Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
penyelamatan romantis


__ADS_3

"July" Hans memanggil nya, July terkejut, ia takut Hans bangun dan mengetahui gerak gerik nya,


"July.. " panggil Hans lagi, ia mengigau... mata nya tertutup, July hendak melangkah untuk pergi ke kamar nya, namun tangan nya Hans tarik, Hans memeluk nya


"temani aku tidur.. " ucap nya


July tidak bergerak, ia menunggu Hans tidur lagi baru ia akan pergi ke kamar..


***


Nino lelah, ia merebahkan tubuh nya di tempat tidur July, papah Al menyuruh nya tidur di sana..


bukan nya bisa beristirahat, Nino malah semakin merindukan wanita nya itu, ia ingat saat memeluk July karna July takut petir, July sampai tertidur di pelukan nya,..


"Ana, apa kamu baik baik saja..?


tunggu aku, kami sedang bersiap, menjemput mu pulang.. "


team sudah siap.. ini jam 3 pagi,


rencana nya semua akan melakukan penyerangan pagi ini,


namun membaca situasi,


mereka habis berpesta, mungkin akan mabuk dan itu akan jadi mudah untuk semua,


tapi dalam hati Nino mengatakan, harus sekarang bertindak,. Nino tidak mau Hans melakukan sesuatu, ia tau efek orang mabuk, wanita nya ada di sana...


"Nino lihat, July mengirimi pesan" ucap Al


Nino melihat nya


"angka apa itu? "


"itu tanggal kematian mamah nya July, kami membuat kode ini jadi kami tau kalau itu benar benar July atau rakha yang menghubungi"


Nino mengangguk ia mengerti,.


"polisi telah melacak no HP itu, dan benar itu berpusat dari mansion di tengah hutan itu.


tapi maaf Nino, papah tidak ikut, rakha baru siuman siang tadi, papah takut ada sesuatu dengan nya"


"papah bisa percayakan pada Kami semua.


July akan pulang dengan selamat"


***


3 mobil melesat membelah jalanan yang sepi pagi buta ini, polisi sudah di lokasi, mereka membawa para penembak jitu jika suatu waktu di butuhkan.


ada 3orang terpantau menjaga mansion Hans di bagian depan, suasana sangat sepi,


merka bersiap, menargetkan satu per satu orang Hans polisi sudah mengunci target dan


"jlebbbb" timah panah di lepaskan tiga orang penjaga itu ambruk seketika...


penjaga CCTV mengetahui kejadian itu, ia langsung menelan tombol sirine, mengaung lah dengan keras menggema di semua sudut mansion.


semua penjaga yang hans miliki keluar, memeriksa keadaan,


team Nino masih di posisi semula,


mereka masih menargetkan yang lain nya, hingga dengan tepat, polisi melesatkan tembakan ke dua membuat 2orang lagi ambruk..

__ADS_1


July terbangun mendengar sirine itu, ia baru sadar kalau ia tertidur di pelukan Hans.. Hans pun bangun, dengan kepala nya yang berat, Hans mendengar juga sirine itu


"ada apa ini Hans?? “ tanya July panik


" apa kebakaran?? “


"entah lah... " jawab Hans memegangi kepala nya


"di mana HP ku July? "


"HP?? aku tidak melihat nya,. dari semalam aku tidur bersamamu.. "


Hans mencoba bangun, ia ingin tau ada apa yang terjadi..


seketika rumah Hans dikepung, polisi dan team Nino masuk ke rumah besar itu, Nino melihat July dan Hans di sana..


_ Nino_ July melihat Nino datang menyelamatkan nya, ia senang sangat,


namun July menjadi tawanan dari Hans, ia menodongkan pistol pada July


Nino maju, Hans tertawa,


"hallo dokter.. apa kabar? "ucap nya,


" aku baik, dan aku akan menjemput wanita ku pulang.. "


"wanita mu? dia milik ku.. iya kan sayang? “ tanya Hans pada July,


July membalikan tubuh nya menghadap Hans,


" Hans turunkan senjata mu, aku tidak akan pulang, aku mau disini bersama mu.. " July mengusap, menurunkan perlahan tangan Hans yang memegang pistol


Nino me dengar itu ia terkejut, apa maksud Ana berkata begitu


"kamu dengar dokter? kita akan menikah, July bahkan tidak mau pulang, kalian terlalu khawatir pada nya"


July berbalik, ia merangkul lengan Hans


"pulang lah, aku nyaman di sini" ucap July.


Nino menatap lekat mata wanita yang ia rindukan itu, ia tidak percaya apa yang July katakan,


"Ana ada apa ini? “ tanya Nino


" aku bilang kan aku akan menikahi lelaki di sini, kami akan menikah dokter, kalian pulang lah (July mengangkat telunjuk nya pada Edward) July berbalik lagi pada Hans, namun Hans lengah, July mengangkat sikut nya dan "bughhh" tepat mengenai hidung Hans.


Hans kesakitan, pistol terlepas dari tangan nya, July menendang nya,


Nino yang sedikit terkesima terpaku melihat gerakan yang July lakukan,


Edward maju,


"nona" ia melemparkan pistol milik July yang Al titipkan pada nya,


"dor.... "


"ahhhhhh" Hans berteriak, July menembak tangan nya, seketika ia terjatuh kesakitan...


Nino syok melihat apa yang terjadi di hadapan nya, team maju mengamankan Hans namun Nino tetap di tempat nya, July melihat Nino tertegun menatap nya, ia setengah berlari menghampiri Nino, bukan untuk memeluk nya, July mendorong Nino ke samping hingga jatuh terduduk, seseorang berada di belakangnya, hendak memukul Nino dengan kayu,


July memejamkan mata nya


"mamah, maaf aku mengingkari janji ku, aku menggunakan nya lagi, ini terdesak, orang yang aku sayangi dalam bahaya, semoga kamu memaklumi ini,

__ADS_1


(mamah July meninggal karna tembakan di dada nya, sejak itu July merasa sakit hati,


ia merasakan bagaimana perasaan para keluarga,


jika orang yang mereka cintai mati dengan keadaan begitu,


sejak itu July berjanji tidak akan menggunakan pistol lagi)


"dorrrr"


July membuka matanya, lelaki yang hendak memukul Nino sudah tergeletak di lantai.


"ana"... Nino memanggil nya, ia melihat July manggis, Nino bangun, ia mendekat


" stop" July menodongkan pistol ke arah Nino, Nino dan yang lain nya terkejut.


" Ana ini aku " ucap Nino


"ya aku tau itu kamu Nino,


kamu yang mendiamkan ku tempo hari,


kamu yang ga ngelakuin apa pun saat aku butuh kamu buat meluk aku,


kamu yang lebih percaya orang lain dari pada aku,


itu kamu Nino..


tapi sayang nya kenapa aku sayang sama kamu,


kenapa aku berharap kamu yang menyelamatkan aku?“


July berteriak melampiaskan amarah nya,


Nino nekat maju, ia yakin July tidak akan mungkin menyakiti nya,


"stop Nino"


Nino tidak berhenti, ia mendekat, meraih pistol di tangan July, dan melempar kan nya sejauh mungkin, July menangis Nino memeluk nya, membiarkan July melampiaskan amarah nya Nino belum bersuara.


dunia serasa milik berdua untuk Nino dan july.. team dan polisi sibuk mengamankan sekitar,


July memukul terus menerus punggung Nino,


"kamu jahat Nino, kamu ga sayang kan sama aku? buat apa kamu kesini? aku akan menikah dengan Hans, biar kamu puas udah diemin aku"


July terus mengeluarkan isi hati nya,


Nino merasa July sudah tenang, ia merenggangkan pelukan nya, menangkup kedua pipi July


"aku bodoh, aku yang salah,


aku janji ga akan ngulangin itu lagi, aku takut kehilangan kamu Ana, aku sayang sama kamu,


kamu mau maafin aku??? "


July menggelengkan kepala nya,


"aku benci sama kamu Nino"


bibir boleh bilang benci, tapi July malah memeluk Nino lagi dengan erat, Nino tersenyum, mengusap punggung wanita nya


"aku juga benci sama kamu"

__ADS_1


"hadeuuhhh ini berat siti 😂😂"


MasyaAllah alhamdulillah, semakin rame like & komen nya, terimakasih semua nya yang sudah setia.. dan yang baru gabung, semoga suka dengan cerita nya, jangan lupa like ya🥰🥰


__ADS_2