk sejajar dengan tuan nya, jika sedang berdua dengan shanum mereka bisa seperti teman biasa.. namun di depan tuan dan nyonya nya, protokol harus berjalan.
Rena berbisik pada Rifa,
"kamu harus terlihat cool di depan teman teman mu yang sudah membully, bukan kah kamu bilang kamu kakak nya shanum? "
Rifa refleks tersenyum senang,
bunda nya ini memang paling bisa membuat hati siapa saja senang,
"terimakasih bun" Rifa berbisik
Rena mengangguk, tangan kiri nya mengusap tangan Rifa,
suasana sudah mulai mencekam setelah bi sari memberikan jamuan untuk semua,
"ehmmmm"
hanya kode begitu saja, yang Rey lakukan mampu membuat kaku se isi ruangan.
Nita melirik minuman di depan nya yang berwarna begitu menggairahkan, ia haus jujur saja, tapi pikiran nya berkelana kemana saja..
"gimana kalo minuman itu pake sianida?? mampus gw, secara gw udah bikin anak nya celaka"
Akmal melirik beberapa kali pada shanum, masih ada perban di dahi nya, ingin sekali ia menanyakan bagaimana ke adaan nya secara langsung,
shanum selalu terlihat cantik apa lagi Akmal jarang sekali melihat ia memakai pakaian bebas begini.
"jadi, kalian tukang bully di sekolah? " ucap Rey memecah keheningan.
"kak Akmal engga yah"
ucap Shanum spontan, itu membuat semua nya melirik ke arah nya, Akmal menunduk..
"maaf yah, maksud aku,
kak Akmal ketua OSIS di sekolah, dia malah sering melerai jika ada perselisihan "
"betul begitu?? β tanya Rey pada Akmal
Akmal sangat tenang, jelas.. karna ia tidak merasa bersalah.. tapi berbeda dengan denyut jantung nya di dalam...
" betul pak, itu sudah kewajiban saya"
"saya ucapkan terimakasih,
" hanya kewajiban, atau ada yang lain?? "
perhatian terpusat pada Rena kini yang tiba tiba bertanya begitu, Akmal jelas salah tingkah, membuat Rena tersenyum.
"maaf Bu" jawab Akmal, hanya itu yang bisa ia ucapkan
"bunda.... " shanum merajuk ia merasa malu..
__ADS_1
_ ya selain baik hati, penyayang, dan banyak uang, seperti nya bunda Rena Memiliki bakat jadi cenayang kini ππ_