Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
Kabar


__ADS_3

pagi datang, rena bergegas ke dapur membuat sarapan. itu membuat bi asih dan team kikuk, nona muda nya ada di dapur se pagi ini.


rey sedang shalat, ada urusan penting katanya sehingga ia harus pergi lebih awal


"non udah bibi aja yang bikin sarapan, non bawa susu aja buat aden,


" baiklah bi, makasih ya...


rena melewati momi yang sedang menonton berita,


"sayang rey sudah bangun?


" sudah mi, tadi lagi sholat (momi tersenyum) rena hendak menaiki tangga seorang reporter berita mengabarkan


"sementara di depok pemirsa, seorang wanita muda di nyatakan meninggal dunia oleh sang dokter karna mengalami pendarahan hebat, di kabarkan wanita tersebut tengah mengandung, akibat terjatuh cukup keras, hingga menyebabkan keguguran..


datang ke rumah sakit xx sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. (terpampang foto fanny yang di temukan di rumah nya dalam hp oleh penyidik kepolisian) rena menoleh ke arah tv ia meihat dengan seksama foto itu, rena tidak mengenal nya)


"polisi mencurigai adanya tindak kekerasan dalam rumah tangga, karna menurut saksi terdekat, sering terdengar perdebatan antara suami istri tersebut, pasal nya sang suami yang mengantar korban kini hilang tak dapat di temukan, jenazah sang istri masih berada di RS, menunggu belum ada se orang pun pihak keluarga yang dapat di hubungi,


berikut foto yang di ketahui suami korban (terpampang jelas foto di layar tv besar itu, rena sungguh mengenal nya iya benar ferdi)


di ketahui terduga tersangka bernama ferdi ber usia 28tahun, ber domisili di bandung, data tersebut di ketahui pihak rumah sakit karna tersangka sempat mengisi administrasi


rena gemetar rey melihat berita itu di lantai atas, ia bergegas menuruni tangga ia tau rena pasti syok,


"ya allah, jaman sekarang betapa nyawa itu tak berharga, kalo momi keluarga korban, bakal momi gebukin dulu tuh cowo ampe puas baru serahin ke polisi" momi geram


rena menoleh ke suami nya, rey mengambil alih gelas yang rena bawa, menyimpan nya di meja terdekat


"sayang.. (memeluk rena yang tampak terkejut)


"apa yang kamu tau rey?


"tentang apa?


"ferdi???


rey memeluk rena lebih erat, rena terduduk di tangga momi melihat itu menghampiri nya cemas


" sayang kenapa??


rena tidak menangis namun jelas dia syok,


" bilang rey, apa yang terjadi, aku berhak tau (rena marah)


" ini masih dugaan sayang, wanita yang meninggal itu, yang jadi alasan ferdi ninggalin kamu, aku lagi selidiki ini semua (meluncur juga air mata rena, ia tak menyangka ferdi berbuat begitu, sekarang ia menjadi buronan?


momi mulai mengerti arah pembicaraan anak anak nya. mendapat kode mata dari rey momi mengerti, meninggalkan mereka berdua


" beberapa hari yang lalu dia datang ke rumah di bandung, ferdi ngawasin kamu, jujur aku buat penjagaan ketat di bandung, kita sllau di ikuti pengawal rena kamu ga sadar itu,... aku takut ferdi berniat jahat sama kamu"


rena menyadari, sosok pria di pemakaman sang mamah mungkin kah dia ferdi? pesan singkat dari no baru, dan akhir akhir ini ada beberapa miscall dari no tersebut


" aku liat dia di makam mamah a, (rey melepas pelukan nya menatap sang istri minta penjelasan) waktu kita masuk mobil, aku liat cowo pake tudung sweeter nya dia liatin aku, tapi muka nya ga keliatan, apa mungkin itu dia??


" ada kemungkinan benar, aku terima laporan, beberapa foto terlihat ferdi sedang berada di dekat rumah di bandung, di foto sama ferdi pake sweeter hitam,"


"terus cewek itu gmn? apa benar dia meninggal??

__ADS_1


" iya sayang, itu laporan yang aku terima juga, cuma ga nyangka berita nya sudah beredar secepat ini "


" kenapa. kamu ga bilang ama aku?


"laporan dari temen aku juga belum fixs sayang, jadi aku ga berani ngasih kabar ke kamu,


" ada no baru juga yang kirim pesan sama aku


"no baru??


" ya dia telpon juga, tapi ga ke angkat


"boleh aku liat no nya, siapa tau untuk petunjuk


rena mengangguk,. bergegas menaiki tangga handphone ada di kamar nya


memberi nya pada rey, rey langsung meminta seseorang melacak nya


" sayang jangan kemana mana ya, tetap di rumah oke


rena. mengangguk


"aku takut,


" insyallah di rumah aman, kamu liat di luar ada banyak penjaga, (rey mencium lembut sang istri berharap kepanikan nya berkurang,


rey bersiap masih pukul 06.00 pagi ia punya janji bertemu dengan team nya, rena baru melihat lagi penampilan sang suami memakai jas lengkap nya, sungguh ia sangat tampan, memakaikan dasi, rena mengusap bahu sang suami, mengalirkan kekuatan


" ingat pertama kali kita bertemu?


rey tersenyum


" bagaimana aku bisa lupa sayang, kamu terluka demi nino,


"apa. kamu juga jatuh cinta pada pandangan pertama padaku? (rena tersenyum)


" aku ga berani


"kenapa??


" siapa aku, mungkin untuk sekedar menyimpan mu dalam ingatan ku itu tidak lah pantas (rey. mencumbu nya lagi)


" tapi allah berkehendak lain bukan, dia mengantarkan mu untuk ku, ingat sayang,. tidak ada dalam kamus ku perbedaan sosial"


rena tersenyum,


"ayo kamu bahkan belum sarapan"


"minta bibi bekal saja, nanti di mobil aku sarapan, aku sudah terlambat sayang


mendengar itu rena melepaskan pelukan nya rey tersenyum jahil berbisik, semoga cepat selesai halangan nya,


seketika rena merona malu mencubit perut sang suami, mereka tertawa


menyiapkan bekal untuk di bawa sang suami, rena mengantar suami sampai depan rumah, sudah beberapa orang berseragam hitam di sana, membukakan mobil untuk sang suami, rey masuk di kursi belakang, memanggil rena dengan jari nya,


"bekal ku sayang,


rena memberikan nya,

__ADS_1


" jangan sampai ga di makan, ada buah juga di dalam, habiskan ya


"pasti sayang, satu lagi bekal ku


" yang mana?


"sini, rey mendekatkan wajah nya, di cium nya sang istri rena melotot, masalah nya di depan nya ada sang sopir dan beberapa orang lain nya, memukul kecil bahu sang suami


" aa,


"ahahaaa, cukup sampai nanti sore bekal nya, (rena menjauh, rey melambaikan tangan nya, pengawal menutup pintu mobil)


" selamat pagi nona, anda sudah boleh masuk"


rena mengangguk, merasa seram dengan pria di hadapan nya itu


sang sopir tersenyum melihat adegan manis itu


" pa joko ga liat kan? tanya rey


" engga tuan (menahan senyum)


"bagus lah, kalo liat bisa bisa minta cuti (ahahaa mereka tertawa)


Dalam hati nya berkecamuk, kejadian ferdi, benarkah ia seperti itu? sungguh rena tak menduga nya,


memikirkan juga tentang sang suami, betapa rena merasa mencekam tadi, melihat sang pengawal berpakaian serba hitam, semenakutkan itu kah suami nya,


menikmati sarapan nya dengan momi, nino baru bangun dari tidur nya,


" jagoan bunda udah bangun, (mencium pipi sang putra) hmmmm bau acem (nino tertawa)


"sayang makan sarapan nya, (kata momi)


" iya mi, putri belom turun mi?


"janga harapkan dia, dandan nya harus se tahun


(momi tertawa)


" bunda nino mimpi adek bayi


seketika rena tersedak momi menahan tawa, namu segera memberi air untuk rena minum,


"ah iya sayang, nino suka?


" suka dede bayi nya lucu


rena menatap. aang momi malu, momi menahan tawa dengan tangan nya, mengingat apa yang putri katakan semalam


rey memasuki ruangan khusus pertemuan nya dengan team, mereka siap membahas masalah yang akan di tuntaskan


" apa harus kita beresin tuh cowo rey (reno bicara ia salah satu penembak jitu yang rey punya)


" jangan gegabah, selama dia ga gangguin rena kita ga boleh ambil tindakan"


"lo yankin ga bakal nyesel?


" entah lah, ga kaya masalah yang lain untuk di ambil keputusan nya, munkin ini menyangkut rena, jadi begitu harus d fikiran "

__ADS_1


" kita siap terima perintah


"thanks team....


__ADS_2