Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
hari ke 7


__ADS_3

malam ini tahlil ke 7 mamah, begitu khidmat, rena tetap mengikuti doa walaupun sedang ber halangan, rey berbaur dengan jemaah masjid lain nya, ia begitu ramah, walaupun baru beberapa hari dia di sini, semua keluarga berdatangan, mamah hanya punya se orang kakak, kebetulan kakak pun sudah meninggal, tapi alhamdulillah silaturahmi dengan ipar pun terjalin mereka datang, papah memiliki 2 saudara, papah anak pertama mang agus ke dua, dan tante yulli ke tiga namun ia ada di merauke ga bisa hadir, bukan hanya kedatangan yang rena harapkan, doa dari seluruh keluarga yang terpenting,.


tahlil selesai, biasa nya akan ada tahlil setiap malam jumat, menjelang 40hari kematian rena hanya menyambung tradisi masyarakat yang biasa di lakukan..


rena sedang di kamar mamah,duduk di depan cermin, meneliti setiap inci sudut kamar, bayangan mamah sedang merapihkan baju, sedang bersih bersih,


"mah, besok rena akan ikut rey ke jakarta, semoga mamah ga keberatan, insyallah rena akan sering ke sini, belum rena fikirkan apa² tentang rumah"


rena membuka lemari pakaian, di sebuah laci ada beberapa perhiasan milik sang mamah, rena mengambil cincin dan kalung ia berniat akan memberikan nya pada sang bibi, bagaimana pun bibi lah yang kurang lebih tiga tahun ini menemani mamah ia rela bolak balik dari rumah nya ke rumah rena, alhamdulillah jarak nya ga terlalu jauh, rena membawa sisa perhiasan yang mama miliki, membawa beberapa kerudung untuk ia pakai nanti, beralih ke meja rias rena menyemprotkan parfume sang mama ke baju nya, wangi yang khas yang rena suka,


bibi datang mengetuk pintu,


rena memintanya masuk duduk di ranjang bersamaan,


"bi, ga kerasa 7 hari sudah mamah ninggalin kita, rena hanya berharap mamah sama papah bahagia di sana, di tempat terbaik di sisi allah (mata nya mulai basah, bibi pun demikian)


terimakasih bi, bibi udah rawat mamah seperti kaka bibi sendiri rena sangat bersyukur,


bibi ninggalin rumah demi jaga mamah...


"neng, kita keluarga bukan? sudah seharus nya keluarga seperti itu, saling membantu...


rena mengangguk, me nyeka air mata nya


" pilih lah baju mamah yang bibi suka, sisa nya kita sodakohkan buat yang kurang mampu..


bi untuk sementara pindah lah ke rumah ini, tolong rawat rumah ini seperti bibi merawat rumah sendiri, bibi sama mamang udah rena anggap orang tua sendiri.

__ADS_1


" engga neng, kita kan punya rumah, bagaimana bisa pindah"


"bukan kah bibi juga masih sewa rumah itu? jangan sungkan bi, rena kan ikut rey, kalo ga di isi rumah ini siapa yang rawat, setidak nya bibi juga lebih ringan pengeluaran kan, ga nyewa rumah lagi, (bibi mengusap air mata nya, sungguh rena dan sang mamah begitu baik untuk nya)


rena ga mau kenangan rena hilang begitu saja bersama keluarga, jadi kalo rena bekunjung, ada tempat untuk rena pulang,


"nanti bibi bicarakan sama mamang ya neng"


"iya bi, dan ini... (rena mengeluarkan kotak perhiasan,) anggap ini kenang kenangan dari mamah (memeberikan cincin dan kalung)


" apa ini neng??


"ini buat bibi, di terima ya..( bibi menangis memeluk rena)


" bibi ga ngarepin ini neng, bibi ikhlas temenin mamah di sini"


"iya neng, bibi ga tau harus ngomong apa, rena juga di jakarta harus baik baik, bibi yakin nak rey laki laki terbaik yang allah kasih, bibi ingat, mamah pernah crita, kalo mamah menyukai rey, namun rena sudah ada ferdi saat itu, dan mamah ga mungkin maksa rena sama rey, mamah cuma bisa berdoa kebaikan kalian"


"dan sekarang jad kenyataan, rena nikah sama rey, sesuai keinginan mamah(rena tersenyum) semoga mamah bahagia"


"amiiiin, siapa yang sangka ya neng, kita semua hanya bisa berencana, keputusan di tangan allah"


"iya bi, bibi jaga kesehatan ya, besok siang rena akan ke jakarta,


" neng juga, semoga kalian bahagia, punya banyak anak


rena dan bibi tertawa, lalu berpelukan lagi

__ADS_1


hari beranjak malam, seluruh penghuni rumah masuk ke kamar masing masing, merebahkan tubuh yang lelah, ruangan sudah kembali ke semula berkat kekompakan rey dan sang mamang


rey membelai rambut sang istri, mata rena sembab,


" kamu udh siap buat besok ke jakarta?


" insyallah rena siap,


" jam berapa kita pulang?


" jam 10an ya, kita ziarah ke makam mamah dulu


"ok sayang, ayo kita istirahat


Depok,


Ferdi marah, ia melihat sendiri bagaimana rena bahagia setelah kepergian nya, dan dia kini terpuruk, menemanin wanita yang entah bagaimana meluluh lantakan hidup nya dalam sekejap, ia tambah membenci fanny, di tambah keadaan fanny yang sangat lemah itu sungguh merepotkan bagi nya, ferdi kemarin pergi ke bandung, ingin memastikan bahwa perkataan evan sang adik benar, ia belum berani menunjukan batang hidung nya di hadapan keluarga, ferdi semakin marah, tadi pagi ia berniat melihat rena lagi wlaupun dari jarak jauh, memakai sweeter longgar dan tudung nya, ferdi berjalan hendak menuju rumah rena, namun sebuah mobil menghadang nya, seorang pria memakai stelan jas hitam menghampiri nya,


"tuan ferdi..?


" siapa kamu?


" anda tidak perlu mengetahui siapa kami, kami hanya bertugas memperingatkan anda, untuk tidak mendekat pada tuan terutama istri nya nyonya Rena


Ferdi memicingkan mata nya, jadi mereka anak buah rey??


" anda di awasi tuan, bahkan jangan pernah berfikir sedikit pun untuk mendekati tuan dan nyonya kami, atau anda akan berurusan dengan kami, dan jaminan nya adalah keluarga anda,

__ADS_1


ferdi terancam, tidak menyangka langkah yang rey ambil, dia tau gw di bandung? siapa rey sebenar nya? ferdi mengalah bukan karna takut, sementara ia akan pergi, menghilangkan jejak dari rey, namun rindu dan cinta yang ia miliki takan hilang begitu saja


__ADS_2