
July berjalan pelan di lorong apartemen nya, pikiran nya entah ke mana, HP nya habis batrai, ia malas sekali mengisi nya,..
_semoga rakha ga apa apa_
_semoga masalah ini cepat selesai, tapi walaupun ini selesai, apa mungkin Nino bakal seperti biasa nya??, melihat tadi mimik wajah nya Nino seperti sangat marah.
tapi se tidak nya, walaupun nanti pahit nya Nino ga bisa Terima masalah ini, aku udah coba jelasin dan buktiin kalo aku ga salah_
July sudah sampai di depan pintu apartemen nya,
kebetulan pemilik laundry melintas lagi.
"lho non dari kapan pulang? "
July tersenyum,
"baru aja bu"
"belum lama ada laki laki datang nyariin non"
"siapa bu?? “
" yaah ibu lupa nanya nama nya, ganteng deh non"
July tertawa,
"ya iya lah pasti ganteng, kan cowo" jawab July bercanda,
"iya bener non,
apa ada yang mau di cuci non, mumpung saya di sini"
"engga bu, aku mau istirahat aja bentar, dua jam lagi mau balik ke Singapura"
"lho, apa ada masalah non? "
"engga bu, banyak kerjaan di sana"
"hmmm. ya sudah, saya permisi ya"
July mengangguk, ia tidak curiga dengan siapa lelaki yang datang tadi, kepala nya terlalu lelah untuk berpikir,
July membuat susu coklat hangat, ia butuh sesuatu untuk pikiran nya...
***
ini sudah 4jam sejak kepergian July, jika terhitung waktu tempuh Indonesia_Singapura memakan waktu 2jam, harus nya July sudah sampai.
took tokk tokk.
"kak ayah manggil, ditunggu di ruang kerja nya"
"iya shan... "
__ADS_1
Nino bangkit, turun berjalan menuju ruang kerja ayah nya, ia nampak terkejut, ada bunda nya juga di sana..
"ayah manggil Nino? “
" iya, masuk lah, kunci pintu nya " pinta Rey, ada apa ini, sampai di kunci segala pintu nya
Nino duduk, ayah nya di depan, dan bunda nya di samping kanan Nino
"July belum pulang, Al nelpon ayah barusan.
ada masalah apa?? “ Rey bertanya
Nino nampak terkejut,
" jadi July belum sampai?? " tanya nino
" ya, laporan nya begitu"
_
_
"apa ini ada hubungan nya dengan foto itu? “ tanya Rena, Nino menoleh, dari mana bunda nya tau?
" bunda udah tau? “
"dan kamu percaya? “ telak Rena langsung pada inti nya
Nino terdiam,
"maksud bunda apa? “
" kenapa July pergi??, apa yang membawa nya pulang sebelum jadwal kepulangan nya ke sini.?? harus nya dia lusa baru pulang karna ada meeting besar dengan perusahaan ayah kamu"
"apa kepergian amira ga buka mata hati kamu Nino?, kamu yang ninggalin dia tapi kamu yang terlihat berduka saat dia pergi,
dan bunda peringatkan kamu, jangan sampai terulang lagi penyesalan seperti itu"
Rena mengambil udara banyak banyak, dada nya terasa sesak,
"ayah udah tau semua nya, kejadian waktu kemarin kamu ke Singapura, Al sudah cerita,
dan kamu tau? foto itu palsu.
lelaki itu ga main main dengan ancaman nya Nino, kamu tau rakha celaka karna apa? “
Nino menggeleng lemah,
" laki laki itu mencelakai rakha, rakha sekarang belum sadar, luka di kepala nya sangat berat"
“jadi. pertanyaan nya sekarang dimana July? " tambah Rey.
"Al sudah mengerahkan anak buah nya untuk mencari July di sana, karna Hans mengancam Al akan membawa nya pergi "
__ADS_1
"maafin Nino, Nino juga ga percaya sepenuh nya soal foto itu, tapi ga tau kenapa Nino lagi males denger penjelasan Ana.
apa yang harus Nino lakuin yah?? “
" ga usah ngelakuin apa apa, kamu kembali ke kamar dan tidur manis saja malam ini" Rena berkata, ia bangun dari duduk nya
"menikah itu hal yang mudah, memupuk kepercayaan buat pasangan, menekan rasa egois, membuat pasangan bahagia itu yang sulit,
kamu yang ajak dia nikah, baru di terpa badai segitu aja udah oleng, bunda udah lewatin masa masa itu Nino, jadi bunda kesel sama kamu"
Rena pergi meninggalkan ke dua lelaki itu, cukup ia berkata, Rena menghawatirkan Ana sungguh.
**
July telah sampai di Singapura, sudah cukup malam.. ia mengaktifkan HP nya..
"jullyana... " seseorang memanggil nama nya, July menoleh, wajah nya memucat,
"aku menunggu mu dari tadi,
ayo aku antar kamu pulang"
July menggeleng, ia membalikan badan hendak pergi, Hans menarik lengan nya
"jangan bikin aku marah, ikut aku pulang"
July berontak,
ia menangis, memukul dada Hans dengan kuat
"lepasin aku, aku ga mau pulang sma kamu"
"jangan teriak, atau aku bunuh rakha"
July terdiam. situasi macam apa ini.
HP July terjatuh, karna Hans menarik paksa tangan nya,
langkah Hans begitu lebar, July kewalahan menyeimbangkan nya
mobil hitam telah menunggu mereka, July di dorong ke dalam mobil dengan kasar.
"Hans apa yang kamu mau?? kenapa kamu nyelakain rakha dia sodara aku satu satu nya'
" kamu kenapa selalu menolak aku ajak kencan, aku ga suka penolakan, kamu tau itu.. " Hans membentak July
"karna aku ga suka sama kamu, kamu ngerti ga sih? “ July membalas nya dengan berteriak, Hans langsung mengungkung nya, July ketakutan wajah mereka begitu dekat,
" kamu mau tau kenapa aku begini?? karna aku cinta sama kamu dari dulu, aku udah sabar nunggu kamu, tapi kamu malah mau menikah dengan orang lain?? “
"kamu gila Hans" July berteriak, membuat Hans mundur dan menutup telinga nya
"ya aku gila jullyana.... dan kamu tau, kalau gila aku lagi kumat, aku mau nya bunuh orang... "
__ADS_1
July terdiam, nama siapa yang harus ia panggil dalam hati nya untuk ia mintai tolong, keadaan sedang begini, biarlah ia pasrah, mungkin ini jalan hidup nya