Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
gagal maning


__ADS_3

memasuki kamar hotel vvip milik suami nya ini,


rena lagi lagi di buat kagum,


rey ambruk di sofa, karena di tempat tidur sudah ada Nino yang terlelap begitu tenang nya.


rena melihat tas nya di meja, pasti orang rumah yang membawakan baju ganti untuk mereka.


"sayang sini, ( rey menepuk sofa sebelah nya)


rena mendekat


rey menyandarkan kepalanya di bahu sang istri


" aku sangat mual sayang dari tadi, tapi ga ada yang di keluarin, (rena tersenyum., ia mengusap pipi suami nya),


"apa waktu kehamilan pertama kamu juga begini, aku baru merasakan nya sekarang"


"engga sayang, yang pertama memang ada mual, tapi ga seperti yang kamu rasa, ini sedikit parah, ( rena tertawa kasihan suami nya)


rey membetulkan duduk nya, mengusap perut rena yang masih rata,


" terimakasih, aku tau kamu akan kesakitan nanti, tapi kamu bersedia mengandung untuk ku"


"sayang, memang sakit katanya, tapi itu menjadi kebanggaan sendiri untuk seorang ibu, bisa hamil dan melahirkan, bahkan nanti memberi asik ekslusif kami para wanita bangga, gelar ibu yang tersemat pada wanita adalah gelar mulia, gelar tertinggi, apapun jabatan nya ditempat kerja, mereka tetaplah seorang ibu di rumah"


rey tersenyum, memberikan beberapa kali kecupan di bibir istri nya,


"kamu cantik sekali sayang"


rena mengerutkan kening nya, melihat senyum mesum di bibir suami nya


"sayang aku lelah" ( wajah rena memohon)


"lho emang mau ngapain??? " (rey pura pura polos)


"jangan pura pura pak bos, aku tau arti senyuman mu"


"ahahaaaa (rey tertawa, )


abis kamu cantik banget... satu ronde hmmm?? "


rena melotot, benar kan apa yang ia tebak,


rena menggelengkan kepala cepat,


"ga mau satu?? kalo begitu dua, atau tiga?? "


"reyyyy ( suami nya itu sungguh pandai menggoda, namun rena suka)


rey memulai nya, memeberikan ciuman lembut di bibir, rena membuka satu persatu kancing sharwani suami nya,

__ADS_1


tanpa mereka sadari, sepasang mata yang masih suci memperhatikan mereka


" kakak..... " ( putri berteriak melihat pemandangan di depan nya)


rena mendorong pelan dada suami nya,


rey tau suara siapa itu,


rey dengan cuek menoleh pada putri, belum membetulkan posisi nya di atas rena,


rena sudah salh tingkah ia malu


"hadeuuuh, mata suci ku ternoda“ (putri menutup mata nya dengan tangan, tapi jari nya merenggang)


rena melipat bibir nya ia tertawa,


" lagian kamu ngapain di kamar pengantin?? " (rey tetap mempertahankan posisi nya, sambil. menggoda putri)


"aku tadi habis boboin Nino, terus aku ke balkon nyari angin... "


putri bergerak maju menuju pintu,


"terus kamu mau kemana?" ( rey terus menggoda)


"mau keluar lah"


"ga liat dulu ...


"ga ada kerjaan apa liat kalian"


brugggg putri tergesa keluar kamar, ia kabur


rey hendak melanjutkan aksinya,


"sayang aku ganti baju dulu.. " (rena memohon)


"hmm baik lah ( rey pun mengalah, ia mempersilahkan istri nya ganti baju dulu, sementara itu ia pergi ke balkon, mencari angin)


rena mandi, badan nya terasa lengket,


rey masih di balkon saat rena keluar dari kamar mandi,


rena menghampiri nya


" sayang mau mandi? segar sekali rasanya"


"oya? sini aku suka mencium wangi rambut mu"


rena mendekat, rey memeluk nya dari belakang, menciumi rambut rena yang masih basah,


"seperti nya bulan madu kita akan tertunda ke Paris (ucap rey),

__ADS_1


" kenapa? "


"kamu hamil muda sayang, katanya itu takut beresiko, apa lagi kamu pernah ada riwayat keguguran"


"padahal aku ingin sekali ke sana.. "(rena merajuk)


rey tersenyum membalikan posisi istri nya,


" demi kamu dan calon anak kita sayang"


rena pun mengangguk,


rey mulai menciumi istri nya lagi...


"bundaaaa..... " (Nino terbangun)


rena memandang suami nya itu, mereka lalu tertawa,


(gagal maning😄)


"Nino bangun sayang.. ( rena bergerak, menjauh dari suami nya)


" hufttttt (rey membuang nafas kasar)


baiklah aku mandi saja dulu"


rena membuatkan susu untuk jagoan nya,


menemani Nino tidur, membacakan nya doa dan surat surat pendek,


rey selesai mandi,


ia berdandan, benar kata rena ini terasa segar, rey sudah harum, menyugar rambut nya yang masih sedikit basah..


ia terpaku melihat pemandangan di depan nya,


bagai tak memiliki dosa, rena tertidur memeluk Nino, nafas nya sangat halus sekali ia sangat nyenyak,


bahu rey merosot, ia meng garuk kepala yang tak gatal, rey meng gigit handuk bekas rambut nya, benar rencana nya benar benar gagal, bagaimana dia bisa meredam hasrat nya ini,


rey keluar kamar, mencari sesuatu yang bisa mengganjal rasa tanggung nya


🤣🤣🤣,


ya Allah aku mesem mesem sendiri nulis part ini, dan ketauan suami🤣🤣.


sabar bang rey, anda kurang beruntung🤭


gais, ramein novel ke dua ku yu Annisa


aku tunggu like & komen nya di sana ya🥰

__ADS_1


__ADS_2